Kilas Berita:

Langka, Ruhadi Sukses Budidaya Ikan Boyong

KEBUMEN (www.beritakebumen.info) - Keberhasilan Ruhadi (33) dalam memijahkan ikan gabus atau yang sering disebut dengan ikan bayong patut untuk menjadi percontohan. Pasalnya apa yang dilakukan oleh warga Rt 06/03 Kelurahan Tamanwinangun, Kecamatan Kebumen ini membuktikan bahwa dengan ketekunan dan ketelatenan sesulit apapun pekerjaan pasti bisa dilakukan. Terlebih selama ikan gabus terkenal sangat sulit untuk dipijah.

Ruhadi memberi makan ribuan bibit ikan gabusnya dengan pakan alami berupa cacing sawah. Ikan gabus yang mayoritas berumur 3 bulan itupun telah mencapai ukuran panjang 10 cm.

“Yang ada di kolam ini sekarang umurnya sekitar 3 bulan,” tuturnya sembari menujukan kolam berdinding terpal, Sabtu (07/01/2017).

Menurutnya, membuka usaha baru memang tidak mudah. Banyak sekali omongan dari rekan maupun sahabatnya yang sangat pesimis terkait niatnya membudidayakan ikan gabus. Hal tersebut sangat wajar sebab pemijahan ikan gabus tergolong sangat langka. Kendati kerap mendapatkan pandangan miring, namun tekad Ruhadi telah bulat, ia ingin menunjukkan bahwa ikan gabus dapat dipijah.

“Saya memulainya sekitar 2 tahun lalu. Kini saya sudah mempunyai 41 satu ekor induk ikan gabus,” terangnya.

Dijelaskannya, pemijahan ikan gabus versinya tergolong mudah. Ikan hanya dipelihara dalam kolam dengan kedalaman sekitar 50 centimeter. Dalam kolam juga harus terdapat tumbuhan hidup yang mengambang. Akar dari tumbuhan tersebut akan digunakan oleh ikan gabus untuk meletakkan telur-telurnya.

“Kolam juga harus terkena sinar matahari. Ini agar ikan sehat dan mau berkembang biak,” paparnya.

Lebih lanjut dijelaskan, seekor ikan gabus berukuran sedang mampu bertelur sekitar 1.000 butir. Telur akan terus ditunggu oleh induknya hingga menetas. Setelah menetas dua minggu, anak ikan gabus baru dapat dipisahkan dari induknya.

“Untuk bibit ikan gabus harganya Rp 100 rupiah per centimeter. Sehingga seekor bibit ikan berukuran 10 centimeter, harganya mencapai Rp 1.000 perekor,” paparnya.

Ruhadi menambahkan, untuk dapat melakukan pemijahan sebaiknya indukan ikan merupakan hasil pemeliharaan sejak kecil. Sebab jika indukkan merupakan hasil tangkapan alam, umumnya akan sulit untuk berkembang biak dengan baik.

“Dari pengalaman saya, indukkan hasil tangkapan menggunakan obat atau pun setrum, tidak mau berkembang biak,” pungkasnya.

Sumber: sorotkebumen.com




KIRIMKAN INFORMASI / TULISAN / OPINI / UNEK-UNEK ANDA KE:
admin@beritakebumen.info

No comments

Silahkan Berkomentar yang Baik dan Bermanfaat!