Lubang besar bekas penggalian pasir ilegal yang menyerupai telaga di Desa Jogosimo Kecamatan Klirong Kebumen. (Foto : Dasih / krjogja.com)
KLIRONG (www.beritakebumen.info) - Lubang besar bekas penambangan pasir ilegal di sejumlah desa di Kecamatan Klirong Petanahan dan Ambal Kebumen yang sebagian diantaranya kini telah berubah menjadi kolam-kolam besar menyerupai telaga. Permasalahan itu akan segera ditangani oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kebumen.

"Dalam waktu dekat ini kami akan menghitung jumlah lokasi yang telah ditambang maupun identifikasi atau jenis dan tingkat kerusakan lokasi-lokasi tersebut," ujar Kasi Penaatan dan Pengkajian Dampak Lingkungan Dinas Perumahan Kawasan Pemukiman dan Lingkungan Hidup (Disperumkimlh) Kebumen, Siti Durotul Yatimah MM di ruang kerjanya, Selasa (22/05/2018).

Lokasi penambangan pasir ilegal tersebut menurut Siti merupakan kawasan bukit atau gumuk pasir yang memanjang di sepanjang pesisir Desa Tanggulangin dan Jogosimo Kecamatan Klirong, Tegalretno, Karanggadung dan Karangrejo Kecamatan Petanahan serta Desa Ambalresmi Kecamatan Ambal.

"Penambangan pasir ilegal selama bertahun-tahun di gumuk-gumuk pasir tersebut, selain menimbulkan kerusakan lingkungan juga memunculkan sejumlah dampak. Diantaranya, hilangnya komponen pelindung alami dari serangan gelombang tinggi dan terganggunya pertumbuhan tanaman pertanian dari serangan angin laut yang kencang," ujar Siti.

Kendati banyak lahan yang merupakan hak milik perorangan warga, namun berdasarkan aturan penambangannya harus melalui proses perizinan terlebih dahulu. "Setelah mengantungi izin, penambangannya harus dengan kaidah yang tak menimbulkan kerusakan lingkungan," jelas Siti.

Adapun cara penanganan lahan penambangan yang terlanjur rusak parah tersebut menurut Siti harus berdasarkan prinsip-prinsip pemulihan lahan. "Namun sebelum dipulihkan kami harus bertemu dan bermusyawarah dengan pemerintah desa dan pemilik lahan terlebih dahulu," jelas Siti. (Dwi)


Sumber : KR Jogja


Post a Comment

Powered by Blogger.