=========== Baca Juga :===========


CILACAP (www.beritakebumen.info) - Sejumlah peralatan dini atau early warning system (EWS) yang berada di pesisir selatan perairan Cilacap dan Kebumen, Jawa Tengah (Jateng) mengalami kerusakan. Meski demikian, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) secara berkala membunyikan sirine.

Kepala Pelaksana Harian BPBD Cilacap Tri Komara Sidhy mengatakan dari 35 unit peralatan EWS yang terpasang di sepanjang pantai Cilacap, mulai Cilacap Selatan, Kesugihan, Adipala, Binangun sampai Nusawungu, yang aktif bunyi sebanyak 26 unit.

"Ada sembilan unit peralatan EWS yang mengalami kerusakan. Korosi yang membuat peralatan rusak. Korosi terjadi karena terpaan angin laut yang membawa titik-titik air asin. Sebab, peralatan itu berada tidak jauh dari pantai," kata Tri Komara, Selasa (2/10).

Pihaknya telah melaporkan kerusakan peralatan tersebut ke Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), karena EWS sangat penting keberadaannya.

"Cilacap merupakan salah satu daerah yang rawan gempa dan tsunami, sehingga diperluakan alat deteksi dini untuk kewaspadaan," ujarnya.

Dikatakan Tri, BPBD Cilacap membunyikan peralatan EWS pada tanggal 10 dan 25 setiap bulannya. Hal itu dilakukan untuk melakukan pengecekan peralatan dan peringatan kewaspadaan untuk masyarakat pesisir.

Sementara di Kebumen, BPBD setempat mencatat ada 10 EWS tsunami di sepanjang pantai di Kebumen.

"Namun dari jumlah tersebut, hanya tiga unit yang baik. Sedangkan tujuh lainnya mengalami gangguan secara online. Kami akan berkoordinasi dengan BNPB terkait gangguan peralatan itu," ungkap Kepala Pelaksana Harian BPBD Kebumen Eko Widianto.

Peralatan EWS tsunami tersebar merata di sepanjang pesisir paling timur yakni Mirit hingga paling barat yaitu Ayah. Peralatan tersebut dipasang, karena Kebumen juga merupakan daerah yang rawan gempa serta tsunami.(OL-6)


Sumber : MediaIndonesia


Post a Comment

Powered by Blogger.