=========== Baca Juga :===========


Pendiri Perpustakan Alam Nur Arifin SSos saat mengajari para peserta membuat topeng dari bahan dasar sampah.IMAM/EKSPRES
BUAYAN (www.beritakebumen.info) - Perpustakaan Alam yang berada di Desa Mergosono, Kecamatan Buayan merupakan sebuah laboratorium inspirasi dan ruang karya bagi anak-anak keluarga harapan. Berbeda dengan yang hanya menyediakan buku, Perpustakaan Alam menyajikan berbagai air terjun, gua dan sawah.

Perpustakaan ini didirikan oleh Nur Arifin SSos (25) warga RT 1 RW 1 Desa setempat. Pihaknya kini juga bekerja sebagai pendamping Program Keluarga Harapan (PKH) di Kecamatan Buayan. Di Perpustakaan Alam pengunjung dapat menikmati beberapa program unik dan menarik. “Ini sangat cocok untuk anak-anak keluarga harapan. Beberapa program menarik dari Perpustakaan Alam diantaranya Kelas Inspirasi dan Kelas Karya,” tuturnya, Senin (8/10).

Dijelaskannya, melalui Program Kelas Inspirasi pengunjung akan disampaikan materi-materi pengetahuan yang akan menumbuhkan semangat dan daya juang. Ini berupa pengenalan tokoh-tokoh menginspirasi di Indonesia. “Profil tokoh inspirasi, latar belakang tokoh, pendidikan tokoh, status sosial dan cara berfikir, serta karya-karya yang telah dihasilkan disampaikan secara detail,” katanya.

Tidak seperti disekolah, penyampaian meteri lanjut Nur Arifin, di Perpustakaan Alam dilaksanakan dengan cara yang unik. Seperti di tempat alam terbuka, di sawah, di pekarangan dan lain sebagainya. Para peserta juga boleh sambil makan atau minum. Selain itu saat penyampaian juga diselingi humor yang mendidik. “Ini membuat para peserta merasa asik dan tidak jenuh,” jelasnya.

Selain kelas Inspirasi Perpustakaan juga memiliki Kelas Karya. Sesuai namanya program ini mengajak para pengunjung untuk berkarya. Pengunjung akan diajari bagaimana membuat topeng dari bahan dasar sampah. Selain topeng juga membuat perabot rumah tangga dari tanah liat, melukis kaligrafi dan masih banyak lagi. “Kelas Karya ini bertujuan untuk melatih keterampilan dan menumbuhkan semangat untuk berkarya,” paparnya.

Selain kedua program itu, yang tidak kalah unik dan menarik yaitu Kelas Bermain. Melalui kelas ini, para penggunjung akan diajak untuk bermain permainan tradisional yang sudah sangat jarang ditemui dibeberapa tempat. Pengunjung juga akan diajak untuk berkeliling ke tempat-tempat menarik di sekitar Perpustakaan Alam yakni air terjun, gua, sawah dan tempat sejuk lainnya.

Nur Arifin menambahkan Perpustakaan Alam menjadi salah satu alternatif tambahan dalam pendidikan non formal. Khususnya bagi para keluarga harapan yang perlu pendampingan. “Di mana keluarga harapan mebutuhkan pendampingan ekonomi, kesehatan, pendidikan, dan kesejahteraan sosial,” ucapnya. (mam)


 Sumber : Radar Banyumas


Post a Comment

Powered by Blogger.