Razia pekat gabungan di Kebumen. (Foto: rri.co.id)




KEBUMEN (www.beritakebumen.info) - Tim Terpadu Satpol PP Kebumen, Polres Kebumen , Kodim 0709 Kebumen, dan Badan Narkotika Kabupaten (BNK) Kebumen beserta Tim Medis menggelar razia gabungan penyakit masyarakat (pekat), Jumat (23/03/2018) malam. Dari razia itu, petugas mengamankan 4 pasangan bukan suami istri dan seorang pengguna narkoba.

Keempat pasangan tidak resmi tersebut diamankan masing-masing 2 pasang dari hotel kelas melati dan 2 pasang lainnya dari kawasan stadion Candradimuka Kebumen.

Kedua pasangan yang terjaring razia di hotel yakni MJ (45) warga Kecamatan Prembun dan pasangannya AS (49) warga Kecamatan Kebumen. NK (34) warga Kecamatan Kutowinangun dan pasangannya IS (40) warga Buluspesantren.

Kedua pasangan tersebut didapati tengah memadu kasih di dalam kamar hotel kelas melati yang terletak di Kecamatan Kebumen. Saat terjaring razia, mereka mengelak telah melakukan perbuatan mesum dan mengaku baru saja masuk hotel.

Razia penyakit masyarakat dilanjutkan ke komplek Stadion Candradimuka Kebumen. Dari area-area yang minim penerangan disekitar stadion, petugas lagi-lagi mendapati 2 pasangan muda mudi. Mirisnya, ada yang masih berstatus pelajar.

Keduanya masing-masing berinisiali NK (20) bersama teman laki-lakinya AI (21) yang merupakan warga Kecamatan Pejagoan dan SUP (31) warga Buluspesantren dengan BMK (20) warga Kebumen. Keempat pasangan tersebut kemudian dibawa petugas ke markas Satpol PP Kebumen beserta kendaraan bermotor yang digunakan.

Razia pekat gabungan di Kebumen. (Foto: rri.co.id)




Tak berhenti di situ, tim gabungan menyasar tempat karaoke di Kecamatan Sruweng. Di tempat ini, petugas menggelar tes urine kepada pengunjung dan pemandu lagu (PL). Hasilnya ada satu pengunjung yang positif mengonsumsi narkoba.

Kepala Bidang Penegakkan Peraturatan Daerah (Kabid Gakda) Satpol PP Kebumen, Sugito Edi Prayitno, mengatakan mereka yang terjaring razia diamankan. Dijelaskannya, usai proses pendataan keempat pasangan yang terjaring razia akan diproses hukum sesuai dengan Perda Kabupaten Kebumen nomor 7 tahun 1973 tentang Penutupan Rumah Tempat Pelacuran. Ia pun mengimbau masyarakat agar tidak melakukan perbuatan yang melanggar aturan seperti berbuat mesum di hotel dengan pasangan yang tidak resmi.

Khusus bagi pengunjung yang kedapatan narkoba, ujar dia, tengah didalami oleh petugas . "Ini kemudian didalami dan nantinya akan direhabilitasi," kata .

"Tolong kepada masyarakat Kebumen agar menghindari narkoba, minuman keras karena akan berdampak kepada diri sendiri," ujarnya.


Editor : bk | Sumber : rri - ekspres

Post a Comment

Powered by Blogger.