=========== Baca Juga :===========


AKP Hari Harjanto (kiri) menunjukkan barang bukti penggelapan uang nasabah. (Foto: Sorot)
KEBUMEN (www.beritakebumen.info) - Oknum karyawan kantor Radana Finance Kebumen, RA (33) warga Desa Kewayuhan Kecamatan Pejagoan harus berurusan dengan pihak berwajib akibat perbuatannya. Ia dipolisikan bosnya sendiri akibat melakukan penggelapan uang setoran nasabah senilai Rp 10,4 juta pada medio Agustus hingga September 2018.

Kalakuan tersangka diketahui berkat adanya komplain salah satu nasabah Sri Mulyani. Dirinya dihubungi pihak kantor karena dinilai belum membayar, padahal ia telah membayar angsuran. Ia pun mendatangi kantor untuk melakukan komplain. Dari situ, pimpinan memerintahkan untuk melakukan pengecekan kepada nasabah yang menjadi tanggungan dari tersangka.

Dari hasil pengecekan kepada 10 nasabah, didapatkan keterangan bahwa uang cicilan telah dibayarkan melalui tersangka. Namun uang pembayaran tersebut, tidak disetorkan kepada kantor dan justru dinikmati tersangka untuk keperluan sehari-hari.




Kapolsek Kebumen AKP Hari Harjanto menjelaskan, penggelapan dilakukan tersangka dengan cara tidak menyetorkan uang nasabah untuk melunasi pembayaran cicilan. Selain itu, beberapa setoran juga dilakukan perubahan kwitansi secara jumlah setoran yang disetorkan ke kantor.

"Tersangka diamankan Rabu (12/9) malam saat melakukan judi online di Pejagoan," ungkapnya didampingi Kanit Reskrim Aiptu Sugiyono, Jumat (14/9/2018).

Dijelaskannya, dalam pengamanan tersangka juga disertakan membawa 10 bendel kwitansi bukti angsuran dan bendel surat perjanjian kerja. Pihaknya hingga kini masih terus melakukan penyidikan terhadap kasus tersebut. Pasalnya, kerugian yang disebabkan tersangka dapat saja lebih banyak dari jumlah yang sudah ditemukan.

"Tersangka melanggar Pasal 374 KUH Pidana subsider 372 KUHP dengan ancaman 5 tahun penjara," jelasnya.


Editor : BK01 | Sumber : Sorot


Post a Comment

Powered by Blogger.