=========== Baca Juga :===========


Burung Ndeso ini kembali Naik Pamor Berkat para Pecintanya
Para pecinta Burung Trucukan melakukan kopdar. (Foto. Sardi, ketua Trucukan Lover's kebumen)
KEBUMEN (www.beritakebumen.info) - Saat ini di Kebumen, sedang ramai dan meningkatnya peminat atau hobby burung. Seperti burung Love bird dan burung merpati yang beberapa tahun belakangan ini sering diadakan perlombaan. 

Selain kedua burung tersebut yang lagi ngehits, ada satu burung lagi yang kembali terangkat berkat adanya perkumpulan para pecintanya. Burung yang sudah lama tidak terdengar kicauannya.




Nama resminya adalah burung merbah Cerukcuk atau Yellow-vented bulbul (Pycnonotus goiavier). Namun para kicau mania sering menyebutnya burung Trucukan, Terucuk, Cerocokan, atau Jogjog. Suara ocehannya terdengar klasik, seperti burung yang masih menjadi kerabat dekatnya yakni burung Cucakrowo (Pycnonotus zeylanicus). 

Tidak ada kelas Trucukan, diajang lomba burung kicauan di Kebumen. Tetapi dalam beberapa bulan terakhir ini, mulai ada upaya dari para penggemar setianya untuk mendongkrak kembali pamor burung trucukan. 

Salah satunya adalah Sardi (40), bapak dari empat orang anak ini yang pertama kali mengusulkan untuk diadakannya lomba kelas Trucukan di Kebumen tepatnya di RI karangsari. 

Kegilaannya pada burung Trucukan mendorong Sardi dan Mirza membentuk Komunitas burung Trucukan Kebumen. Bermula dari memanfaatkan Facebook, kemudian dibuatlah grup whatsapp yang beranggotakan para pecinta burung trucukan (Trucukan Lover's kebumen).

"Awalnya banyak yang meledek, kenapa suka dengan burung yang terkesan "ndeso", yang jelas tidak ada manfaatnya tidak punya daya jual tinggi, alias harganya murah,” ujar Sardi. Berkat sering diadakanya lomba di kelas Trucukan, mendongkrak harga jual dari burung ini. Harganya bisa melambung tinggi hingga mencapai jutaan rupiah.


Reporter : Chan | Editor : Yogi Permana | Sumber : -


Post a Comment

Powered by Blogger.