Headlines News :

    Layanan Aspirasi dan Pengaduan Rakyat

    Layanan Aspirasi dan Pengaduan Rakyat
    Terdapat permasalahan pembangunan dan layanan publik di sekitar anda? Adukan semuanya di LAPOR! ========================================

    Portal PKH Kabupaten Kebumen














    PKBI: 10 Persen Penderita Aids Kalangan Remaja

    SEMARANG (www.beritakebumen.info) - Perkumpulan Keluarga Berencana Indonesia (PKBI) Jawa Tengah menyebutkan sekitar 10 persen dari jumlah penderita AIDS di wilayah itu merupakan kalangan remaja.


    "Kami mencatat temuan penderita AIDS di Jateng per 31 Desember 2013 sudah mencapai 3.852 orang," kata Direktur Eksekutif Daerah PKBI Jateng Elisabeth S.A. Widyastuti di Semarang, Senin.

    Menurut dia, kalangan remaja yang dimaksudkannya itu dengan rentang usia antara 10 dan 24 tahun. Akan tetapi, jumlahnya bisa saja bertambah karena kasus HIV/AIDS seperti fenomena gunung es.

    Berdasarkan data PKBI Jateng, disebutkan bahwa jumlah penderita AIDS di wilayah itu sebanyak 3.852 orang, kemudian penderita HIV sebanyak 4.472 orang, dan 899 penderita di antaranya meninggal dunia.

    Elisabeth menjelaskan temuan kasus HIV/AIDS dari tahun ke tahun cenderung mengalami kenaikan, dan bisa saja merupakan penderita baru maupun penderita lama tetapi baru diketahui.

    Ia menyebutkan pada tahun 2010 dengan temuan sebanyak 373 kasus HIV dan 501 AIDS, pada tahun 2011 sebanyak 756 kasus HIV dan 521 AIDS, dan pada tahun 2012 sebanyak 607 kasus HIV dan 797 kasus AIDS.

    "Pada tahun 2013, temuannya kembali naik, yakni sebanyak 1.219 kasus HIV dan 1.063 kasus AIDS. Kami prihatin mereka yang terinfeksi HIV/AIDS ini kebanyakan kalangan usia produktif," katanya.

    Temuan kasus HIV/AIDS yang paling tinggi, kata dia, pada rentang usia 25--29 tahun sebesar 21,9 persen yang diindikasikan mereka sudah terinfeksi HIV pada usia 3--10 tahun sebelumnya atau masih remaja.

    "Tingginya temuan kasus HIV/AIDS pada remaja dan anak muda karena mereka memang menjadi kelompok rentan, misalnya terlibat penyalahgunaan narkotik dan pergaulan bebas," katanya.

    Sebagai salah satu upaya penanggulangan HIV/AIDS, PKBI Jateng berencana menggelar sebuah ajang bagi remaja dan anak muda untuk berekspresi melalui seni dan hobi memeringati Hari Remaja Sedunia.

    "Hari Remaja Sedunia kan diperingati setiap 12 Agustus. Kami ingin menyediakan wahana bereskpresi bagi para remaja dan anak muda. Mereka juga akan diedukasi tentang HIV/AIDS," kata Elisabeth.

    Rencana peringatan Hari Remaja Sedunia yang berlangsung pada tanggal 2--6 September 2014, kata dia, diawali dengan pelatihan bagi para remaja, dipungkasi dengan "Ajang Xpresi Remaja" pada tanggal 5--6 September 2014. (AntaraJateng)


    KIRIMKAN INFORMASI / TULISAN / OPINI / UNEK-UNEK ANDA KE:
    beritakebumen@gmail.com

    =============================================================
    Untuk mendapatkan informasi terbaru, dan yang tidak terposting silahkan ikuti di:
    | FACEBOOK GRUP | FACEBOOK PROFIL | FACEBOOK FAN PAGE | TWITTER |
    =============================================================

    Warga Pasar Prembun Mengamuk, Rumah Kontainer Sampah Dirobohkan

    PREMBUN (www.beritakebumen.info) - Warga lingkungan Pasar Prembun, Kebumen mengamuk, Minggu (31/8). Mereka merobohkan rumah kontainer di pojok barat depan pasar tersebut. Warga beralasan sudah berulang-ulang protes terkait keberadaan rumah kontainer sampah yang menimbulkan bau menyengat itu. Namun hingga saat ini tidak mendapatkan tanggapan secara jelas dari pihak terkait.

    Padahal pasar yang dibangun dengan dana Rp 6 miliar itu, awalnya tidak ada bangunan yang ditempati kontainer sampah. Namun setelah tiga bulan sejak diresmikannya Pasar Prembun itu, baru mulai ada rumah kontainer sampah.

    Pasar Prembun diresmikan bersamaan dengan Pasar Tumenggungan, Pasar Jatisari, Pasar Prembun, Pasar Tlogopragoto, dan Pasar Karanganyar pada 2 Juli 2013 silam.

    Keberadaan bangunan yang baru muncul belakangan itu pun langsung mendapat protes dari warga lingkungan Pasar Prembun. Terutama pemilik rumah makan yang menempai kios Pasar Prembun maupun sekitarnya. Seperti warung makan Rahayu, Warunge Bu'e milik Ny Harjo yang berada di seberang jalan utara pasar serta warung makan milik Wiji di barat bangunan rumah kontainer tersebut.

    Warga mengaku sudah berulang-ulang menemui pengelola pasar dan meminta agar bangunan itu dipindah ke belakang pasar. Namun ternyata tidak pernah mendapat tanggapan secara jelas. Bahkan warga juga telah menyampaikan keluhan ke pemerintah Kecamatan Prembun dan Pemkab Kebumen, baik Dinas Kesehatan maupun Dinas Pekerjaan Umum (DPU). "Pemerintah desa dalam hal ini tidak bisa berbuat banyak, karena dalam pembangunannya saja kami tidak diberi tahu," jelas Kepala Desa Prembun Slamet Suharno, kemarin.

    Hingga kemudian warga memberi batas waktu kepada pengelola pasar untuk menindaklanjuti protes tersebut. Pemberian batas waktu itu berdasarkan hasil musyawarah warga. Namun juga tidak mendapatkan tanggapan secara jelas. Hingga kemudian warga lingkungan Pasar Prembun melampiaskan amarahnya dengan merobohkan rumah kontainer sampah, kemarin.

    Slamet Suharno mengaku tidak bisa mencegah aksi mereka. Pagi kemarin, dia mengaku hanya dikabari akan ada demonstrasi yang menuntut agar bangunan rumah kontainer sampah dipindah. "Kalau bisa, dibicarakan secara baik-baik dulu. Jangan demo, apalagi sampai anarkis," tutur Slamet kepada warga yang memberitahukan rencana aksinya itu.

    Hingga kemudian, Slamet yang tengah menghadiri pengajian itu dikabari ada tindakan anarkis dari warga lingkungan Pasar Prembun yang mengakibatkan bangunan rumah kontainer sampah roboh. Selanjutnya Slamet menerima pesan singkat dari Kepala Pasar Prembun Gunadi yang menyayangkan tindakan perusakan tersebut. (K5-32,88/suaramerdeka)


    KIRIMKAN INFORMASI / TULISAN / OPINI / UNEK-UNEK ANDA KE:
    beritakebumen@gmail.com

    =============================================================
    Untuk mendapatkan informasi terbaru, dan yang tidak terposting silahkan ikuti di:
    | FACEBOOK GRUP | FACEBOOK PROFIL | FACEBOOK FAN PAGE | TWITTER |
    =============================================================

    BK Sosial: Jumirah Tak Lagi Tidur di Tanah, Fitri dan April Sumringah

    Inilah 'tempat tidur' Jumirah sehari-hari. (foto: Yogi P)
    KUTOWINANGUN (www.beritakebumen.info) - Entah berapa tahun lamanya Jumirah (14), bocah yatim asal Desa Tunjungseto Kecamatan Kutowinangun Kabupaten Kebumen ini terpaksa tidur di atas lantai tahan dengan hanya beralaskan sebuah tikar kumal. Telah lama pula siswi kelas delapan SMP Negeri 1 Kutowinangun ini harus belajar dalam remang-remang cahaya dari sebuah sumber penerangan satu-satunya di rumahnya. Ditambah hembusan angin malam yang menusuk dari celah-celah bilik rumahnya yang telah rapuh. Apalagi jika musim penghujan tiba, atap rumah yang sudah tua dan penuh lubang tak mampu melindungi Jumirah dan ibunya Mutingah dari cucuran air hujan.

    Tragis memang, 69 tahun sudah Indonesia merdeka namun masih ada saja anak bangsa yang jauh dari sejahtera. Begitulah kenyataan yang harus dialami Jumirah sejak ditinggalkan sang ayah lima tahun lalu. Muntingah dan putrinya harus berjuang bertahan hidup dalam keterbatasan. Muntingah hanya mengandalkan penghasilan dengan bantu-bantu di sawah, kondisinya kini mulai lemah. Jumirah dan ibunya memang kerap mendapat bantuan dari tetangganya untuk kebutuhan sehari-hari, namun itu jelas tak cukup. Sayangnya lagi, Jumirah rupanya tidak mendapatkan beasiswa dari sekolah tempat ia belajar.

    Mengetahui hal itu, para relawan Berita Kebumen (BK) Sosial pun bergegas menuju lokasi, Minggu (31/8/2014). Kali ini BK Sosial memberikan bantuan berupa tempat tidur, lengkap dengan kasur, sprei dan bantal juga sejumlah uang tunai yang terkumpul dari para relawan dan donatur BK Sosial.

    Muntingah dan putrinya Jumirah menerima bantuan tersebut dengan gembira. Dalam waktu dekat rumah Jumirah juga bakal dibedah, namun Jumirah maupun ibunya sengaja tidak diberitahu terlebih dahulu.

    "InsyaAlloh dalam waktu dekat ini, tapi Jumirah dan Ibunya tidak diberitahu dulu." ujar Yogi, salah satu aktivis relawan BK Sosial.

    Bantu Anak yang Ditinggal Merantau

    Selanjutnya, di hari yang sama, para pejuang BK Sosial meluncur ke Desa Setrojenar, Kecamatan Buluspesantren. Mereka menyambangi dua bocah kakak beradik yang hanya tinggal berdua di rumah. Fitria Damayanti yang baru duduk di bangku kelas 7 SMP harus mengasuh adiknya Cantika Aprilia kelas 4 SD. Ibunda mereka merantau jauh di Jakarta sebagai pembantu rumah tangga dan jarang pulang.

    Beruntung masih ada Suharti, tetangga mereka yang peduli. Sembari meneteskan air mata, Suharti menceritakan kisah pilu sang dua bocah bersaudara.

    "Kalau mereka tidak punya makanan selalu bilang kepada saya." ujar Suharti terbata kepada BK Sosial.

    BK Sosial pun memberikan bantuan uang tunai kepada mereka. Meski jumlahnya tak seberapa, Rp 700.000,-, semoga dapat membantu meringankan beban mereka. Fitri dan April pun nampak sumringah meski malu-malu menerimanya.

    BK Sosial adalah sebuah gerakan kepedulian Berita Kebumen On Line. Seluruh sumbangan dari para relawan, dermawan dan donatur yang masuk ke rekening BK Sosial disalurkan sepenuhnya kepada yang berhak tanpa dikurangi sepeser pun. (BK01/mat)


    Sekilas BK SOSIAL..!

    KIRIMKAN INFORMASI / TULISAN / OPINI / UNEK-UNEK ANDA KE:
    beritakebumen@gmail.com

    =============================================================
    Untuk mendapatkan informasi terbaru, dan yang tidak terposting silahkan ikuti di:
    | FACEBOOK GRUP | FACEBOOK PROFIL | FACEBOOK FAN PAGE | TWITTER |
    =============================================================

    Inilah Data Kenaikan Tarif Listrik Per 1 September 2014

    JAKARTA (www.beritakebumen.info) - Mulai Senin (1/9) dini hari nanti pukul 00:00 WIB, tarif tenaga listrik (TTL) untuk enam golongan pelanggan akan kembali naik sesuai jadwal dua bulanan. Oleh karena itu, PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) mengimbau agar masyarakat semakin bijak dalam menggunakan listrik.
    "Ini kenaikan tarif listrik yang sudah dimulai sejak 1 Juli, jadi sesuai jadwal ini sudah masuk dalam tahap kedua yaitu naik lagi per 1 September. Hitung-hitungannya sudah ada tabelnya jadi tinggal mengikuti saja, tidak ada yang berubah. Masyarakat seharusnya tidak perlu kaget karena ini rutin," ujar Manajer Senior Komunikasi Korporat PLN Bambang Dwiyanto kemarin (30/8).
    Adapun Tabel Kenaikan Tarif Listrik per 1 September 2014, sebagai berikut:

          Pelanggan                                                            Sebelum                 Per 1September
    1.
    Golongan industri I-3                                            Rp 964/kwh                 Rp1.075/kWh
    2. Golongan P2 >200 kVa                                         Rp 1.081/kWh             Rp 1.139/kWh
    3. Golongan R-1 daya 2.200 Va                               Rp 1.109/kWh             Rp 1.224/kWh
    4. Golongan R-2 daya 3.500-5.500 Va                   Rp 1.210/kWh              Rp 1.279/kWh
    5. Golongan R-1 daya 1.300 Va                               Rp 1.090/kWh              Rp 1.214/kWh
    6. Golongan P-3    (penerangan jalan umum)      Rp 1.104/kWh              Rp 1.221/kWh

    PLN mengimbau agar pelanggan mengikuti saja jadwal dan besaran yang akan diberlakukan. Sesuai Peraturan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral No 19/2014, kenaikan tarif listrik dilakukan secara bertahap selama tiga kali.
    "Sesuai dengan yang sudah diumumkan sebelumnya, tahun ini ada enam katogori golongan yang tarif listriknya naik, termasuk untuk rumah tangga," tegasnya.
    Keenam pelanggan listrik yang mengalami penyesuaian tarif tahun ini antara lain, golongan industri menengah non-go publik (I-3), golongan rumah tangga (R-2) daya 3.500-5.500 VA, golongan Rumah Tangga (R-1) TR 2.200 VA, golongan rumah tangga (R-1) berdaya 1.300 VA, golongan pelanggan pemerintah (P2) dengan daya di atas 200 KVA, dan golongan penerangan jalan umum (P-3).
    Perhitungan tarif tenaga listrik yang baru akan mulai dilakukan sesuai besaran yang telah ditetapkan mulai pukul 00:00 WIB. Dari enam golongan, persentase kenaikan tertinggi terjadi pada listrik rumah tangga 1.300 volt ampere (VA). Mulai 1 September besok, tarif listrik pelanggan 1.300 VA naik dari sebelumnya Rp 1.090 per KWh menjadi Rp 1.214 per KWh, atau meningkat 20 persen.
    "Golongan ini dipandang sudah cukup mampu," kata Bambang.
    Namun, dia mengingatkan tarif baru per 1 September tersebut hanya berlaku hingga 31 Oktober 2014. Sebab sesuai dengan aturan, kenaikan tarif listrik dilakukan per dua bulan sekali pada tahun ini. Kenaikan pertama sudah pernah dilakukan pada 1 Juli 2014, lalu kenaikan kedua dilakukan 1 September dan kenaikan ketiga akan dilakukan pada 1 November 2014.
    "Nanti per 1 November 2014 ada kenaikan lagi," tegasnya.
    Terkait kenaikan tarif listrik ini, PLN meminta masyarakat agar lebih irit dan bijak dalam menggunakan listrik.
    Bambang mengakui setiap paska kenaikan tarif listrik, memang ada sedikit penurunan konsumsi listrik oleh masyarakat karena ada upaya penghematan.
    "Berdasar pengalaman sih ada penurunan tapi tidak terlalu besar. Yang kami harapkan sih turun supaya pertumbuhan konsumsi tidak terlalu besar," tukasnya.
    Setidaknya, lanjut Bambang, kenaikan listrik bisa mengurangi beban subsidi yang terlalu besar. Pada tahun 2014 subsidi listrik ditetapkan Rp 94,26 triliun, namun dengan kenaikan tarif listrik untuk enam golongan mulai 1 Juli hingga 1 November 2014, subsidi listrik dapat dihemat Rp 8,51 triliun sehingga menjadi hanya Rp 85,75 triliun.
    "Kebijakan ini tentu meringankan beban negara dan PLN dalam menyediakan listrik," jelasnya.(wir)

    KIRIMKAN INFORMASI / TULISAN / OPINI / UNEK-UNEK ANDA KE:
    beritakebumen@gmail.com

    =============================================================
    Untuk mendapatkan informasi terbaru, dan yang tidak terposting silahkan ikuti di:
    | FACEBOOK GRUP | FACEBOOK PROFIL | FACEBOOK FAN PAGE | TWITTER |
    =============================================================

    Kisah Anak Petani Kebumen Yang Lulus di UI

    KEBUMEN (www.beritakebumen.info) - Impiannya untuk meraih gelar sarjana di salah satu perguruan tinggi terkemuka di Indonesia terjawab sudah. Berangkat dari keluarga yang kurang mampu, nyatanya tak menyurutkan semangat gadis ini untuk menantang kerasnya ibu kota.

    Wahyu Wijayanti, gadis usia 21 tahun asal Desa Jatimalang, Rt 01 Rw 02, Kecamatan Klirong, Kebumen, Jawa Tengah dinyatakan lulus usai menempuh pendidikan tinggi di Unversitas Indonesia (UI), Depok.

    Dengan IPK 3,5 mahasiswi angkatan 2010 jurusan Fakultas Ilmu Keperawatan ini akhirnya resmi diwisuda bersama ribuan mahasiswa lainnya di Balairung UI Depok, Jumat 29 Agustus 2014.

    Langkah panjang dalam menggapai mimpi bagi putri pertama dari empat bersaudara pasangan Yamadi 69 tahun (ayah) dan Surip 70 tahun (ibu) itu tidaklah seindah mahasiswa kebanyakan. Maklum saja, pasalnya sang ayah hanya berprofesi sebagai buruh serabutan yang penghasilannya tak lebih dari Rp600 ribu per bulan. Sedangkan ibunya, hanyalah ibu rumah tangga.

    Biaya hidup selama menempuh pendidikan di UI Depok tentu saja membutuhkan biaya mahal lantaran ia harus tinggal di kosan. Belum lagi, sang ayah harus mencukupi kebutuhan hidup sehari-hari keluarga dan tiga adiknya yang masih kecil.

    Beruntung, gadis yang pandai mengaji ini mendapatkan bantuan khusus dari beasiswa Bidikmisi yang diselenggarakan oleh Kementerian Pendidikan. Hanya inilah satu-satunya cara bagi Wijayanti meringkan beban orangtua.

    Dengan beasiswa sebesar Rp 3,5 juta per bulan, ia harus mengatur pengeluaran sehemat mungkin. Untuk biaya kos misalnya, ia harus menyiapkan bajet sekitar Rp 500 ribu perbulan. Belum lagi makan, transportasi, dan kebutuhan lainnya. Bahkan sang ayah terpaksa menggadaikan sawah di kampungnya untuk mencukupi kebutuhan hidup selama mengenyam pendidikan di UI.

    "Aku bisa masuk sini (UI) ikut ujian SIMAK. Aku lulus dari SMAN 1 Kebumen. Aku hanya bisa berdoa dan ikhtiar, alhamdulillah bisa diterima dan lulus di perguruan ini. Bapakku hanya buruh serabutan yang kadang harus ke sawah. Bapak pekerja keras banget, aku merubah kehidupan keluarga menjadi lebih baik," tutur gadis berkerudung ini dengan mata berkaca-kaca.

    Rencananya, setelah lulus dari sini Wijayanti ingin melanjutkan pendidikan-nya ke kejuruan. Selain ingin merubah perkonomian keluarga, gadis yang memiliki lesung pipi ini juga ingin merubah gaya hidup sehat di kampungnya. Sebab ia menilai, di dusunnya itu tingkat kesadaran kesehatan masih sangat rendah.

    "Iya di kampungku orang-orangnya masih cuek dengan kesehatan. Jika sakit mereka hanya menggunakan jamu tradisional dan yang bahayanya masih suka mengkonsumsi sembarang obat. Tingkat kesadaran akan kesehatan masih sangat rendah," ujarnya.

    Selain ingin berperan aktif dalam segi kesehatan di kampungnya, Wijayanti juga memiliki niat yang tulus. Ia rupanya ingin sekali bisa dikirim ke daerah terpencil.

    "Aku ingin ilmu yang aku dapat bisa dinikmati semua orang, khususnya mereka yang kurang mampu. Dan jika dikasih kesempatan, aku lebih memilih ke pelosok, biar lebih ada tantangannya," pungkasnya sambil tersenyum.

    Cari uang tambahan

    Tak hanya Wijayanti, nasib yang nyaris serupa lantaran berasal dari kalangan kurang mampu juga dialami Agie Ramadhan, pemuda 22 tahun asal Ciawi, Ciherang Jawa Barat. Namun hal itu tak mematahkan semangatnya untuk membungkam keangkuhan kota metropolitan.

    Dengan IPK 31,6, anak pertama dari dua bersaudara pasangan Aceng Sudrajat dan Sumiati ini akhirnya juga resmi menjadi sarjana dari Fakultas MIPA UI setelah di wisuda Jumat siang.

    Bukan hal mudah bagi Agie untuk bisa diterima dan lulus dengan nilai tinggi di kampus ini. Terlebih, sang ayah yang telah tiada memaksanya untuk ikut mengeluarkan keringat selama mengenyam pendidikan di UI. Meski mendapat bantuan beasiswa dari Bidikmisi Kementerian Pendidikan sebesar Rp 3,5 juta, rupanya ia tidak ingin berpangku tangan begitu saja.

    Maklum, selama tinggal dirantau, Egie harus membayar sewa kamar kos sekitar Rp 400 ribu dan kebutuhan hidup sehari-hari. Sedangkan uang beasiswa yang dikirim tiap semester hanya ia gunakan untuk kebutuhan akademik. Ibu Egie yang hanya seorang ibu rumah tangga jelas tak sanggup jika harus memikirkan kebutuhannya selama menjadi mahasiswa.

    Berbeda dengan Wijayanti, Agie rupanya punya cara tersendiri dalam menyiasati minimnya keuangan. Ia memilih mencari tambahan dengan membuka les privat untuk mereka yang duduk di bangku SMP dan SMA. Cara ini dirasakan Agie cukup ampuh untuk memenuhi kebutuhan lainnya.

    "Pusing sih iya, cuma pintar-pintar kita ngatur uangnya saja. Saya gunakan skala prioritas, ya yang mendesak harus didahulukan. Saya sempat ya beberapa kali terpaksa harus pinjam ke teman atau saudara karena kebutuhan. Beasiswa ada, tapi saya gunakan untuk pendidikan dan kebutuhan selama jadi mahasiswa saja," ucapnya pada VIVAnews.

    Setelah akhirnya lulus, Agie memiliki impian untuk bergabung di sebuah perusahaan ONS Company. Ia bertekad untuk merubah perekonomian keluarga dengan menggantung impiannya di perusahaan tersebut.

    UI melakukan upacara wisudawan dengan total 2.944 lulusan. Dalam sambutannya, Rektor UI Muhammad Anis memberikan apresiasi kepada para wisudawan yang berhasil menyelesaikan studinya di UI.

    Dalam pidatonya, ia pun mengajak para alumni untuk memperkuat nama UI dengan berkontribusi membangun peradaban Indonesia dan dunia yang lebih baik.

    "Kalian harus siap menghadapi era internasionalisasi dan globalisasi melalui bidang keilmuannya masing-masing, terutama dalam menghadapi masyarakat ekonomi asean di tahun 2015 nanti. Dan akhirnya, saya ucapkan selamat untuk para wisudawan," demikian Anis. (ita/vivanews)


    KIRIMKAN INFORMASI / TULISAN / OPINI / UNEK-UNEK ANDA KE:
    beritakebumen@gmail.com

    =============================================================
    Untuk mendapatkan informasi terbaru, dan yang tidak terposting silahkan ikuti di:
    | FACEBOOK GRUP | FACEBOOK PROFIL | FACEBOOK FAN PAGE | TWITTER |
    =============================================================

    Playpass Meriahkan HUT Pramuka

    KEBUMEN (www.beritakebumen.info) - Flaypass 4 pesawat terbang, serta terjun payung yang melibatkan Saka Dirgantara Wirasaba Purbalingga serta dari Lanud Adisucipto Yogyakarta, akan memeriahkan peringatan Hari Pramuka tingkat kwartir Daerah Jawa Tengah di alun-alun Kabupaten Kebumen, hari ini Sabtu (30/08/2014).

    Selain flaypass juga akan digelar aksi kolone senjata, aeromedeling, paramotor, disaksikan Ganjar Pranowo selaku Ketua Majelis Pembimbing Daerah (Mabida) Gerakan Pramuka Jateng.

    Menurut Ketua Kwartir Cabang Gerakan Pramuka Kabupaten Kebumen yang juga Wakil Bupati Kebumen, Djuwarni, peringatan Hari Pramuka Ke-53 Tingkat Kwartir Daerah Jateng di Kebumen juga diisi karya bakti Pramuka berupa bedah 6 rumah tidak layak huni di Desa Kejawang Kecamatan Sruweng.

    Selain itu, gerakan mencabut paku yang menancap di pohon yang dilakukan Kwartir Ranting Gerakan Pramuka di setiap kecamatan. Dalam kegiatan tersebut, ada yang berhasil mencabut paku sebanyak 35 kilogram. "Karya bakti Pramuka yang lain membantu air bersih, serta bumbung kemanusiaan yang hasilnya untuk sosial, seperti membantu kursi roda atau kaki palsu bagi yang membutuhkan," jelas Djuwarni.

    Seperti diketahui, di Alun-alun Kebumen, Jumat (29/8/2014) siang, 26 Kwartir Ranting Gerakan Pramuka Kecamatan mengikuti lomba menghias tiang tenda kehormatan. Tiang dihias dengan sayuran dan buah-buahan lokal. Dalam waktu yang sama juga digelar kirab tunas kelapa. (Suk/krjogja)


    KIRIMKAN INFORMASI / TULISAN / OPINI / UNEK-UNEK ANDA KE:
    beritakebumen@gmail.com

    =============================================================
    Untuk mendapatkan informasi terbaru, dan yang tidak terposting silahkan ikuti di:
    | FACEBOOK GRUP | FACEBOOK PROFIL | FACEBOOK FAN PAGE | TWITTER |
    =============================================================

    Hidupkan Pramuka di Pedesaaan

    KEBUMEN (www.beritakebumen.info) - Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, direncanakan hari ini Sabtu (30/08/2014) menghadiri puncak peringatan hari Pramuka ke 53 tingkat Jawa Tengah di alun-alun Kabupaten Kebumen.

    Sehubungan hal tersebut Ketua Kwartir Cabang Gerakan Pramuka Kabupaten Kebumen yang juga Wakil Bupati Kebumen, Djuwarni mengajak Kepala desa (kades) diminta proaktif menghidupkan Pramuka melalui Gugus Depan (Gudep) Teritorial di desanya masing-masing.

    Ajakan tersebut disampaikan Gudep Teritorial harus dihidupkan karena Pramuka mempunyai andil yang besar dalam membentuk karakter bangsa. Hanya saja, belum banyak kepala desa yang menyadari kalau posisinya adalah Ketua Majelis Pembimbing Desa (Kamabisa)."Pramuka tidak hanya di sekolah. Tetapi di semua lapisan masyarakat. Di desa, ada Gudep Teritorial dengan kepala desa sebagai Kamabisa. Itu yang belum disadari kepala desa sehingga baru ada lima Gudep Teritorial di Kabupaten Kebumen," jelas Djuwarni.

    Djuwarni yang hendak memasyarakatkan Gerakan Pramuka dan kepramukaan sekaligus mempramukakan masyarakat, juga mengakui masih kekurangan pembina Pramuka bersertifikat Kursus Mahir Dasar (KMD)."Pembina Pramuka tidak boleh sembarang, harus yang sudah lulus KMD. Di Kabupaten Kebumen, jumlahnya memang masih terbatas," papar Djuwarni yang sibuk mempersiapkan peringatan Hari Pramuka Ke-53 Tingkat Kwartir Daerah Jateng yang rencananya dihadiri Gubernur Jateng Ganjar Pranowo, Sabtu ini. (Suk/krjogja)


    KIRIMKAN INFORMASI / TULISAN / OPINI / UNEK-UNEK ANDA KE:
    beritakebumen@gmail.com

    =============================================================
    Untuk mendapatkan informasi terbaru, dan yang tidak terposting silahkan ikuti di:
    | FACEBOOK GRUP | FACEBOOK PROFIL | FACEBOOK FAN PAGE | TWITTER |
    =============================================================
     
    Berita Kebumen : Tentang | Redaksi | Donatur | Iklan | TOS | Faq | Kontak
    Copyright © 2009-2013. Berita Kebumen On Line - All Rights Reserved
    Edited by BK Team Published by Berita Kebumen On Line
    Supported by Google