• Kabar Terkini

    03 February 2016

    Perbankan Syariah Masih Dicengkeram Kapitalis

    KEBUMEN (www.beritakebumen.info) - Ulama besar dari Yaman, Habib Zaid bin Abdurrahman bin Yahya memaparkan prospek perbankan syariah pada seminar internasional di Institut Agama Islam Nahdlatul Ulama (IAINU) Kebumen, Selasa (2/2).

    Seminar bertajuk “Prospect of Syariah Banking in Global Market” itu dalam rangka peluncuran program studi (Prodi) Perbankan Syariah IAINU. Menurut Zaid, mudahnya kehadiran perbankan syariah itu, karena penerimaan masyarakat tinggi.

    Di Yaman terdapat Bank Solidaritas Islam cukup besar dan memiliki cabang di mana-mana. Namun kini kondisinya goyah, menyusul terjadinya perang dan perselisihan politik.

    “Dan bagaimana pun juga, saat ini kita masih dicengkeram kapitalis dan ekonomi barat. Sistemnya pun berkiblat pada dolar dan bank dunia,” kata Zaid yang disampaikan melalui penerjemah.

    Kondisi tersebut tidak lepas dari keberadaan perbankan syariah. Menurutnya, butuh keberanian dari tokoh politik untuk mewujudkan kemandirian Islam dengan menjadikan mata uang dinar dan dirham sebagai kiblatnya. Peluang itu menurut Zaid terbuka lebar. Apalagi menyusul krisis global, di mana banyak yang membuka perbankan syariah.

    Bahkan sempat menjadi rujukan ekonomi dan perbankan bagi nonmuslim. Hanya saja untuk model akadnya masih diperselisihkan. Misalnya, terkait kerja sama antara bank syariah dengan bank konvensional. Selain itu juga terkait riba dan tidaknya.

    Usaha Syariah

    Rektor IAINU Kebumen Dr Imam Satibi mengemukakan, Habib Zaid sengaja diundang untuk memberikan landasan keilmuan dan memotivasi akan dibukanya Prodi Perbankan Syariah IAINI. Prodi ini masuk fakutas ekonomi syariah dan bisnis Islam.

    “Diharapkan memperkaya pilihan bagi generasi muda serta dapat mendorong pertumbuhan bisnis yang bernafaskan syariah,” katanya.

    Di samping itu kian menggeliatnya berbagai model bisnis syariah yang berorientasi pada kerja sama yang saling menguntungkan dan berorientasi pada sektor halal dan kemaslahatan.

    “Ini sangat berbeda dengan pola bisnis kapital yang berorientasi menghalalkan segala cara untuk meraih keuntungan sebanyak-banyaknya,” tandas Imam sembari menambahkan, dalam model ini yang kuat akan diuntungkan. Jika dibiarkan, kondisi tersebut akan menimbulkan kesenjangan bagi umat Islam yang enggan berbisnis, karena tidak sejalan dengan pendangan agama.

    “Untuk itulah output dan out come besar dari prodi perbankan syariah adalah mendorong usaha perbankan syariah tumbuh secara sehat dan profesional serta berkarakter keumatan,” imbuhnya. Dan IAINU Kebumen mengajak pelaku usaha beralih pada jasa perbankan syariah.

    Diharapkan perbankan syariah dapat memutar simpanannya pada prioritas pertumbuhan ekonomi lokal. Melalui perputaran dan suntikan dari perbankan syariah, maka daya beli masyarakat pasti akan meningkat. (K5-32/suaramerdeka.com)



    _________________________________________________________________________________________

    DOWNLOAD CONTOH SURAT LAMARAN KERJA YANG BAIK DAN SIMPEL SERTA TEMPLATE DAFTAR RIWAYAT HIDUP(CURICULUM VITAE)

    _________________________________________________________________________________________
    KIRIMKAN INFORMASI / TULISAN / OPINI / UNEK-UNEK ANDA KE:
    beritakebumen@gmail.com

    =============================================================
    Untuk mendapatkan informasi terbaru, dan yang tidak terposting silahkan ikuti di:
    | FACEBOOK GRUP | FACEBOOK PROFIL | FACEBOOK FAN PAGE | TWITTER |
    =============================================================
    • Komentar Blogger
    • Komentar Facebook

    0 komentar:

    Post a Comment

    Silahkan Berkomentar yang Baik dan Bermanfaat!

    Item Reviewed: Perbankan Syariah Masih Dicengkeram Kapitalis Rating: 5 Reviewed By: Berita Kebumen Beriman
    Scroll ke atas