• Kabar Terkini

    23 February 2017

    Rejosari Diusulkan menjadi Desa Berdikari untuk Tahun 2018

    Kondisi saat berlangsungnya Pelatihan Anyaman Bambu. (BK02/Yogi)
    KEBUMEN (www.beritakebumen.info) - Kecamatan Ambal sekarang tidak akan terkenal hanya dengan sate Ambalnya saja, melainkan juga dengan anyaman bambunya. Setelah dilakukan pelatihan kerajinan anyaman bambu di Desa Rejosari selama 3 hari berturut-turut yakni dari hari senin (20/2) sampai dengan rabu (22/2) bertempat di Ruang Aula Balai Desa Rejosari Kecamatan Ambal. Pelatihan dengan tema "Pelatihan Kewirausahaan Melalui Kegiatan Pelatihan Kerajinan Anyaman Bambu" tersebut terselanggara berkat dukungan penuh dari Dinas Tenaga Kerja dan Koperasi, UMKM Kabupaten Kebumen.

    Bapak Achmad Sudiyono selaku Kabid Usaha Mikro Kecil Menengah Kabupaten Kebumen mengatakan bahwa tahun 2017 harus menjadi tahun kemajuan untuk UMKM di Kebumen, terutama di Desa Rejosari dengan anyaman bambunya.

    “Rejosari bisa menjadi contoh untuk Desa-Desa yang lainnya, agar mampu memanfaatkan SDA yang ada guna meningkatkan taraf ekonomi”, tutur beliau dihadapan para peserta yang berjumlah 25 orang, 20 dari Rejosari dan 5 dari Tegalrejo, Poncowarno, Kutowinangun.

    Pelatihan tersebut juga mendapat dukungan dari Lurah Desa Rejosari, H. Kurdi Alkharis. Beliau sangat mendukung dan begitu antusias dengan memberikan dorongan semangat agar hasil pelatihan anyaman bambu bisa terus berjalan dan benar-benar dimanfaatkan setelah selesai pelatihan nantinya.

    “Untuk masyarakat Desa Rejosari, bisa lebih semangat lagi untuk meningkatkan ekonomi dengan berwirausaha anyaman bambu ini”, ungkap Beliau saat pembukaan pelatihan.

    Selain itu, pelatihan anyaman bambu tersebut, juga dihadiri dan dibuka oleh Bapak Camat Ambal, Subagyo S. Sos. MM. Beliau sangat mendukung diadakannya pelatihan tersebut, bahkan berharap Rejosari akan menjadi pioneer dan akan dicontoh oleh desa-desa yang lain khususnya di Kecamatan Ambal. 

    “Desa Rejosari akan kita usulkan ke Pemerintah Propinsi Jawa Tengah agar menjadi Desa Berdikari, untuk tahun 2018. Karena kita merasa dengan geliat anyaman bambu yang dibuat para pengrajin disini akan mampu meningkatkan ekonominya”, ujar Beliau. 

    Antusias dari wajah-wajah peserta semakin terlihat penuh semangat dengan akan diusulkannya Rejosari menjadi Desa Berdikari. Karena jika sudah termanajemen dengan baik, bukan tidak mungkin, Rejosari akan menjadi Desa Wisata Anyaman Bambu di Kebumen dan menjadi rujukan bagi pengrajin-pengrajin anyaman bambu dari kota lain melakukan study banding. 

    Itupun menjadi harapan Bapak Sulisman selaku trainer (pelatih) yang didatangkan dari Brajan, Minggir, Sleman, Yogyakarta untuk meningkatkan ketrampilan para pengrajin di Rejosari. 

    “Saya disini berbagi pengetahuan serta penyemangat saja, agar pengrajin disini bisa terus berkembang, baik dari segi ketrampilan maupun dari segi cara berpikir terhadap pemasarannya”, ujar Bapak Sulis kepada para peserta.

    Beliau juga mengatakan, agar jangan mendaftar menjadi warga miskin, karena nanti akan menjadi miskin beneran. Tetapi menolaklah menjadi warga miskin, karena itu menjadi mental kita untuk maju. Itu terlihat dari semangat para peserta, selama 3 hari mampu menghasilkan 8 produk inovasi. Karena melihat semangat tersebut, Beliau sampai berani langsung order sebanyak 300 pcs anyaman bambu dengan penandatanganan MoU kerjasama yang dilakukan saat penutupan pelatihan. (BK02/Yogi)






    KIRIMKAN INFORMASI / TULISAN / OPINI / UNEK-UNEK ANDA KE:
    admin@beritakebumen.info
    • Komentar Blogger
    • Komentar Facebook

    0 comments:

    Post a Comment

    Silahkan Berkomentar yang Baik dan Bermanfaat!

    Item Reviewed: Rejosari Diusulkan menjadi Desa Berdikari untuk Tahun 2018 Rating: 5 Reviewed By: Permana Yogi
    Scroll ke atas