Kilas Berita:

Erosi Sungai Lukulo Ancam Rumah Warga di Dua Kelurahan

Bupati Kebumen Mohammad Yahya Fuad meninjau lokasi tanah longsor di pinggir Sungai Lukulo, Kelurahan Panjer, Kebumen, Kebumen, Senin (14/11) sore.(suaramerdeka.com/Supriyanto)
KEBUMEN (www.beritakebumen.info) - Erosi di tebing Sungai Luk Ulo terus terjadi pada musim penghujan ini. Kali ini, tebing sungai yang longsor terjadi di Kelurahan Panjer, Kebumen, persisnya wilayah RT 01 RW 02.

Kondisi tanah longsor yang terparah terjadi di dua titik. Setidaknya terdapat empat rumah miliki warga rawan longsor ke sungai. Yakni milik Supri, Sofi, Pawit, dan Harijan. Jika hujan turun dan sungai banjir, maka longsor susulan kembali terjadi. Termasuk mengancam keempat rumah itu.

Mendapatkan informasi tersebut, sekitar pukul 16.00 WIB, Bupati Kebumen Mohammad Yahya Fuad langsung menijau lokasi bencana tanah longsor. Tampak Wakil Ketua DPRD Kebumen Miftakhul Ulum, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Eko Widiyanto, Camat Kebumen Sumarno ikut mendampingi peninjauan lokasi.

Melihat kondisi tersebut, Bupati Mohammad Yahya Fuad menyampaikan akan memberikan bantuan kepada empat rumah tersebut untuk menyewa rumah sambil menunggu relokasi. Ada pun besaran bantuan berkisar antara Rp 1,5 – 2 juta per rumah untuk setahun.

Secara teknis juga akan dilakukan sosialisasi kepada warga yang rawan bencana tanah longsor. Sosialisasi akan dilaksanakan oleh BPBD Kebumen di Balai Kelurahan Panjer, Rabu (16/11) mendatang.

Sebelumnya, erosi sungai Lukulo menggerus rumah warga di Desa Kutosari dan Kelurahan Kebumen. Rumah milik Khanafi (56) warga RT 01 RW 05 bagian depannya roboh tergerus rekahan tanah. Retakan tanah juga menyebabkan tebing setinggi 20 meter dan panjang 25 meter longsor.

Tak hanya merusak rumah milik Khanafi, pergerakan tanah juga mengancam empat rumah milik warga lainnya. Yaitu, rumah milik Suryatno (50), Warid (60), Ahmad Japar (67), dan Warsiyo (56).

Di Gang Mangga RT 03 RW 07 Kelurahan Kebumen, sebanyak tiga rumah tergerus rekahan tanah yang berada di bantaran Sungai Lukulo. Tiga rumah yang nyaris ambruk adalah milik Kamad Puji Wuyono, Sumbono, dan Turino. Tak hanya rumah, jalan setapak setempat juga ambles akibat pergerakan tanah.
(Supriyanto/CN40/suaramerdeka.com)



KIRIMKAN INFORMASI / TULISAN / OPINI / UNEK-UNEK ANDA KE:
admin@beritakebumen.info

No comments

Silahkan Berkomentar yang Baik dan Bermanfaat!