Kilas Berita:

Sidat dan Gula Semut Kebumen Menarik Minat Investor Jepang

KEBUMEN (www.beritakebumen.info) - Berbagai potensi yang dimiliki Kebumen terutama di bidang pertanian, peternakan, pariwisata dan penyaluran tenaga kerja menarik minat calon investor dari Jepang,Shimizu Masashi dan Tomonori Maya. Mereka bersama pendamping mengeksplorasi potensi investasi di Kebumen tersebut selama dua hari, Sabtu-Minggu (16-17/09/2017).

Salah satu pendamping tim, Panggih Waluyo Jati mengungkapkan bahwa kedua pengusaha ini bukan pendatang baru di dunia investasi Indonesia. Mereka sudah menanamkan modal pada beberapa perusahaan di Indonesia.
“Saat ini mereka sudah bermitra mendirikan pabrik desinfektan di Sukoharjo, selain juga bekerjasama dengan pabrik pengolahan kayu dan koperasi gula semut di Purbalingga. Diharapkan kedatangan mereka ke Kebumen akan membuka mata para investor bahwa Kebumen juga memiliki potensi investasi yang besar. Tinggal bagaimana kita menggugah minat dan membangun kepercayaan para investor,” ujar Panggih yang didampingi Yusa Rachmat Wirasetya, Direktur PT. Kymmosi Global Indonesia, sebuah perusahaan hasil kemitraan dengan konsorsium pengusaha Jepang.



Bupati Kebumen, Mohammad Fuad Yahya beserta jajarannya menerima kunjungan rombongan tersebut. Dalam kesempatan itu, Bupati dan para kepala dinas memberikan paparan mengenai potensi Kebumen di berbagai bidang.

“Kami berharap para calon investor ini mampu menangkap peluang atas strategisnya lokasi Kebumen berkenaan dengan dibukanya bandara Jogjakarta yang baru dan selesainya jalur Selatan-Selatan. Apalagi melihat rekam jejaknya para investor ini telah memiliki pengalaman berinvestasi di kabupaten-kabupaten tetangga,” ujar Fuad yang juga menekankan komitmennya untuk memberikan banyak kemudahan dan fasilitas bagi proses investasi di Kebumen serta menjamin tidak akan ada pungli

Tertarik Sidat dan Gula Semut

Sekalipun hingga saat ini potensi peternakan sidat dan gula semut Kebumen belum digarap maksimal, namun calon investor dari Jepang tersebut tertarik menggali potensi kedua komoditi itu. Dalam kunjungannya di sentra peternakan sidat di Sidoluhur Ambal, kedua pengusaha Jepang ini memberikan perhatian khusus pada teknik budidaya yang masih tradisional.

“Proses yang masih sangat tradisional ini menyebabkan tingkat keberhasilan budidaya sangat rendah. Daging sidat juga masih beraroma tanah yang cukup kuat. Potensinya sangat bagus, tapi untuk bisa masuk ke pasar internasional, jelas diperlukan pembenahan teknik pemeliharaan yang lebih baik dan higienis. Jika kelak berinvestasi di sini, kami akan memberikan pendampingan teknis untuk meningkatkan mutu produk,” jelas Masashi yang juga merupakan Ketua Lembaga Peduli Lingkungan Indonesia – Jepang.

Selain meninjau pertanian gula semut di Desa Telogosari, Ayah, mereka juga sempat menikmati paket wisata jeep off road menyusuri wilayah pantai Pecaron dan Menganti.

“Sekalipun saat ini pariwisata belum menjadi prioritas mereka, kami berharap pengalaman wisata ini akan mengilhami mereka untuk juga berinvestasi di sektor wisata,” kata Azam Fathoni, Kepala Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga yang juga ikut mendampingi rombongan. (sgt/bk)







KIRIMKAN INFORMASI / TULISAN / OPINI / UNEK-UNEK ANDA KE:
admin@beritakebumen.info

No comments

Silahkan Berkomentar yang Baik dan Bermanfaat!