======== Kunjungi Juga :=======

KEBUMEN (www.beritakebumen.info) - Nama 'Kanjeng Sultan' alias Kyai Syawal Warga Desa Tepakyang Kecamatan Adimulyo Kabupaten Kebumen mendadak viral. Bukan karena kehebatan ilmunya, namun karena kasus persetubuhan yang ia lakukan terhadap seorang gadis dibawah umur beberapa waktu lalu.

Saat ini Sang Kanjeng Sultan masih menjalani sejumlah pemeriksaan dari Penyidik Sat Reskrim Polres Kebumen.

Berikut fakta menarik yang berhasil dirangkum, berdasarkan pengakuan Kanjeng Sultan saat diwawancarai :

1. Pengakuan HS, atau Kanjeng Sultan mengaku bahwa ia memiliki empat istri. Dari hasil pernikahan itu, ia karuniai 17 anak. Anak sulungnya seorang gadis dan telah lulus SMA, sedangkan anak bungsunya masih berusia 4 bulan.

2. Sebutan Kanjeng Sultan ia dapatkan dari mahluk Gaib yang keluar dari mulut pasien saat mengobati kesurupan. Setiap ia mengobati kesurupan, makhluk Gaib yang merasuki pasiennya, memanggil HS dengan sebutan Kanjeng Sultan.

3. Kanjeng Sultan seorang paranormal atau dukun yang dalam pengakuannya dapat menyembuhkan berbagai macam penyakit termasuk menetralkan ilmu santet. Ia bercerita pasien terjauh datang dari Negara Kamboja.

4. Selain menjadi dukun atau paranormal, Kanjeng Sultan juga berprofesi sebagai makelar tanah dan makelar jual beli kendaraan untuk menghidupi anak dan istrinya yang hidup satu rumah di Desa Tepakyang Kecamatan Adimulyo Kebumen.

5. Pengetahuan tentang ilmu agama, Kanjeng Sultan mengaku telah sampai pada level Ma’rifat sehingga nyawanya bisa keluar dari raga sesuai kehendaknya.

6. Kanjeng Sultan adalah anak nomer tiga dari lima bersaudara. Ia memiliki dua kakak perempuan.

7. Kanjeng Sultan hanya menempuh pendidikan reguler sampai lulus SMP. Ia lebih banyak mencari ilmu tentang agama dari Pondok Pesantren satu, ke Pondok Pesantren lain selama 30 tahun melanglang buana. Bahkan ia harus menjadi kuli untuk biaya hidupnya saat merantau.

8. Kanjeng Sultan memiliki kurang lebih 30 Santri dari dalam maupun luar Kebumen.

9. Kanjeng Sultan dalam menimba ilmu agama, meninggalkan kota kebumen dari tahun 1984 dan kembali ke Kebumen pada tahun 2009. Ia berpindah pindah-pindah hingga mencapai ratusan Pondok Pesantren dalam menimba ilmu agama.

Demikian data yang berhasil dirangkum berdasarkan wawancara terhadap “Kanjeng Sultan” yang penuh Kontroversi.


| Sumber : Humas Polres Kebumen


Post a Comment

Silahkan Berkomentar yang Baik dan Bermanfaat!

Powered by Blogger.