13 March 2019

Pilkades Serentak 400 Desa Digelar Tahun Ini, Ada Sanksi Tegas Bagi Kades yang Muwur

Pilkades Serentak 400 Desa Digelar Tahun Ini, Ada Sanksi Tegas Bagi Kades yang Muwur

Sekda Kebumen, H. Ahmad Ujang Sugiono memberikan sambutan pada Sosialisasi Pilkades Kebumen Tahun 2019
KEBUMEN (www.beritakebumen.info) - Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) di 400 desa di 26 kecamatan yang ada di Kabupaten Kebumen akan digelar serentak di tahun 2019 ini. Pilkades serentak tersebut dibagi dua tahap, yakni tahap 1 digelar pada 25 Juni 2019 yang diikuti oleh 348 Desa. Selanjutnya, tahap 2 diselenggarakan sekitar November 2019 yang akan diikuti oleh 52 Desa.

Sosialisasi Pilkades di Kabupaten Kebumen tahun 2019 dilaksanakan di Ruang Jatijajar Komplek Pendopo Rumdin Bupati, Selasa (12/3/2019) kemarin. Acara dihadiri Plt Kepala Dispermades P3A Siti Nuriyatun Fauziyah, para camat yang wilayahnya akan menyelenggarakan Pilkades, serta pimpinan OPD di lingkungan Pemkab Kebumen.

Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Kebumen, H. Ahmad Ujang Sugiono, membuka langsung acara tersebut. Menurut Sekda, salah satu yang menjadi tantangan adalah mengatasi praktik money politik atau wuwuran. Karena hampir di setiap pemilihan Kepala Desa, selalu terjadi wuwuran. Banyak orang pesimis mengatasi hal ini, karena sudah menjadi tradisi turun temurun.

"Oleh karena itu, mulai tahun 2017 lalu, kita telah mencanangkan Pilkades Bersih Tanpa Wuwuran," ujarnya.

Tahun 2019 ini, Pemkab bertekad menghapus wuwuran atau praktek money politik yang terlanjur identik terjadi di Pilkades. Pemkab juga mendorong para tokoh muda di desa berani tampil ke depan maju sebagai calon kades. Termasuk, bagi mereka yang tidak punya modal kuat secara finansial juga diminta jangan ragu.

Menurutnya, Pilkades Bersih Tanpa Wuwuran bukanlah sekedar slogan, akan tetapi merupakan ikhtiar bersama untuk bisa menghasilkan Kepala Desa yang berkualitas. Tanpa ada embel-embel uang, namun semata-mata ingin mendapatkan pemimpin yang bersih, independen dan tidak memiliki hutang budi kepada pihak manapun.

"Harapannya dengan pencalonan yang murah, tanpa ada wuwuran, Kepala Desa yang nantinya terpilih bisa lebih fokus bekerja untuk masyarakat," tegasnya.

Pihaknya berharap, agar banyak warga yang memiliki kemampuan, jujur dan memenuhi syarat, berani maju mencalonkan diri di Pilkades, meski tidak memiliki banyak uang.

Ia menambahkan, sebagai payung hukum pelaksanaan Pilkades, Kabupaten Kebumen telah memiliki Perda Nomor 10 tahun 2016 tentang Pemilihan, Pengangkatan dan Pemberhentian Kepala Desa.

Kemudian, Perbup Nomor 22 tahun 2017 tentang Pemilihan dan Pengangkatan Kepala Desa dilaksanakan secara serentak.

"Melalui kedua payung hukum tersebut sangat memungkinkan terselenggaranya Pilkades Bersih dan Bermartabat. Bagi calon Kepala Desa yang terbukti melenggar ketentuan dan memberikan wuwuran dapat dikenai sanksi tegas berupa pembatalan untuk dilantik menjadi Kepala Desa," tandasnya.





Baca berita terkait lainnya

BERITA TERBARU:

© Copyright 2019 Berita Kebumen Online | All Right Reserved