Kilas Berita:

Tiga Tersangka Ditangkap ; Wanita Hamil Dalangi Pembunuhan

KEBUMEN (www.beritakebumen.info) - Kasus pembunuhan perempuan yang mayatnya ditemukan terbungkus karung, di kawasan hutan pinus Perhutani petak 65 RPH Somagede, Kecamatan Sempor akhirnya terungkap.

Unit Reskrim Polsek Sempor dan Unit Resmob Sat Reskrim Polres Kebumen berhasil menangkap tiga tersangka pembunuhan sadis perempuan yang diketahui bernama Basiyem (51) warga Kecamatan Binangun, Cilacap.

Ketiga orang tersebut adalah RA Putri Kartadinata (34), perempuan yang saat ini tengah hamil tujuh bulan warga Desa Gumelemwetan RT 05 RW 05 Kecamatan Susukan, Banjarnegara, Suherman (35) warga Desa Blimbing RT 01 RW 01 Kecamatan Mandiraja, Banjarnegara yang diketahui suami siri pelaku pertama.

Pelaku ketiga Eko Darsono (42) warga Dukuh Purwareja RT 04 RW 08 Desa Purworejo, Kecamatan Klampok, Banjarnegara. Ketiga pelaku ditangkap di rumahnya masing-masing tanpa perlawanan. Satu tersangka berinisial AJ warga Karangcengis, Kecamatan Bukateja, Purbalingga masih buron.

“Hasil pemeriksaan terhadap para tersangka terungkap, bahwa motif utama adalah permasalahan uang antara korban yang bernama Basiyem, warga Desa Jati, Binangun, Cilacap dengan tersangka PK (Putri Kartika),” ujar Kapolres Kebumen, AKBP Titi Hastuti kepada wartawan, Selasa (20/6).

Dari hasil penyidikan diketahui, korban dan tersangka Putri sudah saling berkenalan sejak 2013. Waktu itu korban Basiyem pernah minta tolong ke Putri untuk mencarikan dukun yang bisa menyembuhkan sakitnya.

Setelah sembuh, mereka jarang berkomunikasi lagi. Keduanya berhubungan lagi saat anak korban sakit akibat kecelakaan dan harus dirawat di Rumah Sakit dr Margono Purwokerto di tahun yang sama.

Korban meminta tolong kepada Putri yang mempunyai latar belakang pendidikan keperawatan untuk merawat anaknya selama dan sepulangnya dari rumah sakit. Hingga Desember 2016, setelah bercerai dengan suaminya, korban Basiyem menjual rumah dan tanahnya di Binangun, Cilacap Rp 300 juta.

Kemudian dia tinggal di Banjarnegara bersama tersangka Putri di Banjarnegara. Sempat tertipu oleh seseorang yang mengaku bisa menggandakan uang, korban Basiyem menyerahkan sisa uang hasil penjualan tanah dan rumahnya Rp 135 juta kepada tersangka Putri untuk dibelikan satu unit rumah.

Tersangka Putri pun mencarikan dan membelikan satu unit rumah di Perum Permata Purworejo Klampok senilai Rp 90 juta. Sedangkan sisnya Rp 20 juta digunakan untuk renovasi dan membeli meja dan kursi.

Kepada penyidik Unit III Sat Rekrim tersangka PK menjelaskan, korban Basiyem menuntut supaya uangnya dibelikan perumahan dengan tipe 45, bukan tipe 29 seperti yang dibelikan oleh tersangka Putri.

Saat diberi penjelasan bahwa uangnya tidak cukup untuk membeli tipe 45, korban tidak bisa menerima dan menuntut uangnya dikembalikan.

Santet

Di hadapan korban, tersangka Putri menyanggupi dengan syarat akan menjual lagi rumah yang bari dibeli itu.

Karena merasa risih ditagih terus menerus, Putri mengadukan hal tersebut kepada suami sirinya Suherman dan menyuruhnya untuk mencari orang yang bisa membunuh Basiyem. Selanjutnya tersangka Suherman meminta bantuan tersangka AJ (belum tertangkap.

Kepada tersangka AJ, tersangka Putri mengutarakan maksudnya untuk menghabisi nyawa Basiyem dengan menggunakan santet. Tersangka AJ menyanggupi dan meminta uang Rp 1 juta untuk membeli perlengkapan dan sarana berupa minyak wangi dan sebagainya.

”Namun setelah ditunggu sampai tiga hari kemudian, korban Basiyem ternyata masih hidup,” jelas Kasat Reskrim Polres Kebumen, AKP Koliq Salis Hirmawan Suherman.

Setelah itu, Putri menyuruh AJ untuk menghilangkan nyawa Basiyem dengan cara apapun dengan iming-ming imbalan Rp 25 juta. Kembali AJ menyanggupi dan menyuruh Putri untuk membeli dan menyiapkan karung dan menyewa mobil.

Pada Selasa (13/6) kurang lebih pukul 21.00, Basiyem datang ke rumah Putri di Desa Purworejo, Kecamatan Klampok untuk menagih uang. Saat itulah rencana pembunuhan direalisasikan, korban diajak tersangka dan komplotan itu untuk mencari dukun yang dulu membawa kabur uangnya.

Tanpa curiga, Basiyah pun ikut keempat orang itu pun pergi ke arah Sempor, Kebumen dengan menggunakan mobil Suzuki Carry nomor R-9335-AD sewaan yang dikemudikan oleh tersangka Eko.

Setelah melewati Waduk Sempor, rombongan itu ke arah timur dan berbalik arah menuju utara ke arah Kenteng, Sempor. Di sebuah tempat yang sepi, dimulailah proses pembunuhan kepada korban Basiyem. (J19-40)

Sumber: Suaramerdeka.com





KIRIMKAN INFORMASI / TULISAN / OPINI / UNEK-UNEK ANDA KE:
admin@beritakebumen.info

No comments

Silahkan Berkomentar yang Baik dan Bermanfaat!