=========== Baca Juga :===========


Caption, ikan Hiu Paus terdampar di Pantai Ayam Putih Kebumen

KEBUMEN (www.beritakebumen.info) - Dalam sepekan terakhir ini, masyarakat Kebumen dihebohkan oleh terdamparnya dua ikan besar di pantai selatan Kebumen.

Minggu (4/11) lalu, warga di sekitar pantai Jogosimo dikejutkan dengan kemunculan seekor Paus Sperma yang terdampar di Pantai Jogosimo, Kebumen. Mamalia laut itu ditemukan sudah dalam kondisi membusuk. Diduga, Paus ukuran sekitar 3,75 meter itu mati di tengah laut sebelum terdampar ke pantai.

Bangkai ikan paus itu pun akhirnya dikubur oleh masyarakat sehingga baunya yang menyengat tak mencemari lingkungan.

Fenomena itu pun ramai diperbincangkan di media sosial usai gambar bangkai Paus itu diupload di facebook. Banyak warganet berharap peristiwa itu bukan petanda buruk dari fenomena alam.

Belum selesai perdebatan mengenai penyebab terdamparnya Ikan Paus di Pantai Jogosimo, warga Kebumen kembali dihebohkan oleh terdamparnya seekor Hiu Tutul atau Hiu Paus di Pantai Ayam Putih Kecamatan Buluspesantren, Jumat (9/11).

Petugas BKSDA wilayah Kebumen, Wahyono membenarkan peristiwa terdamparnya Hiu Paus di Pantai Ayam Putih ini, serta Paus Sperma di Pantai di Jogosimo beberapa hari sebelumnya.

Ia belum mengetahui penyebab pasti terdamparnya ikan ini karena masih membutuhkan penelitian lebih lanjut.
Usai mendapati informasi itu, petugas BKSDA Kebumen menuju ke Pantai Ayam Putih untuk meneliti bangkai ikan itu.

"Ya, ikan terdampar. Kalau yang kemarin Paus Sperma,”katanya

Terkait paus sperma yang terdampar di Pantai Jogosimo, Koordinator Polisi Hutan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Wilayah III Pemalang-Cilacap, Rahmat Hidayat menilai, ada beberapa kemungkinan yang menyebabkan paus itu terdampar.

Ada kemungkinan, Paus itu terdampar karena persaingan dengan mamalia atau ikan besar lain di laut. Hilangnya satu sirip ekor Paus itu bisa jadi karena satwa lain di laut.

Kemungkinan lain, Paus Sperma terdampar karena pengaruh cuaca ekstrem yang menyebabkan Paus itu sakit hingga mati di laut sebelum terdampar.

BKSDA harus menunggu hasil penelitian dokter hewan yang memeriksa bangkai paus sperma ini untuk mengetahui penyebab kematian ikan itu.

Pemeriksaan bangkai Paus Sperma ini cukup sulit karena kondisinya yang sudah membusuk dan rusak.


| Sumber : Tribun Jateng


Post a Comment

Powered by Blogger.