Kilas Berita:

Bupati Kebumen Bantah Tuduhan Arahkan Rekanan Kumpulkan Fee

Bupati Kebumen, Mohammad Yahya Fuad berpose bersama warga saat pembagian 5.000 paket sembako di halaman rumah dinas bupati, Rabu (21/6). (suaramerdeka.com/Supriyanto)
KEBUMEN (www.beritakebumen.info) - Bupati Kebumen, Mohammad Yahya Fuad menegaskan, bahwa tidak ada seorang pun termasuk para saksi dalam persidangan di Pengadilan Tipikor Semarang, yang mengatakan bahwa mereka pernah memberikan fee atau upeti kepada dirinya, terkait jabatannya sebagai bupati. Ungkapan itu untuk membantah tuduhan bahwa dirinya telah meminta atau mengarahkan agar rekanan mengumpulkan fee kepada pengepul. Selain disampaikan kepada para wartawan, ungkap itu juga ditulis menjadi status di akun Facebook pribadinya. Status tersebut disukai 355 orang dan jumlah komentar mencapai 108 komentar hingga pukul 19.15 WIB.

“Untuk apa repot-repot menyuruh (mengumpulkan fee) kalau tidak menikmati? Terus siapa penikmat sesungguhnya?” ujar Bupati Mohammad Yahya Fuad, dalam nada bertanya, Rabu (21/6).

Ungkapan itu disampaikan oleh orang pertama di jajaran Pemkab Kebumen, menyusul pernyataan beberapa saksi di persidangan dalam perkara suap proyek pada Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kebumen, di Pengadilan Tipikor Semarang, yang memojokkan dirinya, kemarin.

Selain dirinya, saksi lain dihadirkan pada persidangan dengan terdakwa mantan Sekda, Adi Pandoyo Hojin Anshori, Barli Halim, Arif Ainudin, Agus Marwanto, serta Khayub M Lutfi. Pada kesaksiannya, para saksi mengungkapkan peran Bupati Kebumen dalam kasus Adi Pandoyo yang didakwa KPK menerima gratifikasi Rp 3,75 miliar dalam pengelolaan dana APBN, APBD dan Bantuan Provinsi (Banprov) pada APBD dan APBD Perubahan 2016.

Pertemuan Timses

Soal pertemuan di Yogyakarta, Yahya Fuad mengakui, adanya pertemuan dengan sejumlah tim suksesnya. Namun menurut dia pertemuan itu tidak membahas fee. Selain itu, Yahya Fuad menyebutkan, bahwa uang dari Hojin Ansori yang diserahkan kepada pegawai Tradha Agus Marwanto dilakukan tahun 2015 atau sebelum dia dilantik sebagai Bupati Kebumen, Februari 2016.

“Agar tidak bias antara saya sebagai pengusaha dan Bupati. Uang itu saya minta dikembalikan saja,” ujarnya.

Sementara itu, sejumlah netizen percaya kepemimpinan Bupati Yahya Fuad masih cukup bersih. Beberapa komentar lain juga memberi dukungan pada kepemimpinan duet Mohammad Yahya Fuad dan KH Yazid Mahfudz.

“Siapa yang bersih tidak perlu risih. Anggap sebagai ujian dan pembelajaran, bahwa teman belum tentu sahabat. Juga benar kata Nabi, fitnah lebih kejam dibanding pembunuhan,” ujar aku pengacara Hambali Mk.
(Supriyanto/CN40/SM Network)

Sumber : Suaramerdeka.com





KIRIMKAN INFORMASI / TULISAN / OPINI / UNEK-UNEK ANDA KE:
admin@beritakebumen.info

No comments

Silahkan Berkomentar yang Baik dan Bermanfaat!