Peserta seleksi CPNS mengikuti tes SKD di Gedung Wiworo Wiji Pinilih Magelang, Rabu (14/11). Sudarno ahmad/ekspres
MAGELANG (www.beritakebumen.info) - Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) Pemkab Kebumen, digelar mulai Sabtu (10/11) hingga Rabu (14/11) di Gedung Wiworo Wiji Pinilih Magelang.

Hingga hari keempat, sebanyak 5.323 peserta hadir mengikuti seleksi yang digelar lima sesi dalam sehari. Dari jumlah yang mengikuti ujian tes kompetensi dasar dengan menggunakan sistem computer asisted test (CAT), hanya 277 peserta yang dinyatakan memenuhi passing grade (PG). Sebagaimana diatur Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan-RB) Nomor 37 Tahun 2018.

Yakni pada hari pertama Sabtu (10/11), dari 1.329 peserta yang mengikuti seleksi yang lolos passing grade sebanyak 92 orang. Kemudian pada Minggu (11/11), dari 1.341 peserta yang lolos passing grade hanya 77 orang. Senin (12/11) sebanyak 1.332 peserta lolos passing grade 19 orang. Sedangkan Selasa (13/11) dari 1.321 peserta yang lolos passing grade hanya 89 orang.

Minimnya peserta yang lolos seleksi menjadi perhatian Sekda Ahmad Ujang Sugino, saat meninjau pelaksanaan seleksi SKD di Gedung Wiworo Wiji Pinilih Magelang, Rabu (14/11). “Ini menjadi keprihatinan kita. Ini akan dievaluasi secara nasional. Karena terjadi bukan hanya untuk Kebumen, tetapi di semua tempat seperti ini,” terang Ujang.

Ujang berharap, akan ada kebijakan dari panitia seleksi nasional sehingga formasi CPNS di Kabupaten Kebumen akan tetap terpenuhi. “Kita tetap mengharapkan tahun depan akan ada seleksi CPNS lagi untuk Kebumen,” ujarnya.

Meski banyak yang tidak lolos passing grade, Ujang memberikan apresiasi terhadap penyelenggaraan seleksi CPNS untuk Kebumen. Sebab, penyelenggaraan lebih objektif. “Semua peserta bisa menilai diri masing masing. Sehingga tidak ada suudzon,” imbuhnya.

Kepala Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan Daerah (BKPPD) Supriyandono mengatakan, sebanyak 6.236 pelamar CPNS Pemkab Kebumen yang dinyatakan lolos seleksi administrasi mengikuti SKD.

Dalam satu hari, lanjut Supriyandono, SKD digelar lima sesi. Setiap sesinya diikuti oleh 270 orang. Hal ini lantaran komputer yang disediakan jumlahnya 270 unit.

Ia menambahkan, untuk melewati tahap SKD CPNS 2018, pelamar harus melewati angka passing grade yang telah ditentukan pada tiap jenis soal. Di soal Tes Karakteristik Pribadi (TKP) pelamar CPNS 2018 harus meraih passing grade minimal 143.

Untuk Tes Intelegensi Umum (TIU), nilai minimalnya adalah 80. Sedangkan tes wawasan kebangsaan (TWK) nilai minimalnya adalah 75. Apabila pelamar CPNS 2018 tak mampu melewati batas nilai minimal itu maka mereka langsung dinyatakan gugur walaupun memiliki nilai total yang tinggi.

“Bagi yang dinyatakan lolos nantinya, mereka juga akan mengikuti Seleksi Kompetisi Bidang (SKB) yang juga menggunakan CAT,” imbuhnya. (ori)



Sumber: RadarBanyumas



Barang bukti pembunuhan. (Foto: Humas Polres Kebumen)
BONOROWO (www.beritakebumen.info) - Peristiwa tragis terjadi di Desa Bonorowo, Kecamatan Bonorowo Kebumen. Seorang ibu rumah tangga Eni Hernawati (27) ditemukan tewas bersimbah darah di dalam rumahnya Kamis (15/11/2018) dini hari. Diduga pelaku pembunuhan adalah suaminya sendiri Daryono (38)yang tega menghabisi nyawa sang istri dengan sebilah celurit. Setelah menghabisi nyawa sang istri, pelaku juga nekat melakukan percobaan bunuh diri dengan cara meminum racun.

Peristiwa itu pertama kali diketahui oleh Jogo Sutrisno, ayah pelaku, yang mendengar keributan dari dalam rumah anaknya kurang lebih pukul 02.30 WIB. Ia berusaha masuk ke dalam rumah anaknya, namun tak bisa karena pintu terkunci dari dalam. Kemudian ia memanggil Jumali tetangganya untuk masuk kedalam rumah bersama-sama.

Setelah berhasil mencongkel pintu rumah, keduanya melihat korban sudah meninggal dunia bersimbah darah dengan luka akibat sabetan senjata tajam disekujur tubuhnya. Sedangkan DS ditemukan tergeletak tidak sadarkan diri disamping mayat istrinya. Dari mulut DS terlihat mengeluarkan busa. Polisi menduga, DS berupaya bunuh diri setelah melakukan aksinya.

Petugas Polsek Bonorowo Polres Kebumen yang mendatangi Tempat Kejadian Perkara (TKP) segera membawa DS ke RSUD Prembun untuk segera mendapatkan pertolongan medis.

Kapolres Kebumen AKBP Arief Bahtiar melalui Kasubbag Humas AKP Suparno membenarkan peristiwa tersebut.

“Di TKP, Tim Olah TKP dari Inafis Polres Kebumen menemukan sebilah sabit yang diduga digunakan pelaku untuk menganiaya korban. Selain itu juga ditemukan bekas muntahan yang diduga ada bekas racun untuk kami bawa ke Laboratorium forensik.” papar Kasubbag Humas.

“Kami masih melakukan pendalaman dengan melakukan pemeriksaan terhadap saksi-saksi untuk mengetahui motif kenapa DS tega membunuh istrinya,” lanjut AKP Suparno.

Pelaku dan korban merupakan pasangan suami-istri yang baru menikah pada Bulan April 2018 lalu.







Powered by Blogger.