Lahan cabai di Desa Tanggulangin Kecamatan Klirong (Dasih/KRJogja.com)
KEBUMEN (www.beritakebumen.info) - Harga cabai dalam 2 minggu terakhir di Kebumen tak pernah stabil. Seringkali hanya dalam waktu satu, dua atau tiga hari harganya terus berganti.

"Seperti harga cabai rawit, setelah naik dari Rp 30 ribu menjadi Rp 35 ribu per kilogram pada tiga hari lalu, hari ini justru turun dari Rp 32 ribu per kilogram menjadi Rp 26 ribu per kilogram. Begitu
pula harga cabai merah keriting, hari ini naik dari Rp 30 ribu naik menjadi Rp 34 ribu per kilogram," ungkap pengepul cabai asal Desa Sirnoboyo Kecamatan Mirit Kebumen, Rusmiyati, di areal bongkar muat Pasar Tumenggungan Kebumen, Senin (09/04/2018).

Kendati naik dan turunnya harga dalam waktu yang cepat tersebut menurut Rusmiyati tak terlalu membebani para pengepul, namun merupakan sesuatu yang membingungkan bagi para petani cabai di Kebumen.




Rusmiyati mengaku sering diprotes petani saat harga cabai menurun. "Untuk menentukan harga, para pengepul biasanya mencermati situasi pasar maupun kondisi panen petani. Kalau permintaan pasar sedang tinggi, namun di lapangan kami tak berhasil mengumpulkan cabai dalam jumlah yang melimpah, maka harga cabai pun naik. Sebaliknya, bila situasi pasar sepi pembeli sedangkan stok cabai masih banyak, maka harganya turun," jelas Rusmiyati.

Menghadapi ketidakstabilan harga cabai tersebut sejumlah petani cabai di Kebumen kini lebih memilih fokus merawat tanaman mereka guna menghadapi bulan Ramadhan dan Syawal mendatang.

"Kami sekarang lebih fokus untuk merawat tanaman agar bisa panen di bulan Ramadhan dan Syawal mendatang. Sebab, di dua bulan itu kami yakin harga cabai akan sangat menguntungkan petani," ujar Solihin, petani cabai di Desa Tanggulangin Kecamatan Klirong Kebumen, di lahannya.(Dwi)


 | Sumber : KRJogja.com

Post a Comment

Powered by Blogger.