KEBUMEN (www.beritakebumen.info) - Jabatan Rektor Institut Agama Islam Nahdlatul Ulama (IANU) Kebumen kembali diemban oleh Dr Imam Satibi MPdI. Pelantikan dan sumpah jabatan dilaksanakan, Minggu (12/5/2019) oleh Ketua Yayasan H Makruf Widodo MPdI di Gedung Pasca Sarjana IAINU.

Selain Dr Imam Satibi dilantik juga wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan Fikria Najitama MSI dan Wakil Rektor Bidang Administrasi, Keuangan dan Personalia Faisol MPdI.

Hadir dalam acara penatikan tersebut Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Kebumen Mochamad Amirudin SIP MM mewakili Bupati KHYazid Mahfudz. Selain itu dari jajaran akademisi, para staf dan manajemen IAINU serta institusi terkait lainnya.

Sekretaris Dewan Pembina Drs Bambang Sucipto MPdI dalam sambutannya berpesan, pimpinan IAINU yang baru dilantik untuk 'cangcut taliwondo' dalam mengembangkan IAINU Kebumen. IAINU Kebumen harus berperan lebih aktif dalam memberikan kontribusi kemajuan daerah. Sehingga apa yang diinisiator para pendiri IAINU dapat terwujud dengan baik.

Sebagai Rektor terlantik Dr Imam Satibi menyampaikan terpilihnya ketiga personil sebagai pimpinan IAINU atas amanat yayasan. Ini dipastikan bukan karena pihanya merupakan dosen yang terbaik atau dosen sempurna. “Kami menyadari bahwa kami hanyalah butiran debu yang menempel di Bendera IAINU dan NU. Tiga butir debu ini tidak ada artinya jika tidak didukung oleh segenap stakehokder yang ada maupun seluruh civitas akademika IAINU yang ada. Karena itu kami mohon solidatas seluruh komponen IAINU untuk saling bahu membahu bekerja keras membesarkan dan memajukan IAINU Kebumen,” tuturnya.

Sementara itu dalam sambutan Bupati Kebumen yang dibacakan oleh Moch Amirudin SIP MM menyampakan harapan besar IAINU kebumen untuk tetap aktif berkontribusi mengembangkan sumber daya daerah. Apa yang telah dilakukan oleh Rektor IAINU diharapkan tetap diteruskan dan ditingkatkan untuk kemajuan Kebumen.

Ketua PCNU KH Drs Moh Dawamudin Masdar MAg dalam sambutanya menyampaikan pentingnya kejujuran atau shidiq dalam membangun spirit kinerja di IAINU Kebumen. Sifat shidiq pada rosul harus diejawantahkan lebih kuat ditengah-tengah era teknologi yang menuntut kepatuhan pada sistem. “Jangan sampai kita sebagai manusia kalah jujur dengan teknologi yang sekarang telah teraplikasi secara struktur dan menjadi alat kerja,” ucapnya, sembari menembahkan setekah berhasil membangun kejujuran harus diikuti sikap amanah, tabligh dan fatonah.




Klarifikasi Deva Suprayoga bersama Polres Kebumen. Foto: Polres Kebumen
KEBUMEN (www.beritakebumen.info) - Sebuah video seorang pemuda yang mengancam hendak memenggal kepala Presiden Jokowi viral di media sosial. Video tersebut lantas mendapat kecaman keras dari para netizen dan pelaku pun menjadi buron polisi.

Entah bagaimana, tiba-tiba seorang warga Kebumen bernama Deva Suprayoga (24) disangka menjadi pelaku dalam video ancaman tersebut. Foto beserta biodatanya pun beredar luar di media sosial.

Merasa bukan sebagai pelaku, Deva pun membuat klarifikasi melalui sebuah video singkat. Ia menjamin bahwa pemuda dalam video ancaman dimaksud bukanlah dirinya.


Video Klarifikasi Deva Suprayoga.

Polisi pun memastikan Dheva Prayoga bukan pelaku pengancaman terhadap Presiden Jokowi saat demonstrasi di Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu), Jum'at (10/5/2019).

Kasubbag Humas Polres Kebumen AKP Suparno mengatakan setelah klarifikasi dan pemeriksaan intensif, Dheva dipastikan bukan orang dalam video yang mengancam akan memenggal kepala Jokowi.

"Setelah melalui pemeriksaan, pada hari Jumat kemarin Dheva berada di Kebumen dan pernyataannya dikuatkan oleh beberapa orang yang menjadi saksi," katanya melalui keterangan tertulis, Minggu (12/5/2019).

Suparno menjelaskan Dheva selama ini tinggal di Kebumen dan terakhir ke Jakarta pada tahun 2016. Selama ini yang bersangkutan juga tidak pernah aktif dalam dunia politik, termasuk saat pemilu 2019 ini.

Pelaku Ditangkap

Pelaku video ancaman 'penggal kepala Jokowi' ahirnya ditangkap Polisi.

Deva kini bisa bernafas lega. Pemuda yang sesumbar hendak penggal kepala Presiden Jokowi berhasil ditangkap Polisi, Minggu (12/5/2019) pagi.

Hermawan Susanto itu ditangkap polisi di Perumahan Metro, Parung, Kabupaten Bogor sekitar pukul 08.00 WIB.

Kadiv Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono mengatakan, pemuda itu masih menjalani pemeriksaan di Polda Metro Jaya.

"Tadi pagi ditangkap petugas dari Subdit Jatanras Ditreskrimum dan sampai sekarang masih kami periksa," tuturnya, Minggu (12/5/2019).

Hermawan yang berusia 25 tahun itu sempat menghebohkan dan aksinya yang terekam video viral akhir pekan lalu.

Menurut Argo, pemuda itu melakukan pengancaman pembunuhan terhadap Presiden RI dengan mengucapkan kata-kata 'Dari Poso nich, siap penggal kepala Jokowi, Jokowi siap lehernya kita penggal kepalanya demi Allah'.



Sapi mengamuk di jalan Yos Sudarso Gombong. Foto: Mas Yudi Anggoro/BK
GOMBONG (www.beritakebumen.info) - Sapi mengamuk di Jl. Yos Sudarso Gombong membuat warga sekitar geger. Peristiwa terjadi Minggu (12/5/2019) siang.

Kejadian langka yang menghebohkan tersebut diunggah seorang warga di grup Berita Kebumen sekitar pukul 10.00 WIB. "Gombong,Kebumen. Hati hati melintas di jl Yos Sudarso akibat sapi lepas dan menggangu lalu lintas jl raya di Yos Sudarso dan saat ini sapi masih dalam pengawasan dan penangkapan warga setempat dan di bantu dari Polsek Gombong" tulis akun Mas Yudi Anggoro.

Informasi yang berhasil dihimpun, kejadian berawal saat sebuah truk mengangkut 12 ekor sapi tengah dalam perjalanan menuju Rumah Pemotongan hewan (RPH) Desa Semanding Kecamatn Gombong.

Sesampai di lokasi, palang truk jebol. Tak ayal, sapi yang berada di dalam truk menghambur keluar. "Ada delapan sapi yang keluar dari truk," kata Dasini (50), salah satu warga.

Sapi-sapi yang lepas itu lantas berkeliaran di sejumlah lokasi. Antara lain Jl Stasiun, Jl Yos Sudarso, bahkan masuk ke pemukiman warga.

Adanya gerombolan sapi yang lepas itu sontak membuat warga panik. Apalagi, sebagian diantara sapi tersebut berada di tengah jalan raya. Arus lalu lintas pun sempat tersendat.

Sementara, sapi yang panik kemudian beringas dan mengamuk saat berusaha ditangkap. Pemilik sapi lantas mengerahkan sejumlah orang untuk menangkap sapi-sapi tersebut.


Evakuasi Korban Kecelakaan KA. Foto: Polres Kebumen
PREMBUN (www.beritakebumen.info) - Nasib naas dialami seorang remaja Seiko Ayuntika (17), warga Desa/ Kecamatan Prembun. Ia meninggal seketika setelah disambar KA Arya Dwipangga, Minggu (12/5/2019).

Kapolres Kebumen, AKBP Robertho Pardede melalui Kapolsek Prembun IPTU Tejo Suwono membenarkan peristiwa tersebut. Insiden, terjadi Minggu siang pukul 14.30 WIB. Lokasinya, di RT 3 RW 1 Dukuh Gentan Desa Tersobo Kecamatan Prembun.

Kejadian berawal saat korban hendak melintas rel, dari arah utara ke Selatan.

Namun saat menyeberang, korban diduga tidak berhati-hati. Sementara di saat bersamaan, melaju kencang KA Arya Dwipangga nomor lokomotif 2061329 tujuan Stasiun Gambir-Solo. Karena jaraknya sudah terlalu dekat, KA yang dimasinisi Aris itu lantas menyambar tubuh korban.

Korban yang warga Dukuh Kliwonan RT 2 Rw 5 Desa/Kecamatan Prembun tersebut lantas disambar KA. "Akibat kejadian ini, korban meninggal di tempat karena menderita luka parah," kata Tejo Suwono.

Kejadian ini menambah panjang daftar kecelakaan melibatkan kereta api. Sebelumnya pada Selasa (7/5/2019), seorang pelajar meninggal setelah tersambar kereta api di perlintasan kereta api (KA) area 439+3, persisnya masuk wilayah Kelurahan Plarangan Kecamatan karanganyar.

Korban diketahui seorang pelajar, Yulianti (15), warga Dusun Sudagaran, RT 4 RW 2 Desa Kajoran Kecamatan Karanggayam. Diketahui, ia masih berstatus sebagai siswa SMPN 1 Karanggayam. Saat kejadian, Yulianti tengah menunggu saat berbuka puasa (ngabuburit) sambil berswafoto di dekat rel.


Sumber : Ekspres
Powered by Blogger.