• Kabar Terkini

    02 December 2016

    Bukan Cagar Budaya , Bekas Sari Nabati Kebumen Dibangun Kawasan Wisata dan Hotel Bintang Tiga

    Bekas pabrik minyak kelapa Sari Nabati dibangun Mexoline Hotel
    KEBUMEN (www.beritakebumen.info) - Pembangunan hotel, restoran dan kawasan wisata keluarga terpadu di bekas pabrik minyak kelapa Mexoline Sari Nabati Kebumen terus dikebut. Rencananya hotel bintang tiga yang diberi nama Mexolie Hotel Kebumen itu bakal dibuka pada 23 Desember 2016 mendatang.

    Sebelumnya, banyak masyarakan menyayangkan pembongkaran di bekas pabrik minyak Mexoline Sari Nabati. Masyarakat menilai tempat yang didirikan pada tahun 1851 tersebut adalah salah satu situs bersejarah peninggalan Belanda di Kebumen. Bahkan pada tahun 2013 lalu, Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Jawa Tengah pernah melayangkan surat dengan nomor 716/101.SP/BPCB/P-IV/2013, tertanggal 11 April 2013 kepada Bupati Kebumen saat itu yang berisi Permohonan Pemberhentian Pembongkaran di bekas Pabrik Minyak Sari Nabati Kebumen. Namun demikian, pembongkaran dan pembangunan kawasan hotel dan wisata di lokasi itu tetap dilakukan.

    Pemerintah mengklaim pembangunan hotel dan kawasan wisata terpadu di Kelurahan Panjer tersebut tidak menyalahi aturan. Sebab, bekas pabrik minyak kelapa Mexolie Sari Nabati itu bukan merupakan cagar budaya. Hal itu dijelaskan Kabid Parbud pada Dinas Periwisata dan Kebudayaan (Dispartabud) Agus Riyanto SE MSi.

    “Selama ini belum ada ketetapan kalau Sari Nabati merupakan cagar budaya,” tutur Agus, Selasa (29/11/2016) seperti dimuat Koran Radar Banyumas.

    Menurut Agus, terkait Surat Permohonan Penghentian Pembongkaran yang ditandatangani Kepala BPCB Jateng Dra Sri Ediningsih MHum yang ditujukan kepada Bupati Kebumen tahun 2013 Buyar Winarso, adalah kurang tepat. Sebab, yang berwenang atas asset Sari Nabati adalah Gubernur Jawa Tengah bukan Bupati Kebumen.

    Agus menjelaskan, untuk menjadikan suatu situs sebagai cagar budaya, harus ada penetapan. Ini dilakukan dengan melalui usulan dari masyarakat. Kemudian baru dilakukan penelitian kepada tempat atau situs yang akan dijadikan cagar budaya. Hasil penelitian lantas direkomendasikan kepada Gubernur untuk menetapkan kawasan atau situs bersejarah menjadi cagar budaya.

    Masih menurut Agus, dalam pendirian kawasan wisata terpadu, hotel dan restaurant ini telah dilaksanakan MoU antara pihak PT Bumen Alam Indah dan Gubernur Jawa Tengah. Di mana PT Bumen Alam Indah telah mengontrak (mempunyai hak pinjam pakai) atas kawasan tersebut selama 30 tahun.

    “Dengan demikian tentunya tidak ada persoalan apapun terkait dengan pendirian hotel dan lainnya,” ungkapnya.

    Hal senada juga disampaikan oleh Kepala BPMPT Kabupaten Kebumen Drs Aden Andri Susilo MSi. Pihaknya mengatakan segala bentuk perizinan HO dan IMB telah terpenuhi pada pendirian Mexolie Hotel. Izin ditertibkan karena telah terjadi MoU antara propinsi dengan pihak terkait. “Izinnya dari BPMPT, ini berdasarkan MoU pinjam pakai PT Bumen Alam Indah dengan pihak Provinsi. Sebab asset Sari Nabati merupakan milik BUMD provinsi,” terangnya.

    Sementara itu, Mantan Bupati Kebumen sekaligus Owner Mexolie Hotel Kebumen Buyar Winarso mengatakan, Mexolie Hotel dibangun oleh perusahaan lokal, PT Bumen Alam Indah. Memiliki empat lantai dengan konsep hotel keluarga yang dilengkapi kolam renang hingga taman buah. Juga akan dilengkapi dengan arena bermain anak, waterboom, ruang pertemuan, kafe, salon kecantikan, hingga minimarket.

    Buyar menegaskan, karena tempat itu merupakan bangunan bersejarah, pihaknya tidak merubah sedikitpun bentuk bangunan. Termasuk aset-aset peninggalan pabrik minyak Sari Nabati juga dimanfaatkan kembali. "Cuma kita poles aja. Kayu-kayunya, bangunannya kita manfaatkan tidak ada yang dirubah apalagi dijual. Kecuali bangunan hotel yang memang membangun dari awal," tegasnya.

    Bahkan, pihaknya juga membuat galeri khusus yang akan diisi foto-foto sejarah saat masih beroperasinya pabrik minyak di zaman kolonial Belanda. Hal itu dilakukan, agar generasi penerus mengetahui perjalanan sejarah di tempat itu sebelum adanya hotel. "Termasuk kita juga ingin mengangkat potensi lokal Kebumen. Kita juga akan tempat pamer untuk batik Kebumen. Termasuk ornamen-ornamen kita pakai batik Kebumen juga," bebernya.

    Selain itu, pihaknya juga sengaja menggunakan perusahaan lokal Kebumen dalam mengelola hotel dan arena wisata. Dia beralasan, agar pajak dari hotel maupun arena wisata masuk ke kas daerah. Sehingga akan menyumbang pendapatan asli daerah (PAD). "Kita berharap, dengan adanya hotel ini akan mendorong pertumbuhan perokonomian di Kebumen. Selain itu juga untuk mendukung promosi pariwisata di Kabupaten Kebumen," imbuh mantan Bupati Kebumen 2010-2015 tersebut.

    Pembangunan Mexolie Hotel,masih menurut Buyar, dilaksanakan dengan berbagai tujuan, salah satunya demi meningkatkan kelengkapan Pemda Kebumen. Selama ini saat ada menteri berkunjung ke Kebumen maka menginapnya di hotel Yogyakarta.
    “Jika sudah ada Hotel bintang tiga dengan fasilitas bintang empat, tentunya tamu menteri dan lainnya dapat menginap di Kebumen,” ucapnya. (BK/radar/Ekspres)



    KIRIMKAN INFORMASI / TULISAN / OPINI / UNEK-UNEK ANDA KE:
    admin@beritakebumen.info
    • Komentar Blogger
    • Komentar Facebook

    0 komentar:

    Post a Comment

    Silahkan Berkomentar yang Baik dan Bermanfaat!

    Item Reviewed: Bukan Cagar Budaya , Bekas Sari Nabati Kebumen Dibangun Kawasan Wisata dan Hotel Bintang Tiga Rating: 5 Reviewed By: Berita Kebumen Beriman
    Scroll ke atas