=========== Baca Juga :===========


Karnaval berlangsung meriah.(beritakebumen.info/tri)

KEBUMEN (www.beritakebumen.info) - Hingar – bingar perayaan HUT RI ke 73 terasa sampai pelosok daerah di Indonesia, khususnya Kebumen. Berbagai perayaan unik digelar untuk memeriahkan Hari Ulang Tahun Republik Indonesia yang ke 73. 

Perayaan tersebut tidak hanya digelar di kota saja bahkan sampai ke pelosok Kebumen. Dukuh Menganti wilayah Kadus 3 Desa Donorojo Kecamatan Sempor turut memeriahkan hari berdirinya Republik Indonesia tercinta. Berbagai lomba di gelar, puluhan hadiah di persiapkan dan pentas seni dan budaya di nantikan.

Wilayah dukuh Menganti yang sangat jauh dari pusat kota Kebumen mengharuskan setiap orang yang ingin berkunjung kesana berjuang melewati medan yang terjal, diiringi jurang, dan berbatu selama kurang lebih 3 jam. Seringkali kami menjumpai tanjakan, turunan, dan tikungan nan ekstrim serta mendebarkan jantung lebih cepat. 

Beberapa akses jalan dari kecamatan Sempor memang sudah diperbaiki dan dicor, namun ketika mendekati lokasi dukuh Menganti, kelihaian dalam mengendarai motor sangat dipertaruhkan di medan yang berbatu tersebut. Maka dari itu, sebelum berangkat ke lokasi harus dipersiapkan segala sesuatunya, mulai dari kondisi motor hingga mental pengendara pastinya.

Rangkaian acara peringatan HUT RI ke 73 di Dukuh Menganti sudah dimulai sejak hari Kamis (16/8/2018) sampai hari Minggu (19/8/2018). Berbagai lomba diselenggarakan untuk semua umur dan kalangan. 

Mulai dari estafet kelereng, memindahkan bola, dan makan kerupuk untuk anak – anak TK. Memasukkan pensil ke dalam botol, menendang bola dengan terong dll, untuk anak usia SD dan lomba makan kerupuk dengan kaki terikat tali yang disambungkan dengan kerupuk. Lomba berlangsung sangat ramai dan meriah di saksikan oleh seluruh warga RW 3 Dukuh Menganti.

Tak lupa juga masyarakat dan warga SD N 2 Donorojo juga melakukan upacara pengibaran bendera merah putih berukuran jumbo yakni 3 meter x 5 meter. Warga membeli kain dan menjahit benderanya sendiri, kemudian dikibarkan pada saat hari kemerdekaan (17/8). 

Selain ukuran bendera yang besar ada hal menarik lainnya saat upacara pengibaran bendera, yakni petugas upcara pengibaran bendera. Petugas upacara bukan siswa SD 2 Donorojo ataupun pihak sekolah tetapi dari warga sendiri.  

“Antusias warga dukuh menganti sangat luar biasa, mereka sangat kompak dan kreatif. Membuat bendera ukuran jumbo dan mengibarkannya di tiang WiFi merupakan ide dari warga sendiri, kemudian kami wujudkan bersama”, ujar Pak Asnawi selaku Kepala SD N 2 Donorojo.

Selain lomba dan pengibaran bendera ada pula Karnaval dukuh dan Pentas Seni. Karnaval ini dilaksanakan pada hari Sabtu (18/8). Karnaval ini diikuti oleh 6 RT yang ada di wilayah dukuh 3 dukuh Menganti.

“Karnaval ini adalah yang pertama kalinya kami gelar untuk meningkatkan kekompakan warga. Awalnya saya juga tidak yakin mba dengan karnaval ini dengan rute yang jauh, jalan berbatu dan tanah merah serta naik turun yang terjal, tapi Alhamdulillah karnaval ini berjalan lancer bahkan di luar dugaan saya. Semua warga sangat kreatif dan antusias bahkan ada yang sampai membuat tank”, kata Pak Asnawi.

Warga sangat bahagia dan bersemangat ketika karnaval, meskipun melewati hutan, jalan terjal dan teriknya matahari siang itu tak menyurutkan kegembiraan dan semangat mereka.

Warga beramai-ramai menyaksikan berbagai lomba.(beritakebumen.info/tri)
Acara dilanjutkan pentas seni pada malam hari. Mulai dari anak – anak TK, SD, alumni SD dan warga wajib memperlihatkan kebolehan mereka. Puncak pentas seni malam itu dengan menampilkan drama tentang perjuangan Pangeran Diponegoro dan pertunjukan lengger dan calung banyumasan. 

“Setiap tahun kita selalu mnampilkan drama jadi ini bukan yang pertama kalinya, dulu juga pernah membuat drama sejarah kota kebumen mba dengan lakon utama pangeran joko sangkrip yang terkena wabah penyakit kulit, eh setelah itu disini malah warga terkan wabah itu sendiri dan warga protes ke saya”, ujar pak Kirman. 

Untuk meningkatkan kecintaan terhadap lingkungan seluruh warga juga melakukan kerja bakti dan bersih lingkungan pada hari Minggu paginya. Meskipun mereka hidup seperti ditengah hutan namun semangat mereka sungguh luar biasa. 


Reporter : Tari | Editor : Yogi P 


Post a Comment

Powered by Blogger.