Kilas Berita:

Arum Deling, Grup Kentongan yang Siap Bersaing dengan Organ Tunggal

KEBUMEN (www.beritakebumen.info) - Grup musik kentongan Arum Deling asal Kelurahan Panjer Kecamatan Kebumen tampil berbeda dengan lainnya. Umumnya musik serupa dimainkan oleh puluhan orang areal terbuka. Namun oleh grup musik kentongan Arum Deling justru didesain untuk tampil di atas panggung.

Keberadaan grup musik kentongan asuhan Eko Harsito (58), warga RT 4 RW 3 Kelurahan Panjer itu pun menjadi tontonan yang menarik. Bahkan mampu menggantikan organ tunggal.

Menurut Eko, dengan menggunakan sistem panggung maka penampilan grup musik kentongan menjadi tidak membosankan. "Inovasi grup musik kentongan Arum Deling ini juga lebih diminati ketimbang organ tunggal," kata Eko, beberapa waktu lalu.
Penggunaan nama kentongan, sengaja digunakan untuk membedakan dengan istilah tek-tek yang sudah melekat di wilayah Banyumas. Dan Kebumen yang masuk wilayah eks karesidenan Kedu pun menggunakan istilah kentongan. Eko menginginkan agar daerah lainnya seperti Purworejo, Magelang, Temanggung, dan Wonosobo juga ikut menggunakan istilah kentongan. Adapun peralatan musiknya hampir sama dengan musik tek-tek. Seperti kentongan, angklung, gambang, drum, kendang, remo dan suling.

Musik kentongan yang dinikmati di atas panggung seperti saat hajatan itu menampilkan berbagai macam jenis lagu, mulai dangdut, langgam, campursari, pop hingga lagu anak-anak dan lagu perjuangan. "Lagu mandarin juga bisa, tergantung permintaan," imbuh Eko.

Hingga kini grup musik kentongan Arum Deling memiliki anggota 20 orang. Dalam grup musik itu juga terdapat koreo atau dikenal dengan sebutan cucuk lampah yang bertindak sebagai penari latar. Saat tampil di atas panggung, siapa pun akan tergoda untuk bergoyang.

Lebih lanjut, grup musik yang berdiri 2006 itu sudah tampil di berbagai daerah, antara lain Purworejo, Magelang, dan Semarang. Juga tampil dari panggung ke panggung di sejumlah desa dan kecamatan Se-Kebumen.

Eko berharap agar musik kentongan di kabupaten berslogan Beriman ini berkembang. Untuk itu perlu digelar event secara rutin semisal festival kentongan untuk menggairah masyarakat Kebumen dalam mengembangkan kesenian tersebut. "Di sini peran pemerintah sangat penting. Tidak hanya kentongan saja tetapi juga pengembangan kesenian daerah lainnya," ucapnya. (mam)

Sumber: Kebumen Ekspres





KIRIMKAN INFORMASI / TULISAN / OPINI / UNEK-UNEK ANDA KE:
admin@beritakebumen.info

No comments

Silahkan Berkomentar yang Baik dan Bermanfaat!