=========== Baca Juga :===========


Taman Banyu Langit (TBL) suguhkan panorama bukit dan taman bunga. Wisata yang baru sepekan ini diresmikan, hingga kini tidak pernah sepi pengunjung.IMAM/EKSPRES
PEJAGOAN (www.beritakebumen.info) - Kesadaran masyarakat di kabupaten berselogan Beriman ini untuk mengembangkan objek wisata tampangknya terus meningkat. Ini jika di dari semakin banyaknya objek wisata baru yang dibuka seiring berjalannya waktu. Salah satunya yakni disulapnya area persawahan menjadi taman bunga. di Desa Peniron Kecamatan Pejagoan. Area persawahan disulap menjadi wahana wisata alam dengan nama Taman Banyu Langit atau sering disebut TBL.

Objek wisata ini menawarkan keindahan panorama alam dengan dikombinasikan ribuan tanaman bunga. Bukan hanya itu saja, untuk semakin memanjakan para pengunjung di objek wisata tersebut dilengkapi dengan tiga wahana kolam air. Itu pun dilengkapi fasilitas bebek air.

Pemandangan taman bunga, berlatarbelakang sawah terasering dan Pegunungan Pranji cukup tampak seperti lukisan hidup. Selain itu adanya sungai berbatuan cadas yang dapat dimanfaatkan untuk mandi anak-anak menjadikan TBL cocok untuk liburan keluarga atau muda mudi.

Tak ayal, dengan berbagai kelebihan tersebut konsep wisata yang cukup baru di Kebumen itu, kini terus diserbu pengunjung. Ketua BumDes Sumber Makmur Desa Peniron Kecamatan Pejagoan Taufiq Hidayat menyampaikan ide tersebut dilandasi dengan keinginan untuk memanfaatkan alam.

Terlebih respon masyarakat Peniron sangat antusias dengan adanya wisata baru itu. Dalam setiap event, masyarakat selalu mensupport kesuksesan program TBL. “Saat launching (30 Desember 2018) lalu dan tahun baru pengunjung mencapai ribuan orang,” ujarnya, Minggu (6/1).

Dia menjelaskan, wahana itu merupakan awal konsep ekowisata dan eduwisata di Desa Peniron. Ke depannya bakal mengintegrasikan antara wisata alam dengan wisata budaya. Dimana Desa Peniron juga menjadi salah satu kampung budaya dengan adat dan kesenian yang beragam. “Ada sejumlah gua maupun situs batu dan kebudayaan desa. Ke depan akan dikembangkan dengan lebih baik,” kata dia.

Untuk dapat menjangkau TBL, pengunjung hanya menempuh sekitar 10 kilometer dari pusat Kota Kebumen. Sedangkan tiket masuk yang dipatok pengelola dari BUMDes Desa Peniron pun cukup murah yakni Rp 5 ribu dan itu pun sudah termasuk parkir kendaraan.

Kendati demikian, hingga kini masih terdapat beberapa kendala yakni infrastruktur untuk menuju lokasi tersebut. Antara lain sejumlah jalan berlubang dan bergelombang hingga kini masih menghiasi sepanjang jalan. Hal ini pula yang dikeluhkan oleh pengunjung maupun pengelola wisata. “Harapannya dalam waktu dekat jalan Peniron-Watulawang segera diperbaiki pemerintah agar infrastruktur ke Peniron semakin baik,”imbuhnya. (mam)


 Sumber : RadarBanyumas


Post a Comment

Powered by Blogger.