KEBUMEN (www.beritakebumen.info) - Sepanjang kemarau 2018, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jateng telah mengirimkan air bersih 1.770 tangki dengan kapasitas lebih dari 8 juta liter. Kemarau ekstrem diprediksi akan terjadi di sejumlah daerah di Jateng.




Kepala BPBD Jateng Sarwa Pramana mengatakan, hampir semua kabupaten/kota di Jateng berpotensi terdampak kekeringan. Sebanyak 8 juta liter air bersih itu didistribusikan ke 21 kabupaten. Air itu untuk konsumsi dan kebutuhan sehari-hari, tidak termasuk kebutuhan pengairan lahan pertanian. ”Meski di beberapa tempat gerimis, tapi ada beberapa titik kemarau ekstrem,” kata Sarwa, kemarin.

Dari 21 kabupaten penerima air bersih, Kabupaten Purbalingga paling banyak, mencapai 261 tangki air bersih untuk 25 desa di sembilan kecamatan. Disusul Kabupaten Temanggung dengan 224 tangki untuk enam desa di empat kecamatan. Kabupaten Kebumen 160 tangki untuk 27 desa di 11 kecamatan. BPBD masih memiliki anggaran Rp 600 juta yang belum digunakan.

Di sisi lain, BPBD belum berencana membuat hujan buatan. Hal itu cukup sulit karena mempertimbangkan biaya tinggi, faktor arah angin, dan kelembaban air di awan. Jika angin dan awan tak dihitung secara tepat, bisa saja gagal meski sudah keluar biaya tinggi. Terkait kemarau ekstrem, masyarakat diminta mewaspadai kebakaran hutan. Mengingat, embusan angin juga kencang sehingga percikan api kecil bisa cepat membesar. Gubernur Ganjar Pranowo meminta bupati/ wali kota berkoordinasi dengan Pemprov jika terjadi bencana alam yang belum tertangani karena persoalan anggaran.

Alasannya, saat ini dana tak terduga Pemprov masih besar dan bisa segera diserap. Per awal Juli, Rp 40 miliar anggaran dana tak terduga baru terserap 30%. (H81-41)


Sumber : Suaramerdeka


Post a Comment

Powered by Blogger.