14 February 2019

Tiga Anggota DPR RI Diperiksa KPK Terkait Kasus di Kebumen

Tiga Anggota DPR RI Diperiksa KPK Terkait Kasus di Kebumen

Ketua Komisi III DPR RI Kahar Muzakir menjadi salah satu anggota DPR yang diperiksa KPK sebagai saksi dalam kasus dugaan suap DAK Kebumen. (CNN Indonesia/Abi Sarwanto)
JAKARTA (www.beritakebumen.info) - Tiga anggota DPR RI diperiksa Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK),Selasa (12/2/2019) dalam pengusutan kasus dugaan suap pengesahan Dana Alokasi Khusus (DAK) di Kabupaten Kebumen.

Mereka yakni Ketua Komisi III DPR RI Kahar Muzakir, dua anggota Badan Anggaran (Banggar) DPR RI yakni Ahmad Riki Sadig, dan Said Abdullah.

Menurut Juru Bicara KPK Febri Diansyah, tiga saksi tersebut dikonfirmasi terkait proses dan prosedur pengajuan anggaran Dana Alokasi Khusus (DAK) fisik pada perubahan APBN TA 2016 untuk alokasi APBD-P Kab Kebumen TA 2016.

"Termasuk dalam posisi di Badan Anggaran DPR-RI sebelumnya," ujar Febri.

Sementara itu, saat keluar dari gedung KPK, Kahar irit bicara soal pemeriksaannya tersebut. Politikus Golkar itu diperiksa KPK dalam kasus suap DAK Kebumen sebagai saksi untuk tersangka Wakil Ketua DPR Nonaktif Taufik Kurniawan (TK).

Saat keluar dari gedung KPK sekitar pukul 17.30 WIB, Kahar mengaku dirinya dicecar tujuh pertanyaan oleh penyidik lembaga antirasuah itu.

"Saya dimintai keterangan tentang penganggaran 2016 sudah itu aja. Pertanyaanya cuma tujuh," ujar Kahar di Gedung Merah Putih KPK, Selasa (12/2) petang.

Setelah itu Kahar berjalan cepat menuju mobilnya dan segera meninggalkan markas KPK.

Dalam kasus dugaan suap DAK Kebumen, Taufik Kurniawan ditetapkan sebagai tersangka suap karena diduga menerima Rp3,65 miliar dari Bupati nonaktif Kebumen Muhamad Yahya Fuad.

Yahya mengaku bertemu dua kali dengan Taufik di Semarang dan Jakarta. Dalam pertemuan itu, kata Yahya, ada kewajiban sebesar 5 persen yang harus diberikan jika DAK sebesar Rp100 miliar cair. Uang fee tersebut diberikan dua kali melalui orang suruhan Taufik.

Yahya sendiri didakwa menerima suap sekitar Rp12 miliar terkait sejumlah proyek di Kabupaten Kebumen selama tahun 2016. Uang suap itu berasal dari para kontraktor yang akan mengerjakan berbagai proyek dari dana APBD 2016.


Sumber : cnnindonesia


Baca berita terkait lainnya

BERITA TERBARU:

© Copyright 2019 Berita Kebumen Online | All Right Reserved