=========== Baca Juga :===========


Wakil Bupati Kebumen menerima kunjungan Paguyuban Pecinta Batik Indonesia. (Foto: Yazid Mahfudz/FB)




KEBUMEN (www.beritakebumen.info) - Perkembangan batik khas Kebumen dinilai cukup menggemberikan. Sebab, saat ini sudah mulai banyak masyarakat memburunya. Bahkan, pecinta batik dari luar Kebumen juga sudah banyak yang mengoleksi hasil karya warga Kota Lawet ini.

Apalagi setelah motif-motif tradisional Kebumen mulai dieksplorasi oleh Paguyuban Pecinta Batik Indonesia Sekar Jagad Yogyakarta. Sehingga saat ini menjadi batik berkonsep yang lebih berkelas.

Ketua Paguyuban Pencinta Batik Indonesia Sekar Jagad Yogyakarta, GBPH Prabukusumo, memberikan apresiasi tinggi kepada para perajin batik Kebumen yang masih mau mengangkat motif-motif tradisional Kebumen. "Ternyata setelah motif-motif tersebut ditingkatkan penggarapannya bisa menjadi batik-batik yang terkesan luar biasa," kata Prabukusumo, dalam kunjungannya di Pendopo Bupati Kebumen, Sabtu (24/3/2018).

Ia mengungkapkan, dalam sepuluh tahun terakhir, pihaknya sudah berupaya memberikan perhatian nyata kepada Batik Kebumen. Paguyubannya mendatangi para perajin di sentra-sentra batik yang ada di Kebumen. Dengan memberikan bimbingan teknis dan bantuan bahan baku serta peralatan membatik. "Kami juga melakukan eksplorasi terhadap sejumlah batik tradisional," ujar Prabukusumo.

Wakil Bupati Kebumen, Yazid Mahfudz, yang menyambut 80 anggota paguyuban menyampaikan Pemkab Kebumen memberikan dukungan penuh kepada keberadaan batik lokal Kebumen. Salah satunya, batik digunakan untuk pakaian dinas kerja dan pakaian sekolah.

"Ini merupakan peluang yang baik bagi para pengusaha batik untuk meningkatkan kemampuan dan kreativitasnya," kata Yazid Mahfudz, dalam sambutannya.

Selain mengangkat Batik Kebumen, kata Yazid Mahfudz, juga untuk menghidupkan sektor ekonomi kreatif. Menurutnya, bukan hanya bagi perajin batik saja, tetapi juga dunia usaha yang terkait. Termasuk para desainer dan pengusahah konveksi.




Wakil Bupati mengungkapkan, potensi Batik Kebumen cukup besar. Di Kabupaten Kebumen sentra batik tulis terdapat di tujuh desa yang tersebar di empat kecamatan. Yaitu, Desa Jemur dan Peniron, Kecamatan Pejagoan. Desa Gemeksekti, Kecamatan Kebumen, Seliling dan Surotrunan, Kecamatan Alian, serta Desa Tanjungsari, Kecamatan Buluspesantren. "Sedangkan perusahaan batik cap dan sablon berada di Desa Kewayuhan, Kecamatan Pejagoan dan Gemeksekti, Kebumen," imbuhnya.

Pihaknya berharap, Batik Kebumen semakin dikenal dan berkembang. Para perajin, pengusaha, desainer dapat banyak belajar, sehingga produk yang dihasilkan semakin bervariasi dan berkualitas. "Tentuunya mampu bersaing di pasaran," tandasnya.

Pada acara tersebut juga digelar pameran batik dari sejumlah perajin batik yang ada di Kebumen. Tanpa disangka-sangka, puluhan anggota Paguyuban Pecinta Batik Indonesia Sekar Jagad Yogyakarta, itu memborong batik-batik yang masih memiliki motif tradisional.(ori)


 | Sumber : ekspres

Post a Comment

Powered by Blogger.