======== Kunjungi Juga :=======

Tugu Lawet Kebumen.( Foto: Rahmat)
KEBUMEN (www.beritakebumen.info) - Penemuan fenomenal berupa sesaji di Tugu Lawet Kebumen kerap dijumpai oleh petugas Dinas Perkim LH Kabupaten Kebumen. Melalui akun faceboknya, Senin (28/1/2019) Dinas Perkimlh Kebumen mengungkapkan hal tersebut.

Pada hari-hari tertentu dikaki tugu lawet sering ditemukan bekas sesaji seperti kembang dan uang recehan. Tidak diketahui kapan sesaji itu dimasukkan ke kolam air mancur, namun menurut Kasi Pertamanan Dinas Perkim LH, Puguh Supriyanto, S.ST. keberadaan sesaji tersebut sering mengganggu fungsi air mancur karena menyumbat pipa air sehingga air mancur tidak beroperasi karena kran tersumbat sampah sesaji.



Setelah skian waktu menjadi 'misteri', Agus (50) salah seorang tukang ojek yang biasa mangkal di seputaran Tugu Lawet mengungkapkan siapa dan apa motif pelaku menaruh sesaji. Menurut Agus, sesaji di Tugu Lawet sudah lama berlangsung dan bukan hal baru bagi warga sekitar.

Sesaji itu dilakukan para pedagang pasar Tumenggungan. Bunga berikut uang itu biasanya ditaruh pada setiap Kamis malam Jumat. "Tujuannya sebagai penglaris, agar dagangan mereka laku," ujar Agus, Senin (28/1/2019) malam seperti dimuat KebumenEkspres.

Soal kemudian keingingan pedagang agar laris atau tidak berkat ritual itu, Agus mengaku tidak tahu. Pastinya, dia yang kemudian mendapat berkah tersendiri dari ritual para pedagang pasar Tumenggungan. "Biasanya saya nemu uang di sekitar tugu lawet. Bisa sampai Rp 5 ribu," katanya sembari tertawa.

Sebelumnya, Kasi Pertamanan Dinas Perkim LH, Puguh Supriyanto. Puguh menggimbau, warga tidak menaruh sesaji di tugu lawet. Sebab, lanjut Puguh, sesaji ini mengganggu fungsi air mancur karena menyumbat pipa air.

Terlepas dari itu, adanya sesaji ditemukan di tugu lawet ini mengundang tanggapan beragam dari warga. Sebagian mengaku tak setuju dengan adanya pihak-pihak yang menaruh sesaji di tugu lawet. Apalagi, bila kemudian adanya sesaji tersebut mengganggu fungsi air mancur tugu lawet. "Harusnya tidak begitu. Lagipula untuk menaruh sajen (sesaji) di tugu lawet," kata Faiq salah satu warga ditemui tadi malam.

Lain halnya dengan Ruri, warga lain, mengaku bisa memahami alasan orang menaruh sesaji tersebut. Menurutnya, itu menjadi bagian dari kearifan lokal warga Kebumen yang masih menjunjung tinggi adat kejawen. "Biasanya, sesaji diberikan sebagai bentuk permintaan agar diberi keselamatan oleh Yang Maha Kuasa," katanya.

Selama ini, tugu lawet menjadi sebuah bangunan yang sangat ikonik dan telanjur melekat dengan Kota Kebumen. Hingga kemudian, pada tahun 2017 lalu, Pemkab merevitaliasi tugu yang berada di tengah kota tersebut.

Sebuah ornamen air mancur dibangun lengkap dengan pembatas dari baja. Selain itu, pada bagian atas tugu dicat ulang. Catatan koran ini, guna merevitalisasi tugu lawet, Pemkab Kebumen menganggarkan dana Rp 653 juta.

| Sumber : Kebumen Ekspres


Post a Comment

Silahkan Berkomentar yang Baik dan Bermanfaat!

Powered by Blogger.