Headlines News :

    Layanan Aspirasi dan Pengaduan Rakyat

    Layanan Aspirasi dan Pengaduan Rakyat
    Terdapat permasalahan pembangunan dan layanan publik di sekitar anda? Adukan semuanya di LAPOR! ========================================

    Portal PKH Kabupaten Kebumen













    Road To School, Perhimak UI Sambangi 27 Sekolah di Kebumen

    Mahasiswa UI memaparkan dunia kampus kepada siswa sekolah menengah atas di Kebumen. (Foto: Noni Apreleani)
    KEBUMEN (www.beritakebumen.info) - Perhimpunan Mahasiswa Universitas Indonesia asal Kebumen (Perhimak UI) mendatangi 27 sekolah baik SMA,SMK maupun MA di Kabupaten Kebumen melalui program Road to School (RTS). Program RTS ini merupakan salah satu dari rangkaian acara UI Goes To Kebumen XI (UI GTK XI).

    RTS berlangsung selama 20 hari mulai 5 hingga 24 Januari 2015. RTS diadakan sebagai media informasi bagi pelajar tingkat SLTA mengenai gambaran kehidupan perkuliahan. Peserta antusias menerima sosialisasi seputar dunia kampus, cara masuk, jurusan yang ada, proses perkuliahan, biaya kuliah serta berbagai informasi mengenai pendidikan perguruan tinggi khususnya di Universitas Indonesia. Melalui kegiatan ini, panitia berharap bisa meningkatkan antusias pelajar SLTA di Kebumen untuk melanjutkan kuliah dan menjadi lebih berprestasi.

    Adapun sekolah-sekolah yang telah disambangi rombongan 'almamater kuning' ini yaitu SMAN Ayah, SMAN Rowokele, SMAN 1 Gombong, SMA Muhamadiyah Gombong, SMKN 1 Gombong, MAN Gombong, SMAN 1 Karanganyar,SMKN Karanganyar,SMAN 1 Petanahan,MWI Petanahan,SMAN 1 Klirong, SMAN 1 Pejagoan, SMAN 1 Kebumen, SMAN 2 Kebumen, MAN 1 Kebumen, MAN 2 Kebumen, SMKN 1 Kebumen, SMKN 2 Kebumen, SMK VIP Al-Huda, SMA Muhamadiyah 1 Kebumen, SMAN 1 Karangsambung, SMAN 1 Prembun, SMAN 1 Kutowinangun, SMAN 1 Buluspsntren, MAN Kutowinangun, SMAN 1 Mirit dan MA Padureso.

    Di ahir pertemuan di tiap sekolah yang dikunjungi, para peserta menuliskan komentar terkait program RTS. Hasilnya, sebagian besar merasa sangat terbantu dengan adanya program RTS dari Perhimak UI. Tak sedikit pula dari mereka yang mengaku termotivasi berkat informasi yang disampaikan secara menarik dan komunikatif. Para peserta juga berharap agar kegiatan Road to School dari Perhimak UI ini dapat terus dilakukan di sekolah mereka setiap tahun. (bk01/mat/noni)

    Beberapa Dokumentasi Kegiatan  'Road to School' Perhimak UI :
    _________________________________________________________________________________________

    DOWNLOAD CONTOH SURAT LAMARAN KERJA YANG BAIK DAN SIMPEL SERTA TEMPLATE DAFTAR RIWAYAT HIDUP(CURICULUM VITAE)

    _________________________________________________________________________________________
    KIRIMKAN INFORMASI / TULISAN / OPINI / UNEK-UNEK ANDA KE:
    beritakebumen@gmail.com

    =============================================================
    Untuk mendapatkan informasi terbaru, dan yang tidak terposting silahkan ikuti di:
    | FACEBOOK GRUP | FACEBOOK PROFIL | FACEBOOK FAN PAGE | TWITTER |
    =============================================================

    Sentra Konveksi di Karangsari Terancam Hilang

    KEBUMEN (www.beritakebumen.info) - Sebagai Sentra usaha konveksi, Desa Karangsari Kecamatan/Kabupaten Kebumen
    selama puluhan tahun terakhir ini menjadi pemasok aneka pakaian jadi di sejumlah toko pakaian maupun pasar tradisional di Kabupaten Kebumen.

    Sayangnya kaderisasi perajin konveksi di desa ini berjalan seret akibat anak-anak mudanya lebih memilih merantau ketimbang meneruskan usaha konveksi orang tua mereka.

    "Sepuluh tahun lalu saya punya 29 orang buruh jahit, kini hanya 5 orang yang bertahan. Biasanya setelah keterampilan menjahit mumpuni, mereka memilih merantau ke Jakarta daripada mandiri menjadi perajin konveksi. Di perantauan, selain menjadi buruh pabrik konveksi, juga buruh pabrik lainnya dan buruh bangunan," ungkap Madkhuri, salah satu perajin konveksi Karangsari yang memulai usahanya sejak tahun 1970, Senin (26/01/2015).

    Sebagai perajin 'senior', Madkhuri prihatin dengan minimnya anak muda yang mau terjun menjadi perajin konveksi. Bila kondisi ini terus berkepanjangan, dikhawatirkan pamor Karangsari sebagai sentra pakaian jadi di Kebumen akan sirna. "Mereka tak tertarik menekuni usaha ini mungkin karena tak mau repot mencari konsumen dan mengumpulkan modal usaha," ujar Madkhuri.

    Saat ini di Karangsari ada sekitar 50 perajin konveksi yang rata-rata sudah lanjut usia dan hanya punya 2 sampai 5 buruh jahit saja. Tak heran, saat masa-masa ramai yaitu di bulan puasa dan tahun ajaran baru, perajin kewalahan memenuhi pesanan pedagang pakaian. (Dwi/krjogja)


    _________________________________________________________________________________________

    DOWNLOAD CONTOH SURAT LAMARAN KERJA YANG BAIK DAN SIMPEL SERTA TEMPLATE DAFTAR RIWAYAT HIDUP(CURICULUM VITAE)

    _________________________________________________________________________________________
    KIRIMKAN INFORMASI / TULISAN / OPINI / UNEK-UNEK ANDA KE:
    beritakebumen@gmail.com

    =============================================================
    Untuk mendapatkan informasi terbaru, dan yang tidak terposting silahkan ikuti di:
    | FACEBOOK GRUP | FACEBOOK PROFIL | FACEBOOK FAN PAGE | TWITTER |
    =============================================================

    Lagi, Rumah Lansia Ambruk

    KEBUMEN (www.beritakebumen.info) - Sebuah rumah warga di Desa Karangbolong, Kecamatan Buayan, roboh akibat dimakan usia, belum lama ini. Beruntung musibah yang terjadi sekitar pukul 03.00 dini hari itu tidak menimbulkan korban jiwa. Namun, kerugian diprediksi mencapai Rp 30 juta lebih.

    Rumah yang termasuk rumah kurang layak huni milik Ratim (73), warga Dusun Beteng RT 02 RW 03 desa setempat itu tiba-tiba ambruk karena kuda-kuda dan blandar penyangganya sudah rapuh, sehingga tidak kuat menahan beban berat.

    Informasi yang dihimpun, kejadian ambruknya rumah tersebut sekitar pukul 03.00 dini hari. Saat kejadian, Ratim bersama menantu, anak dan satu cucunya sedang tertidur di kamar masing-masing, tanpa diduga tiba-tiba bagian atap rumah langsung ambruk. Beruntung ketiganya dapat menyelamatkan diri, sehingga tidak mengalami lecet sedikit pun.

    “Nggak ada hujan, nggak ada angin. Tiba-tiba ada suara pletok, terus langsung roboh,” kata Ratim, di rumahnya, Sabtu (24/1).
    Rumah itu pun akhirnya dirobohkan total karena sudah tidak layak lagi ditempati. Hampir seluruh material sudah tidak dapat digunakan lagi, hanya sebagian genteng dan tiang yang rencananya akan tetap dipakai kembali untuk membangun rumahnya.
    “Ya belum tahu kapan bangun lagi. Pelan-pelan nanti juga bisa,” ucap kakek, yang tinggal bersama anak, menantu, satu cucu dan istrinya.

    Untuk sementara mereka tinggal dibangunan rumah bagian belakang, yang biasanya dipakai untuk dapur.

    Ambruknya rumah milik Ratim, bukanlah kejadian pertama diawal tahun 2015 ini. Sebelumnya, rumah milik Tusiyah (85), perempuan lansia warga RT 02 RW 02 Desa Kedawung, Kecamatan Pejagoan, ambruk. Korban Tusiyah pun mengalami luka-luka dan dilarikan ke rumah sakit. Korban yang sudah jompo itu menderita luka di sejumlah tubuhnya akibat tertimpa material rumahnya yang ambruk.
    Di Desa Adiwarno, Kecamatan Buayan, rumah ambruk bahkan hingga memakan korban jiwa. Seorang tewas dan dua lainnya terluka dalam insiden robohnya rumah warga di Dusun Pejarakan, Desa Adiwarno, awal tahun 2015 lalu. Korban meninggal dunia bernama Kamiyem (67), serta dua orang terluka bernama Heri (45) dan Kamiyo (45). (ori/ttg/Radarbanyumas)


    _________________________________________________________________________________________

    DOWNLOAD CONTOH SURAT LAMARAN KERJA YANG BAIK DAN SIMPEL SERTA TEMPLATE DAFTAR RIWAYAT HIDUP(CURICULUM VITAE)

    _________________________________________________________________________________________
    KIRIMKAN INFORMASI / TULISAN / OPINI / UNEK-UNEK ANDA KE:
    beritakebumen@gmail.com

    =============================================================
    Untuk mendapatkan informasi terbaru, dan yang tidak terposting silahkan ikuti di:
    | FACEBOOK GRUP | FACEBOOK PROFIL | FACEBOOK FAN PAGE | TWITTER |
    =============================================================

    Kasus Penelantaran Penyandang Cacat Masih Tinggi

    KEBUMEN (www.beritakebumen.info) - Kasus penelantaran kaum penyandang cacat tubuh (difabel) maupun penyandang cacat mental di Kabupaten Kebumen masih tinggi. Khususnya, usia anak-anak. Yang paling memprihatinkan, kebanyakan kasus penelantarannya justru dilakukan oleh orang terdekat mereka, yakni orang tua atau keluarga. Sedangkan pemicu kasus penelantaran terhadap penyandang cacat didominasi oleh kondisi ekonomi keluarga yang pas-pasan atau kurang mampu.

    Menurut pantauan Lembaga Kesejahteraan Sosial Anak (LKSA) Kabupaten Kebumen, dampak dari tindakan penelantaran terhadap anak-anak penyandang cacat bahkan tak sedikit yang berujung kematian. Bahkan kasus penelantaran juga menjadi salah satu tingginya tingkat kematian penyandang cacat di Kebumen.

    “Kebanyakan kasus penelantaran penyandang cacat yang terjadi memang disebabkan oleh kondisi ekonomi keluarga yang pas-pasan. Mengingat dari sekitar 10 ribuan penyandang cacat di wilayah Kebumen, sebagian besar berasal dari keluarga kurang mampu,” kata ketua LKSA Kabupaten Kebumen,Endang Palupi Nugraheni AMd,Minggu(25/1).

    Bahkan baru-baru ini, kasus penelantaran terhadap penyandang cacat yang berujung kematian juga terjadi di Desa Prigi Kecamatan Pejagoan Kebumen. Dimana korbanya yakni atas nama Eka Dianasari(12), salah satu anak penyandang cacat mental di desa setempat.
    Eka meninggal dunia akibat hidup dikurung selama bertahun-tahun di dalam kamar yang kemudian didiagnosa menderita gizi buruk oleh dokter. Pihak orang tua sendiri baru mengetahui anaknya menderita gizi buruk setelah dibawa ke rumah sakit kemarin, tepatnya sebelum Eka meninggal dunia.

    Sebelum meninggal, kondisi kehidupan Eka sangat memprihatinkan. Selama hidup, mulai dari makan, minum hingga buang air-besar maupun kecil dilakukanya di dalam kamar. Menurut alasan orang tuanya, Eka terpaksa dikurung di dalam kamar karena sering lari dari rumah.

    Sedangkan pihak orang tuanya tidak sempat memperhatikan Eka setiap hari, hal itu karena mereka harus bekerja sebagai buruh untuk mencari nafkah.

    “Banyaknya kasus penelantaran terhadap penyandang cacat ini, kita berharap Pemerintah Kabupaten(Pemkab) Kebumen bisa ikur serta mencari solusinya. Karena bagaimanapun juga, penyandang cacat juga manusia yang berhak mendapatkan hidup lebih baik sama seperti manusia normal lainya,” ungkap Endang.

    “Kita berharap, setiap program atau bantuan dari pemerintah mendatang bisa berpihak terhadap para penyandang cacat. Selain itu, kepedulian ataupun bantuan masyarakat Kebumen terhadap mereka juga sangat penting,” pungkas Endang.(ben/Radarbanyumas)


    _________________________________________________________________________________________

    DOWNLOAD CONTOH SURAT LAMARAN KERJA YANG BAIK DAN SIMPEL SERTA TEMPLATE DAFTAR RIWAYAT HIDUP(CURICULUM VITAE)

    _________________________________________________________________________________________
    KIRIMKAN INFORMASI / TULISAN / OPINI / UNEK-UNEK ANDA KE:
    beritakebumen@gmail.com

    =============================================================
    Untuk mendapatkan informasi terbaru, dan yang tidak terposting silahkan ikuti di:
    | FACEBOOK GRUP | FACEBOOK PROFIL | FACEBOOK FAN PAGE | TWITTER |
    =============================================================

    Peserta Ngontel Bareng HUT Kebumen Tak Penuhi Target

    KEBUMEN (www.beritakebumen.info) - Acara ngontel bareng dalam rangka memeriahkan Hari Jadi ke-79 Kabupaten Kebumen, Minggu (25/1) tidak memenuhi target jumlah peserta. Panitia menargetkan 10.000 warga mengikuti kegiatan tersebut, namun ternyata kupon yang tersisa masih cukup banyak.
    Bahkan saking banyaknya yang tersisa, panitia masih menjual kupon tersebut kepada warga saat peserta sudah mulai masuk di garis finish. Harganya pun didiskon besar-besaran, dari seharusnya Rp 35.000 dijual hanya Rp 20.000 per kupon.
    Kegiatan Ngontel Bareng ini merupakan acara terakhir dalam rangka memeriahkan Hari Jadi ke-79 Kabupaten Kebumen, setelah banyaknya rangkaian lain sebelumnya.
    Ngontel bareng yang dilepas oleh Wakil Bupati, Djuwarni dari depan Pendopo Bupati itu menempuh jarak sekitar 12 kilometer. Adapun rute yang lalui, yakni Jalan Pahlawan, Jalan A Yani, Jalan Indrakila, Jala Joko Sangkrib, hingga simpang tiga Balai Desa Candimulyo, ke utara hingga tembus Pasar Sruni di Desa Bojongsari, Kecamatan Alian.
    Selanjutnya, ke selatan melalui Jalan Pangeran Bumidirdjo, keluar simpang empat Kawedusan dan lurus ke Jalan HM Sarbini. Peserta kembali ke Alun-alun Kebumen melalui Jalan Pahlawan (kantor PLN lama).
    Sejumlah pejabat ikut dalam acara tersebut, mulai dari Wakil Bupati Djuwarni, Sekda Adi Pandoyo, Wakil Ketua DPRD Miftahul Ulum, para staf ahli bupati, para asisten Sekda, serta pimpinan SKPD lainnya. Selain itu, berbagai komunitas sepeda juga turut ambil bagian. Tak hanya dari kebumen, ternyata mereka juga banyak berasal dari luar daerah seperti Jogjakarta, Purworejo, Banyumas dan Cilacap.
    Acara tersebut juga diramaikan dengan pasar tiban, yang menjual berbagai aksesoris sepeda ontel. Para pencinta sepeda ontel pun tak menyia-nyiakan memborong berbagai aksesoris lawas yang cukup susah dicari di Kebumen.
    “Saya beli spion antik untuk sepeda onta saya,” kata Suwardi, salah satu anggota komunita pecinta sepeda tua saat membeli aksesoris sepeda.
    Suasana cukup meriah, saat pengundian hadiah dimulai. Terlebih grandprize dari acara Ngontel Bareng itu sebuah mobil. Dari hasil pengundian kupon, peserta yang berhasil membawa pulang hadiah mobil adalah Masduqi Ngazizi (30) warga Mirit.
    Dalam sambutannya, Wakil Bupati Djuwarni, menyampaikan melalui Ngontel Bareng dia berharap dapat menyehatkan seluruh pesertanya.
    “Kegiatan ini positif, selain menyehatkan juga pulangnya bisa dapat hadiah,” kata Djuwarni.(ori/Radarbanyumas)


    _________________________________________________________________________________________

    DOWNLOAD CONTOH SURAT LAMARAN KERJA YANG BAIK DAN SIMPEL SERTA TEMPLATE DAFTAR RIWAYAT HIDUP(CURICULUM VITAE)

    _________________________________________________________________________________________
    KIRIMKAN INFORMASI / TULISAN / OPINI / UNEK-UNEK ANDA KE:
    beritakebumen@gmail.com

    =============================================================
    Untuk mendapatkan informasi terbaru, dan yang tidak terposting silahkan ikuti di:
    | FACEBOOK GRUP | FACEBOOK PROFIL | FACEBOOK FAN PAGE | TWITTER |
    =============================================================

    Pelaksanaan UU Desa Diminta Dikawal

    KEBUMEN (www.beritakebumen.info) - Pelaksanaan UU Desa diminta dikawal. Penerapan UU Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa yang kemudian dikeluarkan PP Nomor 43 tahun 2014 dan PPNomor 60 tahun 2014 itu, juga diminta dilakukan secara partisipatif.

    Pasalnya, menyusul adanya perundang-undangan itu harus ditindaklanjuti tiap daerah dengan mengeluarkan Perbup hingga Perdes. Termasuk di kabupaten berslogan Beriman ini. Dalam proses penyusunannya pun harus melibatkan stakeholders. Terkait hal tersebut, Forum Masyarakat Sipil (Formasi) Kebumen menggelar pelatihan penguatan kapasitas kader lintas desa untuk advokasi kebijakan kemiskinan.

    Pelatihan yang diikuti berbagai unsur desa seluruh kecamatan di Kebumen ini berlangsung tiga hari di Benteng Van Der Wijck Gombong Kebumen. “Pelatihan ini untuk membangun kesepahaman pemenuhan prasyarat UU Desa yang lebih berpihak pada kemiskinan,” kata Presidium Formasi Yusuf Murtiono di sela-sela pelatihan, kemarin.

    Partisipasi Masyarakat

    Kegiatan itu diisi Kepala Bappeda Kebumen Sabar Irianto, Perwakilan Formasi Fuad Habib dan Mustika Aji serta Dosen UGM Dr Ari Sujito yang juga perumus UU Desa. Selain melalui diskusi dan tanya jawab, pelatihan juga dilakukan dengan praktik langsung di lapangan.

    Yusuf menjelaskan, dalam membangun prasyarat UU Desa, desa memiliki kewenangan untuk membuat perencanaan dan penganggaran, serta membangun tata kelola pemerintah desa yang baik. Dan, amanat dalam UU tersebut agar dibuat Perbup, Perda dan Peraturan Desa. Menurut Yusuf, proses itu tidak bisa disusun secara sepihak.

    “Harus dibuka seluas-luasnya partisipasi masyarakat agar terbangun kesepahaman bersama. Jadi peraturan yang disusun mengayomi dan memenuhi rasa keadilan masyarakat serta kepastian hukum,” imbuhnya. Kepala Bappeda Sabar Irianto menyampaikan tentang strategi penanggulangan kemiskinan di Kebumen.

    Selain material, penanggulangannya juga dilengkapi cara pandang tentang kemiskinan. Dan, seluruh desa di Kebumen telah membentuk Tim Koordinasi Percepatan Penanggulangan Kemiskiban Desa (TKP2KDes). Pembentukannya sendiri melalui serangkaian pertemuan yang melibatkan partisipasi masyarakat. Pihaknya pun mengapresiasi adanya pelatihan yang digelar Formasi tersebut.

    “Pelaksanaan UU Desa itu memang dibutuhkan peningkatan kapasitas seluruh aparatur dan masyarakat desa. Selain itu semua harus terlibat dalam pengawalan di desa serta aktif mengurus persoalan kemiskinan di tingkat desa,” jelasnya. (K5- 32/SuaraMerdeka)


    _________________________________________________________________________________________

    DOWNLOAD CONTOH SURAT LAMARAN KERJA YANG BAIK DAN SIMPEL SERTA TEMPLATE DAFTAR RIWAYAT HIDUP(CURICULUM VITAE)

    _________________________________________________________________________________________
    KIRIMKAN INFORMASI / TULISAN / OPINI / UNEK-UNEK ANDA KE:
    beritakebumen@gmail.com

    =============================================================
    Untuk mendapatkan informasi terbaru, dan yang tidak terposting silahkan ikuti di:
    | FACEBOOK GRUP | FACEBOOK PROFIL | FACEBOOK FAN PAGE | TWITTER |
    =============================================================

    Potensi Wakaf Uang Rp 650 Juta Per Bulan

    KEBUMEN (www.beritakebumen.info) - BMT Umat Sejahtera Kebumen menjadi satu-satunya lembaga yang memiliki sertifikat untuk menghimpun wakaf uang di kabupaten berslogan beriman ini. Ketua Perhimpunan BMT Indonesia Kabupaten Kebumen Mundir Hasan menaksir potensi wakaf uang yang bisa dihimpun dari anggota mencapai Rp 650 juta per bulan.

    Hal itu disampaikan Mundir saat workshop membangun keluarga utama dan wakaf uang di Hotel dan Restoran Candisari Karanganyar, Kebumen, baru baru ini. Perhitungan itu dengan kalkulasi per keluarga Rp 50.000 dikalikan 1.000 anggota yang ada di 13 BMT yang tergabung dalam Perhimpunan BMT Indonesia. “Dengan wakaf uang yang terhimpun nanti, akhirnya bisa membeli aset yang ada di Kebumen,” katanya.

    Manajer BMT Umat Sejahtera Ahmad Sugandi menambahkan, wakaf uang merupakan program dari Kementerian Koperasi dan UKM Indonesia dalam menyikapi penduduk miskin di Indonesia yang hampir 12,3 persen atau 29,89 juta jiwa (BPS: 2011). Termasuk di Kebumen yang berada pada nomor urut dua dari bawah se- Jawa Tengah. “Harapannya, dengan wakaf uang dapat mengangkat mereka keluar dari kemiskinan. Setelah mendapat dana pemberdayaan dari wakaf uang yang dikelola nadir wakaf uang,” kata Gandi.

    Lebih Luwes

    Potensi wakaf uang di Indonesia Rp 3 triliun. Wakaf uang itu lebih luwes ketimbang zakat, karena untuk keperluan sosial keagamaan yang lebih luas. Untuk mewakafkan uang pun tidak hanya dilakukan kalangan berduit dan bisa pula dimanfaatkan orang mampu.

    Dalam kesempatan itu juga disampaikan mengenai membangun keluarga utama. Mundir Hasan dan Ahmad Sugandi yang telah mendapatkan diklat dari Badan Wakaf Indonesia dan Kementerian Koperasi dan UKM itu menjadi narasumbernya. Peserta sebanyak 30 orang dari manajer BMT se-Kebumen yang tergabung dalam Perhimpunan BMT Indonesia.

    “Kegiatan ini dari kita untuk kita.” Dalam membangun keluarga utama itu, dengan membiasakan melakukan kegiatan mulia, seperti senang sedekah, membaca Alquran, shalat tahajud, silaturahmi, puasa sunat, mengaji, dan memakmurkan masjid. (K5-32/SuaraMerdeka)


    _________________________________________________________________________________________

    DOWNLOAD CONTOH SURAT LAMARAN KERJA YANG BAIK DAN SIMPEL SERTA TEMPLATE DAFTAR RIWAYAT HIDUP(CURICULUM VITAE)

    _________________________________________________________________________________________
    KIRIMKAN INFORMASI / TULISAN / OPINI / UNEK-UNEK ANDA KE:
    beritakebumen@gmail.com

    =============================================================
    Untuk mendapatkan informasi terbaru, dan yang tidak terposting silahkan ikuti di:
    | FACEBOOK GRUP | FACEBOOK PROFIL | FACEBOOK FAN PAGE | TWITTER |
    =============================================================
     
    Berita Kebumen : Tentang | Redaksi | Donatur | Iklan | TOS | Faq | Kontak
    Copyright © 2009-2013. Berita Kebumen On Line - All Rights Reserved
    Edited by BK Team Published by Berita Kebumen On Line
    Supported by Google