Kilas Berita:

Rumit, Piring Lidi Sepi Peminat

AMBAL (www.beritakebumen.info) - Sangat sulit mengajak warga Kebumen untuk menekuni usaha kerajinan pembuatan piring lidi. Salah satu warga yang justru bersemangat menekuninya adalah Diah Setyo Rini SPd, warga Desa Banjarsari Kecamatan Ambal Kebumen.

"Pembuatan piring lidi memang rumit. Tak ayal kerumitan itu menjadi kendala pengembangan usaha ini di masyarakat, karena proses pembuatannya membutuhkan konsentrasi dan ketekunan yang tinggi. Tak heran, sangat langka warga yang mau diajak menekuni usaha ini," ungkap Diah Setyo Rini, di rumahnya, Minggu (23/10/2016).

Sudah dua tahun lamanya atau sejak 2014 lalu Diah menekuni usaha pembuatan piring lidi. Padahal dalam kesehariannya, cukup sibuk sebagai guru PAUD. Dengan keahliannya merangkaikan lidi daun kelapa menjadi aneka bentuk dan ukuran piring lidi, beberapa kali Diah diminta oleh Dinas Koperasi dan UMKM Kebumen menjadi instruktur pelatihan pembuatan piring lidi di beberapa desa di Kebumen.

"Tak hanya pembuatannya yang rumit, melatih orang agar terampil membuat piring lidi pun membutuhkan tingkat kesabaran tinggi. Guna melatih dari dasar sampai terampil, dibutuhkan waktu tiga hari lamanya" ujar Diah yang dengan kelincahan jemarinya mampu menyelesaikan 30 piring
lidi senilai Rp 4 ribu hingga Rp 7 ribu per unitnya. (Dwi/krjogja.com)



KIRIMKAN INFORMASI / TULISAN / OPINI / UNEK-UNEK ANDA KE:
admin@beritakebumen.info

No comments

Silahkan Berkomentar yang Baik dan Bermanfaat!