Ketua Kelompok Budidaya Ikan Bonorowo Kebumen menolak bantuan pakan ikan sejumlah 3,5 ton dari KKP karena dinilai memiliki kualitas rendah. (Suaramerdeka.com/ Supriyanto)




BONOROWO (www.beritakebumen.info) - Kelompok Pembudidaya Ikan (Pokdakan) di Kecamatan Bonorowo, Kebumen menolak penyaluran bantuan pakan ikan sejumlah 3,5 ton dari Kementerian Kelautan Perikanan (KKP). Bantuan pakan yang ditujukan kepada Pokdakan Minasari Desa Tlogorejo, Kecamatan Bonorowo itu dinilai memiliki standar kualitas yang rendah.

Ketua Forum Petani Pembudidaya Ikan Kecamatan Bonorowo, Wibisono Susanto mengatakan, bantuan itu merupakan program dari kementerian yang seharusnya sudah didistribusikan sampai ke kelompok November 2017. Namun dropping pakan baru dilakukan ke kelompok, Sabtu (24/3) lalu.

Menurut Wibi, panggilan akrabnya, sebelum pakan dibongkar dari truk, dilakukan uji pakan yaitu pengambilan sampel pakan kemudian diberikan kepada ikan yang ada di kolam budidaya. Setelah ditunggu beberapa waktu, ternyata ikan tidak mau makan pakan tersebut. Hal itu mengindikasikan bahwa kualitas pakan memang tidak layak.

“KKP jangan hanya asal mengacu kandungan kadar protein 28% untuk pakan ikan, namun harus ditelusuri tentang kualitasnya dan kebonafitan dari pabrik pakan itu sendiri. Banyak pabrik pakan yang menerapkan kandungan kadar protein di labelnya 28% namun realitasnya itu hanya untuk strategi pemasaran saja.Bahkan tidak sedikit pakan dengan kadar protein 28% dijual murah di pasaran,” ujar Wibisono Susanto, Senin (26/3).

Semestinya KKP sebagai tangan panjang sekaligus pelayan masyarakat menjadi contoh dan mengedepankan untuk kemajuan dan kesejahteraan petani pembudidaya, KKP juga harus bisa berhitung untuk bibit 40.000 ekor seharusnya dengan menggunakan pakan perbandingan lurus pakan yang didistribusikan 4 ton, namun dari KKP hanya mendistribusikan 3,5 ton.

(Supriyanto /SMNetwork /CN33 )


| Sumber : Suaramerdeka

Post a Comment

Powered by Blogger.