======== Kunjungi Juga :=======

Petugas kejaksaan membawa terdakwa memasuki ruang sidang. (Foto: sorot.co)

KEBUMEN (www.beritakebumen.info) - Seorang siswi salah satu SMP di Kebumen menjadi korban akal bulus seorang tukang becak bernama Pamuji (42) warga Kelurahan Panjer Kecamatan Kebumen. Pelaku menyetubuhi korban berusia 14 tahun warga Kecamatan Sruweng yang masih duduk di kelas IX hingga hamil. Akibat perbuatan bejad pelaku, korban kini telah melahirkan anak perempuan pada 4 Januari 2019 lalu.

Dalam melancarkan aksinya pelaku mengaku sebagai Riski yang masih berstatus pelajar di salah satu SMK. Korban sampai terlena karena pelaku pandai menyamarkan dirinya. Pelaku yang ternyata seorang bapak dua anak ini selalu memanfaatkan waktu malam hari agar tidak dicurigai bahwa ia sudah tua. Pelaku juga selalu menggunakan penutup kepala baik topi ataupun sebo setiap bertemu korban.

Awal perkenalan pelaku dan korban melalui media sosial facebook November 2017. Keduanya memutuskan bertemu 20 Januari 2018 malam. Pamuji menemui korban di dekat rumahnya malam itu dan mengajaknya berkeliling Kebumen dengan sepeda motor.

Kemudian persetubuhan terjadi pada 21 Januari 2018 dini hari saat keduanya memutuskan beristirahat di salah satu pos ronda di Buluspesantren. Dengan proses yang hampir serupa, persetubuhan kedua terjadi Februari 2018 di tepi jalan daerah Buluspesantren dan terakhir 15 Mei 2018 di bawah jembatan Tembana Desa Kutosari, Kebumen.

Dikutip dari sorot.co, Pamuji yang kini berstatus terpidana ini dibekuk kepolisian November 2018 berdasarkan laporan orang tua korban. Laporan itu didasarkan kehamilan korban yang diketahui dari pihak sekolah setelah memeriksakan ke bidan dengan usia kandungan 7 bulan. Awalnya, korban dicurigai karena kerap pingsan dan mual saat proses pembelajaran.

Pamuji sendiri telah divonis majelis Hakim Pengadilan Negeri Kebumen yang diketuai Agung Prasetyo 8 tahun penjara dan denda Rp 60 juta subsidair 6 bulan penjara, Rabu (27/2). Pamuji terbukti bersalah melanggar Pasal 81 ayat 2 UU Perlindungan Anak junto Pasal 64 KUH Pidana. Atas vonis tersebut, JPU Jaksa Arif Wibisono maupun terdakwa menyatakan menerimanya.

"Mengadili terdakwa secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana persetubuhan dengan hukuman 8 tahun penjara dan denda Rp 60 juta atau jika tidak mampu membayar diganti kurungan 6 bulan penjara," ucap Agung saat membacakan amar putusan.

Sementara itu, Ketua P3AI Kebumen Syahrizal Guzri yang mendampingi korban mengungkapkan, kasus tersebut perlu menjadi perhatian Pemkab Kebumen. Perlu upaya pemulihan trauma psikis dan bantuan sosial dari pemerintah untuk korban. Terlebih, kondisinya kini menanggung anak tanpa pertanggungjawaban dari terdakwa.

"Kami mengharapkan korban dapat menempuh jalur pendidikan kembali, dimana tekad bersekolah korban masih tinggi," katanya usai persidangan.


Editor : BK | Sumber : sorot.co


Post a Comment

Silahkan Berkomentar yang Baik dan Bermanfaat!

Powered by Blogger.