Kilas Berita:

Pembangunan Pasar Belum Seimbang dengan Peningkatan Nilai Beli dan Pendapatan Masyarakat

KEBUMEN (www.beritakebumen.info) - Rapat Paripurna DPRD Kabupaten Kebumen dilaksanakan, Senin (2/10/2017) dengan agenda Penyampaian Pemandangan Umum Fraksi terhadap 3 (tiga) Raperda:(1) Raperda tentang Pengelolaan Pasar Daerah,(2) Raperda tentang Retribusi Pelayanan Pasar, dan(3) Raperda tentang Penataan dan Pemberdayaan Pedagang Kaki Lima.

Dalam rapat yang dipimpin Ketua DPRD H Cipto Waluyo SKepNs dan dihadiri Wakil Bupati KH Yazid Mahfudz itu disampaikan pandangan umum Fraksi. Salah satunya Fraksi Partai Gerindra yang beranggapan bahwa pembangunan pasar daerah yang dilakukan Pemkab Kebumen sejauh ini belum memberikan dampak perekonomian bagi masyarakat. Ia menyayangkan hal itu mengingat biaya yang dikeluarkan untuk pembangunan tersebut tidak sedikit.

Wijil Tri Atmojo, Juru Bicara Fraksi Partai Gerindra Kabupaten Kebumen. (Foto: DPRD Kabupaten Kebumen)

"Kami menyayangkan pendekatan selama ini adalah pendekatan infrastruktur. Artinya, pembangunan pasar di Kebumen lebih diarahkan untuk pembangunan infrastrukturnya saja tanpa diimbangi dengan peningkatan nilai beli masyarakat dan pendapatan masyarakat,” ungkap juru bicara Fraksi Gerindra, Wijil Tri Atmojo.

Pembangunan dan pengelolaan pasar daerah, menurut Wijil, hendaknya memperhatikan dua aspek yaitu pengelolaan pasar mengedepankan perekonomian kerakyatan dan pasar daerah harus menjadi penggerak perekonomian di daerahnya.



Masih Wijil, belum maksimalnya dampak pembangunan pasar daerah terlihat dari angka kemiskinan yang masih diangka 20% dan tingkat pengangguran terbuka diangka 4,41%. Selain itu, pertumbuhan ekonomi yang mengarah kepada kenaikan diangka 5,83% lebih banyak ditopang oleh sektor usaha kalangan menengah ke atas seperti jasa kontruksi.

"Ketimpangan yang terjadi di Kabupaten Kebumen sangat tinggi, hal ini terlihat dari indeks gini (ketimpangan) yang mencapai 0,28%," tuturnya.

No comments

Silahkan Berkomentar yang Baik dan Bermanfaat!