Kilas Berita:

Tenaga Kerja Asing (TKA) di Jateng Capai 2.119 Orang, Kebumen dan Wonosobo Nihil

KEBUMEN (www.beritakebumen.info) - Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Jateng mencatat adanya peningkatan jumlah tenaga kerja asing (TKA) yang bekerja di Jawa Tengah. Pada tahun 2017 jumlah TKA mencapai 2.119 orang, meningkat dibanding TKA tahun 2016 sebanyak 1.986 orang. Bukan hanya jumlah TKA, jumlah negara asalnya pun meningkat dari 50 menjadi 53 negara. Terbanyak dari RRC 381 orang, Korea Selatan 207 orang, Jepang 105 orang, Taiwan 93 orang, dan India 87 orang.

Sesuai data dari Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Jateng 2.119 TKA itu tersebar di 33 kabupaten/kota di Jawa Tengah. Ada dua kabupaten yang tak ada TKA,yakni Kebumen dan Wonosobo. Sedang TKA terbanyak berada di Kota Semarang sebanyak 181 orang. Diikuti Kabupaten Semarang, Batang, Jepara dan Cilacap.

Mereka bekerja di berbagai macam sektor usaha. Diantaranya di bidang industri tekstil dan kulit, industri garmen dan pakaian jadi, bidang perdagangan, industri pemintalan dan tenun, industri minuman, dan jasa pendidikan. Pembangunan PLTU Batang dan Cilacap juga turun menyumbang jumlah TKA di wilayah tersebut.




Melansir berita dari suaramerdeka.com, Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Jateng Wika Bintang menjelaskan salah satu faktor utama peningkatan jumlah TKA adalah dibukanya keran investasi dari luar negeri ke Jateng.

“Biasanya pada tahun-tahun awal, mereka (investor) membawa alat, teknologi dan sumber daya manusia dari negara setempat,” kata Wika, kemarin.

Wika mengatakan tak mudah untuk menjadi TKA. Setiap TKA juga tidak diperbolehkan menduduki lebih dari satu jabatan, berijazah minimal S1, pengalaman kerja dibidangnya lima tahun dan bersedia alih teknologi dengan didampingi tenaga kerja asli indonesia saat menjalankan tugasnya.

Anggota Komisi E DPRD Jateng Yudi Indras Wiendarto meminta Pemprov Jateng memperketat pengawasan pada tenaga kerja asing (TKA) yang ada di Jawa Tengah. Dengan dibukanya keran investasi dari luar negeri, maka memungkinkan jumlah TKA akan terus bertambah dan tidak menutup kemungkinan ada yang ilegal.

Yudi yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua DPD Partai Gerindra Jateng mengaku senang sekaligus khawatir dengan kondisi itu. Senang lantaran jumlah peningkatan TKA itu sebagai salah satu indikator peningkatan investasi dari luar negeri di Jateng. Artinya, modal asing akan menggerakkan roda perekonomian masyarakat Jateng.

Tapi di sisi lain, ia khawatir jika penambahan jumlah TKA itu karena proses alih teknologi dari TKA pada tenaga kerja asli Indonesia tak berjalan mulus. Sesuai aturannya, keberadaan TKA di Indonesia dibatasi masa kerjanya, ia harus mau mentransfer ilmu pada tenaga kerja asli Indonesia.

“Tetap harus diwaspadai. Kalau memang peningkatan TKA itu dikarenakan iklim investasi yang terus meningkat maka itu baik. Tapi jangan sampai ada TKA yang nakal,” kata Yudi, Minggu (4/2).

Menurutnya, sebagai upaya antisipasi TKA nakal maupun TKA ilegal maka harus dilakukan pengawasan TKA di semua wilayah.


Editor : bk01/mat | Sumber : suaramerdeka.com