=========== Baca Juga :===========


KEBUMEN (www.beritakebumen.info) - Guru Tidak Tetap dan Pegawai Tidak Tetap (GTT/PTT) memiliki peran yang vital dalam pelaksanaan roda pendidikan. Pemerintah sepatutnya septutnya memberikan perhatian kepada mereka. Salah satunya dengan mengakomodasi GTT/PTT dalam Lowongan Aparatur Sipil Negara (ASN) atau CPNS.

Forum Komuniksi (FK) GTT/PTT Kebumen menilai lowongan CPNS yang ada saat ini belum bisa mengakomodir GTT/PTT.

“Kami sangat menyesalkan hal tersebut,” tutur Ketua FK GTT/PTT Ahmad Zahri, Kamis (27/9/2018). Untuk itu dia mewakili GTT/PTT se Kebumen mendukung aksi mogok nasional. Ini dilaksanakan sampai pemerintah benar-benar menyadari dan mengangkat GTT menjadi ASN.

Ahmad menegaskan, di Kebumen terdapat GTT yang telah mengabdi selama belasan tahun. Mereka mengabdi dengan honor kecil. Meski demikian, GTT tetap menjalankan pengabdian. “Banyak sekolah yang hanya mempunyai sedikit guru PNS. Keberadaan GTT untuk menutupi kekurangan guru,” jelasnya.

Lebih lanjut Ahmad mengatakan, pihaknya mendukung aksi mogok nasional karena hal itu dinilai sebagai satu-satuya jalan. Aksi mogok akan dilakukan hingga pemerintah menyadari dan mengangkat GTT/PTT menjadi PNS. “Mogok nasional adalah satu-satunya jalan menuju PNS,” tegasnya.

Sementara itu, FK GTT/PTT Kecamatan Petanahan juga menyampaikan aspirasinya melalui spanduk agar mempercepat Revisi Undang-Undang Nomor 5 tahun 2014 tentang Aparatur Sipil Negara (ASN). Undang-undang tersebut dapat menjadi dasar hukum pengangkatan honorer menjadi PNS tanpa tes.

Di Kabupaten Kebumen, GTT/PTT pernah melaksanakan aksi mogok kerja. Hal itu dilakukan untuk mendapatkan SK Bupati. Meski telah mogok, hingga saat ini pemerintah kabupaten belum dapat menerbitkan SK.

Seperti diketahui, tahun ini Kabupaten Kebumen mendapat formasi CPNS 2018 sebanyak 488 orang. Terbanyak formasi guru sebanyak 360 orang.


Sumber : mam/radarmas


Post a Comment

Powered by Blogger.