=========== Baca Juga :===========


Transaksi petai di Pasar Krakal Alian Kebumen. (Foto: Dasih Darmawati)
KEBUMEN (www.beritakebumen.info) - Berlangsungnya musim kemarau panjang belum lama ini, berdampak positip bagi para petani petai dan jengkol Kebumen yang berada di banyak desa kawasan pegunungan Kebumen. Dengan dukungan cuaca kemarau panjang, terjadi panen melimpah kedua komoditas perkebunan itu sejak awal minggu kedua November 2018.

"Beberapa tahun belangan panen sangat sedikit, namun tahun ini para petani petai dan jengkol bisa menikmati panen raya. Hampir setiap hari pengepul menerima setoran petai dan jengkol dalam jumlah banyak dari petani," ujar pengepul petai dan jengkol di Desa Krakal Kecamatan Alian Kebumen, Rumpi, Minggu (18/11/2018).

Adapun sentra-sentra penghasil petai dan jengkol adalah desa-desa pegunungan di Kecamatan Alian, Prembun, Padureso, Sadang, Karangsambung, Ayah, Poncowarno dan Kutowinangun.

Tentang harga petai di tingkat petani kini rata-rata Rp 1.000/baris untuk petai tua kelas super dan Rp 800 /baris kelas biasa. Sedangkan petai muda Rp 700/baris. Sedangkan di tingkat pengepul harganya berselisih Rp 300 sampai Rp 500 dari harga di tingkat petani.

Adapun harga jengkol di tingkat petani Rp 10 ribu sampai Rp 15 ribu/kilogram, tergantung kualitasnya. Sedangkan di tingkat pengepul Rp 15 ribu sampai Rp 20 ribu/kilogram

"Mungkin karena tahun-tahun lalu tak ada panen raya, sambutan pasar terhadap panen raya petai dan jengkol kali ini sangat bagus. Selain ke pasar-pasar tradisional di Kebumen, petai dan jengkol Kebumen juga dikirim ke Purwokerto, Cilacap dan Bandung," ujar Rumpi.(Dwi)


| Sumber : KRJogja.com


Post a Comment

Powered by Blogger.