=========== Baca Juga :===========


Para pelajar ambil bagian dalam World Cleanup Day di Pasar Wonokriyo Gombong, Sabtu (15/9/2018). (Foto: Anisatul M)
GOMBONG (www.beritakebumen.info) - Di manapun bahkan di seluruh dunia, sampah menjadi ancaman serius yang mencemari lingkungan. Terlebih jika sampah yang setiap harinya diproduksi masyarakat ini tidak dikelola dengan baik.

Di Kabupaten Kebumen, menurut data Dinas Perumahan, Kawasan Pemukiman dan Lingkungan Hidup (Perkim LH) Kebumen, sampah di perkotaan yang sudah dikelola dan terangkut ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) baru sekitar 45,97 persen. Berarti selebihnya 54,03% sampah belum terangkut ke TPA. Sampah-sampah ini tersebar dan mencemari lingkungan.

"Ini menjadi tantangan sekaligus ancaman. Kita harus bekerja keras mengurangi sampah," kata Plt Bupati Kebumen, Yazid Mahfudz saat aksi pungut sampah dalam rangka World Cleanup Day (WCD) atau Hari Pembersihan Dunia 2018 di Pasar Wonokriyo Gombong, Sabtu (15/9/2018).

Yazid Mahfudz menjelaskan, dalam sehari Kebumen menghasilkan 638 ton sampah yang tersebar di 26 kecamatan. Hingga akhir tahun 2017 baru 45,97 persen sampah perkotaan bisa diangkut ke dua TPA yakni TPA Semali, Sempor dan TPA Kaligending, Karangsambung.






Sampah yang tidak terangkut mencemari lingkungan seperti sungai, saluran irigasi, laut, perkampungan, pasar serta beberapa fasilitas publik. Kondisi ini pastinya berdampak negatif pada kesehatan masyarakat dan lingkungan.

Seperti yang terlihat pada saluran irigasi Waduk Sempor di samping Pasar Pagi Wonokriyo, Gombong. Sampah-sampah memnuhi saluran irigasi dengan sedikit air yang tidak mengalir berwarna hitam dan mengeluarkan bau busuk. Mirisnya, para pedagang di sekitar lokasi bahkan banyak pula yang mendirikan lapak di atas saluran irigasi itu seakan cuek tidak perduli dengan kondisi tersebut.

Menanggapi hal itu, Gus Yazid mengatakan, perlu langkah-langkah sistematis dan berkelanjutan untuk dilakukan utuk mengurangi persoalan sampah. Perlu kesadaran bersama, memberi teladan menempatkan sampah pada tempatnya.

"Aksi pungut sampah ini menjadi momentum mempersatukan masyarakat untuk meningkatkan kepedulian terhadap permasalahan sampah," ujar Yazid Mahfudz.

Antusiasme World Cleanup Day

Peringatan World Cleanup Day (WCD) atau Hari Pembersihan Dunia 2018 dilaksanakan serentak, Sabtu (15/08/2018). Acara seremonial tingkat kabupaten Kebumen digelar di Pasar Wonokriyo Gombong.

Masyarakat mulai dari Aparatur Sipil Negara (ASN), TNI, Kepolisian, pelajar, komunitas serta berbagai komponen masyarakat di Kebumen antusias mengikuti kegiatan ini. Salah satu buktinya, acara di Pasar Wonokriyo yang semula direncanakan diikuti 500 orang ternyata malah mencapai 700 orang. Mereka saling berbaur membersihkan lingkungan, menyapu, memunguti dan mengumpulkan sampah.

Tak hanya di Gombong yang menjadi pusat acara WCD, aksi bersih-bersih lingkungan juga dilaksanakan di semua penjuru wilayah Kebumen.

"Aksi pungut serentak dan masif dilaksanakan di desa-desa, pasar dan fasilitas publik. Tidak kurang 85.000 warga Kebumen ikut aksi di tempat kerja atau domisili mereka," ujar Sekretaris Dinas Perkim LH Sri Pambudi sebagai ketua dalam kegiatan itu.

Kegiatan dilakukan dengan cara membersihkan lingkungan sekitar tempat tinggal, sekolah-sekolah, pasar, pertokoan, hingga objek-objek wisata pantai di Kecamatan Mirit, Ambal, Buluspesantren, Petanahan, Puring hingga Ayah.

Selepas dari Pasar Wonokriyo, Plt Bupati Yazid Mahfudz melajutkan menanam pohon di Lapangan Manunggal Gombong.


Reporter : Anisatul | Editor : BK01



Post a Comment

Powered by Blogger.