Kilas Berita:

Produksi Semen Gombong 2,3 Juta Ton; Penolakan Makin Gencar

GOMBONG (www.beritakebumen.info) - Penolakan terhadap operasionalisasi PT Semen Gombong makin gencar dilakukan sebagian masyarakat dan aktivis lingkungan di Kawasan Karst Gombong Selatan.

Penolakan itu menyusul pengumuman permohonan izin lingkungan PT Semen Gombong yang dirilis Badan Penanaman Modal dan Perizinan Terpadu (BPMPT) Kebumen. Pengumuman tertanggal 28 Januari 2016 yang ditandatangani Plt Kepala BPMPT Kebumen Aden Andri Susilo disebukan PT Semen Gombong mengajukan izin lingkungan untuk industri semen dan industri kimia dasar.

Antara lain tambang batu lempung di Desa Kretek, Jatiluhur, Jatiroto, dan Bumiagung Kecamatan Rowokel. Kebumen tambang batu gamping di Desa Banyumudal, dan Sikayu Kecamatan Buayan.

Kemudian pabrik semen di Desa Nogoraji, Kecamatan Buayan, dan rencana jalan produksi melewati Desa Nogoraji, Jogomulyo, Semampir, Jatiroto, Banyumudal dan Purbowangi Kecamatan Buayan dan Desa Kretek Kecamatan Rowokele. Tambang batu lempung seluas 124 hektare, tambang batu gamping seluas 147,5 hektare.

Adapun kapasitas produksi mencapai 1,9 juta ton klinker per tahun untuk produksi semen 2,3 juta ton per tahun. Investasi dengan modal Rp 125 miliar itu memiliki kebutuhan air yang cukup besar yakni 159,5 m3/jam atau 3.830 m3/hari. Adapun kebutuhan listrik 27,55 MW.

Ancam Lingkungan

Rencana masyarakat yang tergabung dalam Persatuan Rakyat Penyelamat Karst Gombong (Perpag) akan melakukan aksi penolakan tambang semen di Kawasan Karst Gombong Selatan, Rabu (10/2). Aksi mulai dari Desa Sikayu, Nogoraji, Banyumudal dan sekitarnya.

Mereka juga akan mendatangi Kantor Lingkungan Hidup (KLH) Kebumen dan BPMPT Kebumen untuk menyatakan penolakan terhadap izin PT Semen Gombong. Sebelumnya, penolakan masyarakat terhadap eksploitasi karst Gombong selatan juga telah disampaikan pada agenda uji dokumen Amdal PT Semen Gombong di BLH Provinsi Jateng.

Lebih dari 1.700 warga menandatangani sebuah petisi penolakan operasionalisasi tambang karst yang telah dilayangkan kepada presiden, kementerian dan berbagai pemangku kebijakan terkait. Ketua Perpag Samtilar mengatakan, masyarakat khawatir akibat dampak lingkungan yang diakibatkan rencana penambangan di pegunungan karst Gombong.

Pasalnya, PT Semen Gombong akan membangun pertambangan di sekitar sumber air permanen, sungai bawah tanah dan gua-gua, sehingga mengancam fungsi hidrologi pengunungan karst sebagai penampung alami air bawah tanah.

Padahal, ada lebih dari 32 sumber mata air yang berasal dai kawasan karst Gombong yang sudah dimanfaatkan masyarakat sejak dulu baik untuk pertanian, perikanan, peternakan, dan rumah tangga.

Sumber mata air pegunungan karst juga dimanfaatkan sebagai sumber air bersih untuk berbagai wilayah lain seperti Kecamatah Ayah, Gombong, Karanganyar, Adimulyo, Kuwarasan, Puring, Petanahan dan Klirong.

Musim kemarau 2015 hampir 100 desa di Kebumen mengalami krisis air. Sikayu adalah salah satu desa di Kebumen yang tidak mengenal krisis air bersih karena tercukupi dari sumber air kawasan karst. Sumber mata air berasal dari sungai bawah tanah yang sudah membentuk jaringan lebih dari 11-25 juta tahun lalu di bawah kawasan karst.

‘’Jika sumber air itu terhenti atau berkurang debitnya akibat operasi penambangan maka bencana kekeringan di Kebumen akan bertambah parah,’’ ujar Ketua Perpag Samtilar. (J19-42/suaramerdeka.com)



_________________________________________________________________________________________

DOWNLOAD CONTOH SURAT LAMARAN KERJA YANG BAIK DAN SIMPEL SERTA TEMPLATE DAFTAR RIWAYAT HIDUP(CURICULUM VITAE)

_________________________________________________________________________________________
KIRIMKAN INFORMASI / TULISAN / OPINI / UNEK-UNEK ANDA KE:
beritakebumen@gmail.com

=============================================================
Untuk mendapatkan informasi terbaru, dan yang tidak terposting silahkan ikuti di:
| FACEBOOK GRUP | FACEBOOK PROFIL | FACEBOOK FAN PAGE | TWITTER |
=============================================================

No comments

Silahkan Berkomentar yang Baik dan Bermanfaat!