===============

Gua Petruk, salah satu obyek wisata Kebumen. (Foto : Dasih/KRJogja)
KEBUMEN (www.beritakebumen.info) - Salah satu indikator kinerja pariwisata yang masih perlu ditingkatkan oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kebumen adalah dalam hal lama tinggal wisatawan. Di tahun 2018 lama tinggal wisatawan di Kebumen rata-rata hanya 0,54 hari atau sekitar 12,96 jam saja.

"Pencapaian itu meningkat sedikit dibanding tahun 2017 yang 0,51 hari atau 12,24 jam," ungkap Kepala Dinas Kepemudaan Olahraga dan Pariwisata (Disporawisata) Kebumen, Azam Fathoni MSi dalam acara Evaluasi Indikator Kinerja Utama (IKU) Kabupaten Kebumen Tahun 2018 di Kompleks Rumah Dinas Bupati Kebumen, Senin (28/01/2019).

Kendati masih tergolong rendah namun Azam optimis lama tinggal wisatawan di Kebumen di tahun 2019 akan meningkat tajam. Keoptimisan itu beralasan karena Kebumen kini sudah memiliki Geopark Karangsambung dan Karangbolong yang akan dikelola secara serius mulai tahun 2019 ini.

Diprediksi pengelolaan geopark yang konsisten dan terarah akan mampu mendatangkan banyak wisatawan dengan lama tinggal yang panjang di Kebumen. Sebab, selama ini banyak wisatawan yang melakukan penelitian, survey dan penelusuran di kawasan geopark bisa mencapai 20 hari lamanya.

"Selain kawasan geopark, sejumlah obyek wisata religi seperti Bulupitu di Desa Tunjungseto Kecamatan Kutowinangun juga akan berkontribusi mendongkrak lama kunjungan wisatawan di Kebumen. Karena, seringkali para peziarah di obyek wisata ini yang menyempatkan bermalam di lokasi ini," ujar Azam.

Adapun jumlah kunjungan wisatawan ke Kebumen tahun 2018 juga cukup menggembirakan, yakni 1.910.532 orang atau melebihi target sebanyak 1.793.337 orang. Bahkan, jauh di atas pencapaian tahun 2015 yang hanya 1.117.136 orang.

"Pendongkrak jumlah wisatawan diantaranya adalah revitalisasi obyek wisata secara besar-besaran dan perbaikan akses transportasi ke obyek-obyek wisata," jelas Azam. (Dwi)


 Sumber : KRJogja


Post a Comment

Silahkan Berkomentar yang Baik dan Bermanfaat!

Disclaimer: Gambar, artikel ataupun video yang ada di web ini terkadang berasal dari sumber media lain. Hak Cipta sepenuhnya dipegang oleh sumber tersebut. Jika ada masalah terkait hal ini, Anda dapat menghubungi kami disini.
Powered by Blogger.