Kilas Berita:

Ancaman Banjir Sungai Kedungbener, Normalisasi Menyeluruh Belum Terealisasi

KEBUMEN (www.beritakebumen.info) - Luapan air sungai Kedungbener kerap kali menjadi penyebab timbulnya banjir di Kebumen. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kebumen bahkan menganggap sungai tersebut sebagai ancaman banjir terbesar dibandingkan luapan banjir sungai-sungai lain di Kebumen . Kendati demikian, rencana normalisasi Sungai Kedungbener secara menyeluruh hingga tahun 2017 belum bisa terealisasi.

Salah satu tanggul tebing Sungai Kedungbener di Kebumen yang jebol akibat banjir tahun 2016. (Foto : Dasih/krjogja.com)
Menurut Kabid Sumber Daya Air Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kebumen, Supangat SSos, penyebabnya karena belum mendapatkan alokasi anggaran dari Pemerintah Pusat.

"Pengerukan beserta pelebaran Sungai Kedungbener di sejumlah kecamatan seperti Alian dan Kebumen yang membutuhkan biaya sangat besar hingga tahun 2017 ini masih belum mendapatkan alokasi anggaran dari Pemerintah Pusat. Karena itu, saat ini kami hanya bisa merehabilitasi 2 tanggul yang jebol akibat luapan banjir sungai ini di tahun 2016 lalu," ungkap Supangai, Selasa (03/10/2017).



Dua tanggul jebol Sungai Kedungbener tersebut direhabilitasi dengan dana Rp 1 miliar dari APBD Perubahan 2017 Kebumen dan pengerjaannya akan mulai pada minggu kedua Oktober 2017. LOkasi proyek pembuatan 'parapet' atau tanggul permanen di tebing sungai tersebut berada di Desa Bandung dan Sumberadi Kecamatan/Kabupaten Kebumen.

"Sebenarnya masih ada sejumlah tanggul jebol lainnya di sepanjang tebing Sungai Kedungbener yang harus diperbaiki secara permanen, namun kali ini sengaja kami pilih yang kerusakannya paling parah," jelas Supangat.

Sumber : krjogja

No comments

Silahkan Berkomentar yang Baik dan Bermanfaat!