KEBUMEN (www.beritakebumen.info) - Masa pendaftaran peserta didik baru (PPDB) SMA telah usai. Tercatat jumlah total peserta didik baru di Kebumen yang diterima sebanyak 3.379 siswa. Dari jumlah itu, 412 siswa mendaftar menggunakan Surat Keterangan Tidak Mampu (SKTM) dan tidak ada yang dianulir. Hal ini menandakan semua proses pendaftaran dilaksanakan dengan baik. Tak ada SKTM palsu seperti yang sedang marak diberitakan di berbagai media masa dan media sosial.

Ketua Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMA Kebumen, Rachmat Priyono SPd MM menyampaikan, di Kebumen terdapat 14 SMA Negeri. Dari jumlah tersebut mempunyai daya tampung sebanyak 3989 siswa baik itu siswa miskin maupun yang mampu. “Daya tampung semuanya mencapai 3989 siswa dan terpenuhi 3379,” tuturnya, Rabu (11/7/2018).




Dijelaskanya, jumlah siswa yang ada terbagi menjadi tiga jurusan yakni IPA, IPS dan Bahasa. Jumlah siswa IPA mencapai 1.951 dari daya tampung 2052. Jumlah siswa IPS 1.290 dari daya tampung 1.767. Sedangkan untuk Bahasa terdapat siswa 138 dari daya tampung 170. “Itu artinya dari semua jurusan tidak ada yang memenuhi daya tampung,” paparnya.

Lebih lanjut dijelaskan, untuk siswa miskin dari jurusan IPA mencapai 590. Jurusan IPS mencapai 272 dan jurusan Bahasa 0. Dengan demikian maka jumlah siswa miskin mencapai 862. Kendati demikian jumlah siswa yang mendaftar menggunakan SKTM hanya 412 siswa. “Jika dihitung menggunakan prosentase antara siswa yang menggunakan SKTM mencapai 10 persen dari total siswa yang mendaftar menggunakan non SKTM,” jelasnya.

Saat disinggung mengenai adanya siswa Kebumen yang dianulir karena mendaftar menggunakan SKTM, Rachmat Priyono menegaskan tidak ada. Dengan demikian maka di Kebumen dipastikan tidak ada penyalah gunaan SKTM. “Iya, tidak ada yang dianulir,” jelasnya.

Sementara itu, Pengawas SMK Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Jawa Tengah Warjan SPd SH MM menyesalkan adanya fenomena SKTM yang tidak disesuaikan dengan kenyataan. Adanya fenomena tersebut mewajibkan pihak sekolah untuk melakukan verifikasi faktual agar SKTM yang diterima benar-benar anak dari keluarga yang tidak mampu. “Sebagai pengawas saya sangat senang jika di Kebumen tidak ada siswa yang dianulir. Akan tetapi kedepan harus jeli terhadap SKTM dari para pendaftar,” ucapnya.



Reporter : Mam | Sumber : kebumenekspres.com


Post a Comment

Powered by Blogger.