Warga Arjomulyo mengadu ke DPRD terkait dugaan nepotisme dalam seleksi perangkat desa. (Foto: Farhan Marzuki/rri.co.id)
KEBUMEN (www.beritakebumen.info) - Sedikitnya 50 orang perwakilan warga desa Arjomulyo kecamatan Adimulyo mendatangi gedung DPRD Kabupaten Kebumen, Senin (9/4/2018) pagi. Rombongan yang dipimpin ketua BPD Desa Arjomulyo, Ngarsis, ini mengadu perihal penjaringan perangkat desa di desa Arjomulyo yang dinilai tidak transparan dalam proses seleksi sehingga hasilnya diragukan.

Dalam proses seleksi sekretaris desa, ada 11 peserta calon sekdes dimana yang kemudian terpilih adalah anak Kepala Desa. Sementara dalam seleksi Kadus dari tiga peserta seleksi, yang kemudian terpilih adalah keponakan kades. Karena itu warga menduga ada unsur nepotisme di dalamnya. Mereka kemudian mengadukannya ke DPRD Kebumen.

Rombongan diterima Komisi A DPRD Kebumen. Audiensi dilakukan di ruang rapat paripurna dihadiri Ketua Komisi A Hj Supriyati, Wakil Ketua Restu Gunawan, Sekretaris Aksin dan anggota Komisi A Fitria Handini, Danang Adi Nugroho, Sri Susilowati, dan Ermi Kristanti. Hadir pula Bagian Hukum Setda Kebumen, Bagian Tata Pemerintahan, Dispermades, Camat Adimulyo, Kepala Desa Arjomulyo, panitia seleksi, dan seluruh peserta seleksi perangkat desa.

Dalam paparannya, Ngarsis menceritakan persoalan di desanya terkait seleksi perangkat desa yang terdiri dari Sekretaris Desa dan Kepala Dusun pada Rabu (28/3/2018) lalu. Warga mencium aroma nepotisme dalam proses penjaringan perangkat.

"Malah pada proses pemilihan, ada kejadian Ketua BPD dilarang masuk ke ruangan panitia. Adanya larangan itu malah dari pihak Kecamatan," ujar Ngarsis.




Sekretaris Komisi A Aksin menyampaikan, secara regulasi, siapapun yang memenuhi syarat boleh ikut serta dalam proses seleksi perangkat desa.

"Anaknya kepala desa, keponakan kepala desa, adiknya bupati, sepupunya anggota DPRD, semua boleh ikut. Yang perlu kita diskusikan disini adalah prosesnya. Sesuai aturan atau tidak?" Kata Aksin.

Kabag Hukum Setda Kebumen Amin Rahmanurrasjid melalui Kasubag Bantuan Hukum Ira Puspitasari menegaskan, dari paparan panitia dihadapan peserta audiensi, Bagian Hukum menilai seluruh tahapan dilaksanakan sesuai prosedur. Adapun terkait hasil penjaringan yang dipersoalkan warga, Ira menyarankan warga menyiapkan saksi dan bukti. Jika benar ada kecurangan, pihaknya berjanji untuk membantu memfasilitasi.

"Namun untuk ini masih akan kami kordinasikan dengan berbagai pihak seperti bagian tata pemerintahan, dan dispermades agar terjadi kesamaan persepsi dulu," Tambah Ira.

Di akhir audiensi, Ketua Komisi A Supriyati berharap adanya kejadian ini tidak memicu perpecahan antar warga desa Arjomulyo.



| Editor : bk01 | Sumber : rri.co.id


Post a Comment

Powered by Blogger.