07 August 2013

BHRD Lakukan Rukyatul Hilal

BHRD Lakukan Rukyatul Hilal

KEBUMEN (www.beritakebumen.info) - Mengingat pentingnya rukyatul hilal di Pantai Logending Kecamatan Ayah, terutama untuk menetapkan awal Ramadan dan Syawal setiap tahunnya, Pemkab Kebumen berencana akan membangun tempat permanen pengamatan bulan. Selain itu, tempat pengamatan saat ini sedikit terganggu dengan dibangunnya pemecah ombak dibagian barat pantai. Pembangunan tempat pengamatan rencananya akan dibangun dibagian atas Pantai Logending di atas tanah milik Perhutani.
“Kita akan coba kordinasi dan minta ijin dulu kepada Perhutani untuk mendirikan bangunan itu,” kata Sekda H Adi Pandoyo saat dihubungi melalui ponselnya, Selasa (6/8).

Selain sebagai tempat pengamatan bulan rutin, tempat baru itu juga akan dimanfaatkan sebagai tempat praktikum Rukyatul Hilal bagi mahasiswa yang mempelajari Ilmu Falak. Mereka bisa memanfaatkan tempat baru itu untuk praktik menghitung/menghisab waktu shalat, praktik menghitung/menghisab serta menentukan Azimut/arah Kiblat dan bayang-bayang kiblat, praktik menghitung/menghisab awal bulan qamariyah dan praktik menghitung serta membuat kalender Masehi dan Hijriah.

Sayangnya, Pemkab Kebumen belum bisa memutuskan kepastian kapan akan dimulai pembangunannya. “Kita ajukan dulu ijinnya kepada pihak Perhutani di Semarang,” ujarnya.

Sebelumnya, Ketua Tim BHRD Kebumen Ma’rufin Sudibyo menyatakan, Pantai Logending di Kecamatan Ayah merupakan salah satu tempat yang ideal untuk melakukan rukyatul hilal. Bahkan, hasil dari pengamatan bulan untuk menentukan awal Ramdan maupun Syawal ditempat ini merupakan salah satu yang paling ditunggu oleh Sidang Isbat di Jakarta. Tak heran secara rutin, Badan Hisab dan Rukyat Daerah (BHRD) dari lima kabupaten menggelar rukyatul hilal di pantai paling barat di Kabupaten Kebumen itu deperti BHRD Cilacap, Banjarnegara, Wonosobo, Banyumas dan Kebumen. Dikabarkan, BHR Temanggung juga pernah melakukan rukyatul hilal di salah satu pantai andalan Kabupaten Kebumen itu.

“Yang memiliki posisi tinggi untuk mengamati hilal itu ada di daerah bagian selatan dan barat daya. Yakni NTT, NTB, sebagian Sumatera dan Pulau Jawa. Termasuk di Logending ini. Dan hasil pengamatan dari Logending ini salah satu yang paling ditunggu oleh Kementerian Agama pada sidang isbat karena tempatnya paling ideal untuk mengamati bulan,” jelas Ma’rifun Sudibyo.
Sementara itu, meski Muhammadiyah dan Nahdlatul Ulama (NU) mengisyaratkan 1 Syawal 1434 Hijriah akan jatuh pada 8 Agustus, tapi tim BHRD Kementerian Agama Kabupaten Kebumen tetap akan melakukan rukyatul hilal sore ini, Rabu (7/8).

Rukyatul hilal atau pengamatan bulan sendiri akan dilakukan di Pantai Logending sekitar pukul 17.00 WIB saat menjelang matahari terbenam untuk menetapkan awal Lebaran.

Rencananya akan hadir pada rukyatul hilal itu Sekda H Adi Pandoyo SH MSi, Asisten Sekda drh H Djatmiko, Kepala bagian Kesra Setda Kebumen Hj Siti Nuriatun Fauziyah, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Kebumen Drs Masmin MAg dan Tim BHRD Kebumen.
Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Kebumen Drs Masmin MAg menyatakan, Rukyatul Hilal sendiri menggunakan alat sejenis teropong yang disebut Teodolit untuk melihat posisi bulan. Hasil dari pengamatan di Pantai Logending akan dilaporkan ke Kemenag Provinsi Jawa tengah dan akan diteruskan ke Kementerian Agama RI untuk kemudian menjadi salah satu masukan dalam sidang isbat penetapan awal Syawal 1434 Hijriah. (ori/radarbanyumas)



=============================================================
Untuk mendapatkan informasi terbaru, dan yang tidak terposting silahkan ikuti di:
| FACEBOOK GRUP | FACEBOOK PROFIL | FACEBOOK FAN PAGE | TWITTER |
=============================================================

Baca berita terkait lainnya

BERITA TERBARU:

© Copyright 2019 Berita Kebumen Online | All Right Reserved