=========== Baca Juga :===========


KARANGGAYAM (www.beritakebumen.info) - Salah satu komunitas anak muda di Kebumen, Kebumen Mengajar, bekerjasama dengan komunitas 1000 Guru Semarang mengadakan kegiatan di SD N 3 Giritirto, Karanggayam dalam acara bertajuk Traveling and Teaching #15, Sabtu 25 Agustus 2018. Kebumen Mengajar adalah komunitas yang aktif berkegiatan di sekolah-sekolah yang berada di wilayah pinggiran Kabupaten Kebumen. Sementara 1000 Guru semarang adalah komunitas sosial Pendidikan yang mencakup seluruh wilayah Jawa Tengah dan berkedudukan di Semarang dengan tajuk kegiatan mereka berupa travelling and teaching. Sementara itu, SD N 3 Giritirto Karanggayam dipilih sebagai tempat kegiatan karena sekolah ini berada di wilayah yang terpencil dan memiliki akses jalan yang sangat sulit jika dilalui dari pusat kota Kebumen sehingga dirasa perlu untuk memberikan tambahan perhatian kepada sekolah ini.

Kegiatan ini pada dasarnya merupakan agenda rutin dari komunitas 1000 Guru Semarang yang memang merencanakan untuk berkegiatan di Kabupaten Kebumen. Mengetahui bahwa di Kebumen juga telah terdapat komunitas yang aktif bergerak di bidang Pendidikan yaitu Kebumen Mengajar, maka 1000 Guru berinisiatif untuk mengajak Kebumen Mengajar berkegiatan bersama dan terwujudlah kegiatan bersama tersebut pada tanggal 25 Agustus ini. 





Kebumen Mengajar sebagai “Tuan Rumah” memberi masukan kepada 1000 Guru Semarang tentang sekolah-sekolah yang layak mendapat perhatian di wilayah Kebumen, salah satunya adalah SD N 3 Giritirto Karanggayam yang akhirnya dipilih sebagai tempat dilaksanakanya kegiatan bersama. SD N 3 Giritirto terletak di Kecamatan Karanggayam, berjarak sekitar 45 KM dari pusat kabupaten Kebumen dan membutuhkan waktu tempuh sekitar 2-3 jam. Akses menuju sekolah ini tidaklah mudah, melewati jalan kecil di tengah hutan perbukitan utara kebumen menjadikan sekolah ini sangat sulit untuk di tempuh apalagi pada saat musim hujan. 

Jalan menuju ke SD 3 Giritirto jika ditempuh dari karanggayam sangatlah sulit. Mulai dari SD 2 Giritirto yang masih berada di bawah, kita lanjut dengan jalanan setapak dan diteruskan jalanan tanah dengan lebar sekitar 1-2 meter melalui medan yang terjal. Apabila musim hujan, jalan tanah tersebut menjadi sangat licin dan seringkali kami bapak-ibu guru yang melewati jalan tersebut terpeleset. Benar-benar bertaruh nyawa jika sedang musim hujan karena jalanan licin dan sampingnya adalah jurang. Sementara guru disini mayoritas harus melewati jalan tersebut. Hanya 2 orang guru yang tinggal di dusun sekitar sekolah, yang lain tinggal di luar dusun, bahkan ada yang dari luar desa dan kecamatan” Ibu Sari – Guru SD N 3 Giritirto Karanggayam.





Kondisi geografis dan akses jalan tersebut pula yang menyebabkan rombongan 1000 Guru Semarang yang berangkat dari Semarang menggunakan mobil pada hari Jum’at 24 Agustus 2018, harus melewati jalan dari arah Kecamatan Bawang, Banjarnegara. Meskipun komunitas 1000 Guru Semarang telah menggandeng komunitas Double Cabin Semarang yang mengantarkan relawan 1000 guru menggunakan 9 unit mobil offroad 4x4, akan tetapi mereka tetap tidak bisa melewati jalan karanggayam-giritirto karena lebar jalan yang tidak mencukupi untuk dilalui kendaraan roda 4. Lokasi SD 3 Giritirto memang berbatasan dengan kecamatan Bawang, Banjarnegara dan memiliki akses yang relatif lebih mudah serta dapat dilalui oleh kendaraan roda 4 jika lewat jalan tersebut.

Kegiatan Travelling and Teaching #15 sendiri berjalan sangat lancar dan meriah di SD N 3 Giritirto. Kedatangan relawan 1000 Guru Semarang dan Kebumen Mengajar disambut dengan sangat antusias oleh siswa-siswi dan dewan guru SD tersebut. Kegiatan di mulai dengan pembukaan dan sambutan serta perkenalan dari komunitas 1000 guru beserta Kebumen Mengajar dengan Pihak SD N 3 Giritirto Karanggayam. Setelah itu para relawan langsung bercengkerama dengan para siswa-siswi dengan berbagai kegiatan yang telah direncakan. 


Berbagai macam kegiatan membuat para relawan dan siswa larut dalam kebahagiaan dan kegembiraan. Diawali dengan Ice Breaking dengan berbagai sesi fun games membuat para siswa yang pada awalnya malu-malu layaknya anak pedesaan menjadi begitu cair dan akrab dengan para relawan yang hadir. Selanjutnya sesi pembelajaran di kelas diisi dengan berbagai materi seperti pengenalan profesi, motivasi dan pemberian semangat kepada siswa-siswi untuk mencapai cita-cita yang mereka harapkan. Kemudian dilanjutkan dengan sesi materi kesehatan berupa pembelajaran cara menggosok gigi yang baik dan benar bagi para siswa dan masih banyak lagi kegiatan-kegiatan serta lomba-lomba menarik yang diadakan oleh tim 1000 Guru Semarang dan Kebumen Mengajar. 

Pihak 1000 Guru Semarang dalam sela-sela kegiatanya juga memberikan donasi berupa alat tulis serta perlengkapan sekolah berupa Tas untuk siswa-siswi di SD N 3 Giritirto. Selain berkegiatan dengan pihak sekolah, terdapat juga kegiatan yang melibatkan masyarakat sebagai objek kegiatan yaitu berupa pemeriksaan kesehatan gratis yang dilakukan oleh tim medis dari 1000 Guru Semarang. Dan kegiatan diakhiri dengan upacara penutupan dan pembagian hadiah-hadiah serta kenang-kenangan dari tim 1000 Guru Semarang.


Ini merupakan salah satu kegiatan 1000 Guru Semarang yang sangat berkesan. Kami telah berkegiatan di beberapa Kabupaten di Jawa Tengah dan memang Kabupaten Kebumen adalah salah satu kabupaten yang memiliki banyak sekolah yang membutuhkan perhatian lebih karena kondisi geografis maupun akses jalan. Contohnya anak-anak di SD ini, mereka lebih merasa dekat dengan Banjarnegara daripada Kebumen walaupun sebenarnya mereka adalah anak-anak Kebumen. Mungkin begitu juga perasaan orang-orang yang ada di perbatasan Indonesia – Negara Lain. Ketika mereka melihat “rumput tetangga” memang lebih hijau, maka semoga saja keadaan wilayah-wilayah pinggiran seperti ini akan menjadi lebih diperhatikan agar mereka tidak berpaling dari kampung halaman mereka sendiri” - Relawan 1000 Guru Semarang.

Senada dengan yang disampaikan oleh salah satu relawan 1000 Guru Semarang, Relawan Kebumen Mengajar juga memiliki harapan yang sama terhadap wilayah pinggiran Kabupaten Kebumen terutama di wilayah Kebumen Utara yang didominasi wilayah Pegunungan. 

SD N 3 Giritirto adalah salah satu dan bukan satu-satunya sekolah di Kebumen dengan kondisi seperti ini, sepanjang kegiatan Kebumen Mengajar di berbagai sekolah, masih banyak sekolah-sekolah lain yang memiliki kendala sama dengan SD ini. Mayoritas adalah kurangnya sarana prasarana seperti kurangnya ruang kelas, akses jalan yang sangat sulit, memang itu semua karena kendala geografis akan tetapi kami harap pihak terkait tetap memberikan perhatian yang sama bagi sekolah-sekolah di wilayah tersebut seperti yang didapatkan oleh sekolah-sekolah di wilayah perkotaan Kebumen” - Fitro, Relawan Kebumen Mengajar.



Reporter : Uki/KM



Post a Comment

Powered by Blogger.