Kilas Berita:

Cita Rasa Khas Kopi Kebumen Miliki Potensi Besar di Pasar Dunia

Mencicipi cita rasa khas kopi Kebumen.
GOMBONG (www.beritakebumen.info) - Kopi Kebumen memiliki cita rasa yang khas dibanding kopi-kopi lain. Namun, untuk membawa kopi Kebumen ke pasar yang lebih luas, perlu pembenahan dalam proses panen dan pengolahannya. Hal ini terungkap dalam sarasehan kopi yang diadakan komunitas Kebumen Mengopi di Roemah Martha Tilaar Gombong, Senin (11/09/2017) kemarin.

Lima puluhan pegiat kopi Kebumen mulai dari petani, penyuluh pertanian, unsur pemerintah hingga para penikmat kopi hadir dalam kegiatan mencicipi citarasa kopi (cupping) dari Puring dan Sempor. Seperti para petani yang bergabung dalam Kelompok Tani Ngudi Mulya dari Desa Tambakmulya, Kecamatan Puring, Kebumen. Nampak juga para peracik kopi dari kalangan pelaku usaha kuliner,mereka dari Roemah Kopi, Beranda Eatery, Uprus Kopi dan lain-lain.

Salah satu pendiri Komunitas Kebumen Mengopi, Tetuko Wahyu Sayekti mengungkapkan bahwa visi dari Kebumen Mengopi adalah menjadi mitra bagi para pelaku dunia kopi Kebumen dalam mengembangkan potensi kopi lokal.



“Karena itu komunitas ini sangat terbuka bagi siapapun yang memiliki kepedulian untuk mengembangkan potensi Kopi Kebumen. Sebagai awal kami sangat bersyukur bahwa para pelaku usaha kopi Kebumen bersedia untuk menjalin jejaring demi kemajuan kopi Kebumen,” jelas Tetuko.

Dijelaskan juga meskipun kapasitas panen kopi Kebumen masih terbatas namun potensi ke depan masih sangat besar untuk ditingkatkan. “Salah satunya adalah menjadi tanaman sela pada lahan Perhutani yang sangat luas di Kebumen ini,” demikian menurut Tetuko.

Dalam pertemuan tersebut hadir pula Fery Koc, seorang penggiat kopi berpengalaman dari Jogjakarta. Dalam kesempatan tersebut Fery Koc mengajak peserta untuk melakukan analisa rasa terhadap kopi Puring dan Sempor yang dibeli dari petani langsung.

“Dari hasil uji cicip tersebut masih tampak beberapa kelemahan, antara lain belum adanya proses sortir ukuran biji, cara sangrai biji kopi yang belum sempurna serta aroma tanah yang cukup kuat karena proses pengeringan yang kurang tepat,” jelas Fery.

Lepas dari kekurangan yang ada, Fery yakin bahwa kopi Kebumen memiliki potensi besar untuk diterima pasar. Tentu dengan syarat para petani memiliki kemauan dan kemampuan untuk melakukan pengolah kopi dengan benar.



Dalam pertemuan tersebut juga diberikan paparan teknik pemeliharaan tanaman kopi yang benar. Materi diberikan oleh Syarifudin, penyuluh pertanian asal Karanganyar, Kebumen.

“Kualitas kopi tidak dapat dilepaskan dari proses penanaman dan pemeliharaannya. Kalau selama ini di wilayah Kebumen kopi masih dipandang sebagai tanaman sekunder yang tidak membutuhkan perhatian khusus, sudah saatnya pola pikir ini kita ubah demi munculnya kopi Kebumen yang berkualitas,” ujar Syarif.

Parjiman, salah satu petani kopi dari Puring mengungkapkan rencananya untuk membuka warung kopi di obyek wisata di daerahnya.

“Pertemuan seperti ini memberi kesempatan bagi kami untuk belajar banyak tentang cara membuka warung kopi yang benar. Kami ingin bisa menampilkan kopi lokal namun dengan cara pengolahan dan penyajian yang tidak kalah dengan restoran besar,” kata Parjiman. (*)







KIRIMKAN INFORMASI / TULISAN / OPINI / UNEK-UNEK ANDA KE:
admin@beritakebumen.info

No comments

Silahkan Berkomentar yang Baik dan Bermanfaat!