Kilas Berita:

Refleksi 1 Tahun M Yahya Fuad-Yazid; Angka Kemiskinan Masih Tinggi


KEBUMEN (www.beritakebumen.info) - Bupati Kebumen Mohammad Yahya Fuad dan Wakil Bupati Yazid Mahfudz berkuasa tepat satu tahun pada Jumat (17/2) ini. Persoalan besar yang masih menjadi pekerjaan rumah adalah angka kemiskinan yang masih tinggi.

‘’Pekerjaan rumah Pemkab Kebumen untuk sekarang ini adalah mengentaskan warga dari kemiskinan,’’ ucap Kepala Badan Perencanaan, Penelitian dan Pengembangan Daerah Djoenedi Fatchurahman, Kamis (16/2). Merujuk data dari Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan angka kemiskinan di 2016 masih 20 persen. Angka itu, lanjut dia menunjukkan upaya pengur a n – gan kemiskinan belum berhasil.

Dia pun masih harus menunggu angka terkini BPS. Sebab rilis terbaru angka kemiskinan BPS kemungkinan baru keluar Mei nanti. ‘’Kalau pun ada penurunan angka kemiskinan katakanlah dua digit, itu pun tidak bisa diklaim sebagai keberhasilan Fuad-Yazid, kemungkinan itu hasil kinerja tahun sebelumnya,’’ ujar Djonedi didampingi Kepala Bagian Humas Setda Kebumen Sukamto . Menurut dia, kantong kemiskinan terbesar ada di Kecamatan Karanggayam dengan angka sebesar 37,19 persen.

Hal itu menuntut upaya serius dan lebih fokus mengarahkan pembangunan ke wilayah Kebumen utara. Bahkan dia berharap upaya yang fokus untuk mengurangi angka kemiskinan dengan skala prioritas tidak direcoki halhal berbau politik. Salah satu contoh seperti pertimbangan daerah pemilihan (dapil). Di sisi lain, ada pencapaian positif yang harus diapresiasi. Khususnya pada pertumbuhan ekonomi cenderung meningkat lebih tinggi dibanding angka nasional dan provinsi. Adapun struktur perekonomian yang menopang pertumbuhan ekonomi daerah itu yakni sektor pertanian, kehutanan dan perikanan. ‘’Angka pertumbuhan ekonomi kita 2016 sebesar 5,86 persen dan mudah-mudahan bisa ditingkatkan di tahun depan,” ujar Djoenedi.

Respons Langsung

Pada satu tahun kepemimpinan Bupati Fuad dan Wabup Yazid Mahfudz, sesuai rencana pada Jumat ini menggelar acara refleksi. Dari acara itu pemerintah ingin mendapatkan masukan serta saran dari komponen masyarakat. ‘’Format refleksi tidak ada sambutan bupati. Harapan kami, akan ada banyak masukan dari tokoh masyarakat dan berbagai pihak agar pembangunan di Kebumen makin baik,” kata Sukamto.

Djoenedi menambahkan, refleksi tersebut merupakan laporan perkembangan kinerja bupati dan wakil bupati selama setahun terakhir. Termasuk evaluasi dari unsur pemerintah serta masyarakat.

Dengan begitu bila ada keberhasilan dan pencapaian yang positif, akan lebih dioptimalkan. Sebaliknya, lanjut Djoenedi, bila masih ada kekurangan sebagai masukan untuk menjadi bahan perbaikan ke depan. Karena itu Pemkab ingin mendapat masukan sebanyakbanyaknya dari masyarakat. Termasuk respons langsung dari warga melalui testimoni atau ungkapan langsung. ‘’Refleksi kali ini bukan basa-basi, namun kami coba melihat secara jujur satu tahun perjalanan pemerintahan Fuad- Yazid di Kebumen,”tandas dia. (B3-26/suaramerdeka)




KIRIMKAN INFORMASI / TULISAN / OPINI / UNEK-UNEK ANDA KE:
admin@beritakebumen.info

No comments

Silahkan Berkomentar yang Baik dan Bermanfaat!