• Kabar Terkini

    19 April 2017

    Inilah Panut Mulyono, Putra Kebumen yang Jadi Rektor UGM

    Panut Mulyono. (Foto: gudeg.net)
    KEBUMEN (www.beritakebumen.info) - Kebumen patut berbangga, salah satu putra daerahnya terpilih menjadi rektor di universitas ternama. Dia adalah Prof. Ir. Panut Mulyono yang lahir dan tumbuh besar di Desa Sinungrejo, Ambal, Kebumen.

    Pria kelahiran Kebumen 1 Juni 1960 ini terpilih sebagai rektor Universitas Gadjah Mada (UGM) periode 2017 - 2022 setelah unggul dalam voting di Majelis Wali Amanat (MWA) atas saingannya Prof. Dr. Ir. Ali Agus, DAA., dan Dr. Erwan Agus Purwanto.

    Menjadi orang nomor satu di Kampus Biru tak membuatnya melupakan masa lalu. Panut adalah anak pertama dari tujuh bersaudara. Ia pun berkisah tentang dirinya yang lahir dari keluarga sederhana. Penghasilan ayahnya, seorang guru SD, yang tak seberapa membuatnya terbiasa hidup prihatin.

    Saat masih sekolah dasar, ia dan adik-adiknya belajar dengan hanya diterangi lampu teplok. "Saat SD saya bersama adik-adik belajar diterangi lampu teplok. Saat itu di desa belum ada listrik," ujar Panut Mulyono, Senin (17/04/2017)

    Keterbatasan tak membuatnya pantang menyerah untuk meraih pendidikan, meski ia harus berangkat sekolah dengan telanjang kaki tak bersepatu. "Kami biasa dibelikan sepatu itu saat lebaran," ucapnya.

    Dimaklumi, mengingat penghasilan ayahnya yang tak seberapa dengan tujuh orang anak yang harus dinafkahi. Untungnya, sang ayah punya sawah garapan untuk mencukupi kebutuhan makannya. Meski tak jarang Panut dan adik-adiknya makan nasi tanpa lauk pauk.

    Mencari hutang kesana-kemari pun pernah dilakoni ayahnya demi memenuhi kebutuhan ekonomi. "Saya ingat pernah gagal panen karena kemarau panjang. Jatah beras sudah habis dan waktu itu bapak hutang kemana-mana," tandasnya.

    Dalam serba keterbatasan, ayahnya tetap berjuang untuk pendidikan anak-anaknya hingga sampai perguruan tinggi. Panut sempat galau memilih pekerjaan setelah lulus kuliah. Dalam kehidupan yang serba terbatas, ia ingin membantu ekonomi ayahnya, mengingat kala itu dua orang adiknya sedang kuliah secara bersamaan yakni di Kedokteran UNDIP dan UNY. Ia bimbang ketika mendapat tawaran jadi dosen atau pegawai, lalu ia meminta pertimbangan sang ayah.

    "Diterima saja (dosen). Nanti adik-adik gimana kuliahnya? Bapak masih bisa cari uang. Akhirnya adik-adik semua bisa selesai," tutur Panut mengulang pembicaraannya dengan ayah kala itu.

    Sewaktu menjadi dekan di Fakultas Teknin, Panut memantapkan dirinya menjadi ‘pelayan’ bagi mahasiswa, dosen dan karyawan dan selalu siap ditemui kapan saja.
    “Saya berusaha untuk tetap egaliter, dengan siapa saja saya usahakan supaya mudah ditemui, bahkan ada beberapa dosen datang ke sesini, kemudian bertanya sesuatu itu biasa. Di jalan pun biasa berjumpa, ngobrol sangat biasa bagi saya. Supaya tidak ada sumbatan komunikasi," ujarnya.

    Menurutnya, komunikasi baik dengan dosen, karyawan, dan mahasiswa, dapat membawa suasana guyub rukun di keluarga besar Fakultas Teknik yang dimpimpinnya. Selama empat tahun menjadi dekan, Panut berhasil membawa 12 prodi S1 di Fakultas Teknik, sebagian prodi S2 dan S3 terkareditasi A. 

    Itulah sebait kisah masa lalu Panut, putra Kebumen yang kini menjadi orang nomor satu di UGM. (bk)






    KIRIMKAN INFORMASI / TULISAN / OPINI / UNEK-UNEK ANDA KE:
    admin@beritakebumen.info
    • Komentar Blogger
    • Komentar Facebook

    0 comments:

    Post a Comment

    Silahkan Berkomentar yang Baik dan Bermanfaat!

    Item Reviewed: Inilah Panut Mulyono, Putra Kebumen yang Jadi Rektor UGM Rating: 5 Reviewed By: Berita Kebumen Beriman
    Scroll ke atas