Foto: Imam/Ekspres
PEJAGOAN (www.beritakebumen.info) - Seorang oknum guru olahraga di SMA Negeri Pejagoan, RF, dituntut mundur oleh komite sekolah dan rekan-rekannya. Lantaran RF diduga telah melakukan perbuatan cabul.

Informasi yang dihimpun, RF kerap melakukan perbuatan cabul dengan memegang bagian sensitif wanita para siswinya saat adakan latihan renang. Kelakuan RF pun lantas diadukan para siwinya kepada pihak sekolah melalui guru lain maupun surat.






“Kalau hanya sekali dan hanya menimpa satu siswa mungkin itu hanya kebetulan. Tapi kalau beberapa kali pasti ada unsur kesengajaan,” tutur Ketua Komite SMAN 1 Pejagoan , H Zubair Syamsu SSos, mengutip laman Kebumenekspres, Selasa (24/7/2018).

Pihak Balai Pengendali Pendidikan Menengah dan Khusus (BP2MK) Wilayah IV Magelang memberikan sanksi kepada RF berupa pengurangan jam mengajar, dari 24 jam menjadi 10 jam.

"BP2MK hanya memberikan disposisi jika RF dikurangi jam mengajar dari 24 menjadi 10 jam. Kalau hanya disposisi maka tidak mempunyai kekuatan hukum,” paparnya.

Para guru pun mengajukan mosi tidak percaya kepada BP2MK Wilayah IV Magelang. Dalam mosi tidak percaya oleh 53 guru itu, mereka meminta, RF dipindahtugaskan. Namun hingga kini belum ada tanggapan.

Sebagai Komite Sekolah yang juga mendapat aduan para guru soal hal tersebut, Zubair mengatakan saat ini para wali murid merasa was-was. Wali murid takut kalau-kalau anaknya menjadi korban.

Adanya rasa tersebut tentu dapat membuat sekolah tidak lagi mendapat kepercayaan dari masyarakat. Tak hanya itu, tindak pencabulan merupakan perbuatan yang bertentangan dengan hukum. “Tindakan tersebut tidak bisa lagi ditolelir, apa lagi terjadi pada lingkungan pendidikan yang merupakan tempat untuk mendidik dan mengajar. Jika memang dugaan itu benar, maka RF harus dipindah tugaskan,” ucapnya.


 Editor : Mat | Sumber : kebumenekspres


Post a Comment

Powered by Blogger.