=========== Baca Juga :===========


Salah satu lokasi peternakan ayam petelur di Desa Bandung, Kebumen. (Foto: Berita Kebumen)
KEBUMEN (www.beritakebumen.info) - Harga telur dalam beberapa pekan ini tidak stabil dan cenderung naik. Masyarakat banyak yang mengeluhkan kenaikan harga telur yang melambung tinggi. Bahkan harga eceran di sejumlah warung di Kebumen mencapai Rp 30.000,-/kilo. Padahal jelang Lebaran Idul Fitri kemarin, harga masih RP 22.500,-/kilo.




Masyarakat pun bertanya-tanya, penyebab naiknya harga yang signifikan ini. Beberapa orang yang Berita Kebumen (BK) temui bahkan sempat menduga adanya permainan pedagang telur. Ada pula yang menganggap harga telur naik karena adanya program Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) dari pemerintah. Musim haji juga dianggap jadi biang kenaikan harga oleh sejumlah masyarakat.

Penelusuran BK kenaikan harga bukan karena permainan pedagang, tapi harga naik sudah terjadi sejak dari peternak. Program BPNT juga bukan sebab, justru malahan eWarong atau agen penyalur BPNT kebingungan ketika harus menyediakan telur. Karena harga jual di eWarong atau agen BPNT mengikuti aturan Harga Eceran Tertinggi (HET) pemerintah setempat. Sementara harga di distributor lebih tinggi dari HET yang ditetapkan beberapa hari sebelumnya.
"HET kemarin Rp 24.500,- sedangkan harga beli di distributor waktu itu mencapai dua puluh lima ribu lebih. Sehingga beberapa eWarong terpaksa tidak menyediakan telur." jelas Adi Mustofa, SE, koordinator eWarong Kebumen baru baru ini.


Seorang warganet dengan akun facebook Malika Shafiera membagikan pengalamannya dan mengungkapkan penyebab naiknya harga telur. Ia yang mengaku baru kali ini mengalami kenaikan harga telur yang drastis ini mengungkapkan penyebab kenaikan harga telur karena jumlah ayam petelur yang produktif berkurang jumlahnya. Ayam petelur yang sudah tua dan tidak produktif atau ayam afkir yang jumlahya ribuan dijual sebelum lebaran.Sedang ayam yang ada saat ini belum sepenunhya produktif menghasilkan telur. Otomatis stok telur sangat tipis, sementara kebutuhan meningkat.

Mengutip Detik Finance, Rabu (11/7/2018), menurut peternak ayam petelur, Tukinu, ada beberapa faktor yang menyebabkan harga telur saat ini tinggi antara lain, bangkrutnya peternak-peternak kecil dan ternak ayam diserang penyakit sehingga produksi telur menurun dan tidak mampu mencukupi kebutuhan pasar.


Editor : BK/mat


Post a Comment

Powered by Blogger.