• Kabar Terkini

    22 March 2016

    Bupati Tengok Balita Gizi Buruk

    PURWOKERTO (www.beritakebumen.info) - Kasus Vanda Setia Ningrum (2), balita dengan gizi buruk asal Desa Surorejan, Kecamatan Puring, Kebumen mendapatkan perhatian dari Bupati Kebumen Mohammad Yahya Fuad.

    Orang nomor satu di jajaran Pemkab Kebumen itu, Minggu (20/3) menengok balita yang saat ini dirawat di RSUD Margono Soekarjo Purwokerto tersebut.

    Bupati Mohammad Yahya Fuad bersama istri Lilis Nuryani didampingi Sekretaris Daerah (Sekda) Kebumen Adi Pandoyo, Kepala Dinas Kesehatan Kebumen dokter Rini Kristiani dan pejabat terkait.

    Tampak Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Kebumen dokter Pudjo Trimakno. Dalam kesempatan itu, secara pribadi Bupati menyampaikan bantuan kepada kakek dan nenek yang merawat balita malang tersebut. “Dengan melihat secara langsung, tentu berbeda dengan mendengar cerita dan laporan dari staf.

    Kondisinya memang sangat memprihatinkan,” ujar Bupati Yahya Fuad kepada wartawan usai menjenguk.

    Dengan terjadinya kasus tersebut, Bupati meminta deteksi dini terhadap kasus-kasus seperti gizi buruk pada balita ditingkatkan. Deteksi dini perlu digalakkan agar kasus seperti ini tidak terulang di Kebumen.

    Diakuinya, tidak semua orang tua sejak dini kontrol kepada bidan maupun dokter, sehingga jika ini terjadi tidak ada yang melihat. Tetapi jika sudah kontrol ke tenaga kesehatan, ini menjadi pintu masuk pemerintah untuk deteksi sejak awal.

    “Dalam kasus Vanda, saat usia kandungan sampai sembilan bulan, orang tua tidak berada di Kebumen,” ujar Fuad Yahya. Bupati menyampaikan atas rekomendasi Pemkab Kebumen, saat ini Vanda sudah masuk dalam jaminan BPJS Kesehatan. Sehingga seluruh biaya perawatan ditanggung BPJS Kesehatan.

    Sembilan Kasus

    Kepala Dinas Kesehatan dokter Rini Kristiani menambahkan, Pemkab Kebumen berkoodinasi dengan instansi terkait, sehingga kartu BPJS Kesehatan langsung bisa dimanfaatkan. Adapun untuk saat ini yang dibutuhkan penstabilan atau meningkatkan kualitas hidup. Tetapi mengatasi gizi buruk tidak bisa instan, karena butuh waktu lama.

    “Rencananya setelah kondisinya stabil, akan dirawat di Kebumen karena membutuhkan waktu relatif lama. Kami upayakan untuk perawatan berkala ke rumah pasien,” ujarnya menyebutkan untuk penyakit penyerta akan rujuk di Sardjito namun tidak dilakukan secara tergesa-gesa.

    Menurut dokter Rini, kasus gizi buruk di Kebumen sudah terpantau yang saat ini sebanyak sembilan kasus. Semua terpantau baik nama maupun alamatnya. Hanya untuk kasus Vanda diakui karena berbagai sebab tidak terpantau dari awal. “Laporannya memang agak terlambat,” ujarnya.

    Direktur RSUD dokter Soedirman Kebumen dokter Bambang Suryanto menyampaikan Vanda menderita Celebral Palsy (CP), yakni gangguan perkembangan pada kendali otot dan gerakan yang disebabkan kurangnya asupan oksigen ke otak. Balita itu juga menderita Laringomalasia atau belum kokohnya bagian laring (pita suara) guna saluran pernafasan.

    Sehingga asupan oksigen untuk tumbuh, terutama untuk otak menjadi terganggu. “Laringomalasia juga memengaruhi tumbuh kembang anak, disebabkan tidak normalnya penyerapan asupan gizi atau makanan,” ujar dokter Bambang Suryanto.

    Atas saran dokter penanggung jawab pasien, balita itu harus dirujuk ke RSUP Sardjito untuk mendapatkan pelayanan kesehatan lebih lanjut. Namun keluarga balita yang mengasuh menolak dirujuk ke RSUP Sardjito dan menolak dirawat lebih lanjut dengan alasan kerepotan bila terlalu lama menunggu di rumah sakit.

    “Akhirnya atas permintaan sendiri, keluarga membawa pulang pasien balita tersebut,” ujar dokter Bambang Suryanto menegaskan RSUD tidak memungut biaya perawatan balita gizi buruk tersebut. Diberitakan sebelumnya, kendati berat badan Vanda turun dari 6 kg menjadi 5,6 kg, keluarga terpaksa membawa pulang Vanda menggunakan becak motor.

    Pihak keluarga memilih pulang lantaran kesulitan biaya operasional. Vanda sejak bayi dirawat kakek dan neneknya yang saat ini sudah berusia senja. Sementara ibunya Susi Wahyuningsih saat ini tinggal di Bandung. “Kalau dirawat di rumah kan bisa disambi beresberes rumah,” ujar Nuryadi (67) kakeknya. (J19-32/suaramerdeka.com)



    _________________________________________________________________________________________

    DOWNLOAD CONTOH SURAT LAMARAN KERJA YANG BAIK DAN SIMPEL SERTA TEMPLATE DAFTAR RIWAYAT HIDUP(CURICULUM VITAE)

    _________________________________________________________________________________________
    KIRIMKAN INFORMASI / TULISAN / OPINI / UNEK-UNEK ANDA KE:
    beritakebumen@gmail.com

    =============================================================
    Untuk mendapatkan informasi terbaru, dan yang tidak terposting silahkan ikuti di:
    | FACEBOOK GRUP | FACEBOOK PROFIL | FACEBOOK FAN PAGE | TWITTER |
    =============================================================
    • Komentar Blogger
    • Komentar Facebook

    0 komentar:

    Post a Comment

    Silahkan Berkomentar yang Baik dan Bermanfaat!

    Item Reviewed: Bupati Tengok Balita Gizi Buruk Rating: 5 Reviewed By: Berita Kebumen Beriman
    Scroll ke atas