Kilas Berita:

Kembangkan Teaching Factory (TEFA), SMK Muhammadiyah Kutowinangun Cetak Lulusan Siap Kerja

Pendampingan Sosialisasi Teaching Factory (TEFA) di SMK Muhammadiyah Kutowinangun. (Foto: Ayis NW)
KUTOWINANGUN (www.beritakebumen.info) - Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan (PSMK) melakukan pendampingan dan sosialisasi Teaching Factory (TEFA) pada Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Muhammadiyah Kutowinangun pada Selasa (10/10/2017) lalu. 

Saat ini pendidikan kejuruan sedang dihadapkan pada permaslahan yang serius yaitu belum terserapnya secara optimal lulusan SMK oleh dunia usaha dan dunia industri. Terlebih dengan data Badan Pusat Statistik (BPS) bahwa lulusan SMK menyumbang pengangguran paling tinggi.

Tim Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan (PSMK), Turijin mengatakan program Teaching Factory (TEFA) merupakan pembelajaran yang berorientasi pada produksi dan bisnis. Metode pembelajaran khusus untuk menciptakan lulusan berkompeten dan siap kerja. 

“TEFA merupakan program kami dari Direktorat PSMK untuk menyiapkan kebutuhan akan tenaga terampil dan siap kerja, maka TEFA berorientasi pada produksi dan bisnis untuk menghasilkan produk dan jasa. Pembelajaran diarahkan seperti halnya pada dunia kerja, sehingga mampu menciptakan lulusan yang siap kerja dan berkompeten sesuai dengan harapan dunia industri ” ujar Turijin. 

Pendampingan Sosialisasi Teaching Factory (TEFA) di SMK Muhammadiyah Kutowinangun. (Foto: Ayis NW)
SMK Muhammadiyah Kutowinangun merupakan salah satu SMK yang sudah menerapkan program Teaching Factory dan bisa menjadi percontohan.

“Pernah saya sampaikan pada sebuah seminar di Depok, bahwa SMK Muhammadiyah Kutowinangun merupakan salah satu SMK yang sudah menerapkan program TEFA dan bisa menjadi percontohan. Kami Direktorat PSMK akan selalu melakukan pendampingan sehingga SMK Muhammadiyah Kutowinangun bisa menjadi contoh SMK yang mengembangkan program TEFA sesuai harapan kami” terangnya.




Ketua pelaksana TEFA SMK Muhammadiyah Kutowinangun, Imam Mujahid mengatakan pelaksanaan program TEFA SMK Muhammadiyah Kutowinangun merupakan perpaduan dari pada konsep pembelajaran berbasis kompetensi dan berbasis bisnis (barang dan jasa). Bertujuan untuk menciptakan lulusan yang berkompeten dan berjiwa entepreneurship.

“Program yang kami terapkan merupakan perpaduan konsep pembelajaran berbasis kompetensi dan bisnis, kegiatan pembelajaran dimana siswa secara langsung melakukan produksi baik berupa barang atau jasa di dalam lingkungan sekolah. Barang dan jasa yang dihasilkan pun memiliki kualitas sehingga layak dijual dan diterima oleh masyarakat” ujar Imam Mujahid.

Pendampingan Sosialisasi Teaching Factory (TEFA) di SMK Muhammadiyah Kutowinangun. (Foto: Ayis NW)
Selain menghasilkan produk dan jasa melalui program TEFA SMK Muhammadiyah Kutowinangun telah menjalin kerjasama yang kuat dengan PT. Astra Honda Motor (AHM) dan PT. Astra Daihatsu Motor.

“Kami yakin bahwa SMK Muhammadiyah Kutowinangun mampu menciptakan lulusan yang siap kerja, berkompeten dan memiliki jiwa entepreneurship, mengingat saat ini SMK Muhammadiyah Kutowinangun merupakan sekolah binaan PT. Astra Honda Motor dan PT. Astra Daihatsu Motor” pungkasnya. (BK/ANW/ori)


No comments

Silahkan Berkomentar yang Baik dan Bermanfaat!