Kilas Berita:

Grebek Nusantara Angkat Potensi Lokal

AMBAL (www.beritakebumen.info) - Grebek Nusantara dan Kirab Merah Putih di Desa Entak, Kecamatan Ambal, Kebumen mengangkat potensi lokal kabupaten berslogan Beriman ini. Betapa tidak.

Berbagai kesenian khas Kebumen ditampilkan dalam gelaran yang diikuti ribuan peserta tersebut. Ada jam janeng, rodad, terbang, dan kuda lumping, yang menggambarkan kegigihan pendekar melawan penjajah di medan laga.

Ornamen merah putih menghiasi sudut-sudut jalan dan gang, yang terdapat umbulumbul dan layur itu. Peserta mengular dari Cagar Budaya Kadipaten Ambal, Desa Ambal, Kebumen pada Rabu (17/2) pukul 08.00. Di Balai Desa Entak, yang berjarak sekitar 5 kilometer dari Cagar Budaya Kadipaten Ambal, peserta disambut drum band.

Selain itu terdapat suguhan grup dolalak. Suasana pun kian gegap gempita dengan dentuman drum dan gemericik alat musik lainnya. Sementara warga memilih mengosongkan rumahnya untuk menyaksikan acara tersebut. Kepala Desa Entak Sapari beserta perangkat desa dan tokoh masyarakat setempat menggunakan pakaian adat Jawa.

“Grebek Nusantara dan Kirab Merah Putih ini, untuk membangkitkan jiwa patriotisme dan nasionalisme serta mengangkat nilai-nilai sejarah,” kata Ketua Panitia Slamet.

Event Spektakuler

Untuk diketahui, wilayah pesisir pantai selatan itu dikenal sebagai pusat penggodokan pendekar untuk menghalau penjajah. Pihaknya berharap Grebek Nusantara dan Kirab Merah Putih itu menjadi event tahunan. Sesepuh keraton Yogyakarta Prof Dr RM Ali Ridho yang memimpin istighotsah bersama jamaah Al Karomah dan Kiai Nusantara mengapresiasi kegiatan tersebut.

Terlebih wilayah Ambal sempat menjadi kabupaten yang hanya berumur 44 tahun (1828-1872) dan kemudian pendapa kabupatennya dipindah ke Kabupaten Karanganyar. Tak pelak, panitia dalam acara tersebut berseragam merah putih dengan bertuliskan Masyarakat Peduli Sejarah yang Memiliki Jati Diri Kebersamaan Membangun (Masdulah Mejari Kembang).

Dalam kirab itu, mereka memanggul 99 tumpeng sebagai simbol ruwatan nusantara untuk dimakan bersama-sama.

Kirab yang berlanjut sampai Pantai Entak itu juga diisi siraman rohani oleh Ki Bodo Abah Santri, pengasuh pondok pesantren Al Karomah Sukerejo, Kendal, Nyai Santri dari Sukerejo, Kendal, serta Ki Rekso Buwono dari Pati.

Juga terdapat Habib Umar. Dan masih ada pengobatan gratis oleh Dr Gus RM Alfarizy, master fisioteraphy herbalist dari Yogyakarta. “Even ini sungguh spektakuler dan mampu menjadi daya tarik wisatawan,” kata Solikhun, salah satu pengunjung. (K5- 32/suaramerdeka.com)



_________________________________________________________________________________________

DOWNLOAD CONTOH SURAT LAMARAN KERJA YANG BAIK DAN SIMPEL SERTA TEMPLATE DAFTAR RIWAYAT HIDUP(CURICULUM VITAE)

_________________________________________________________________________________________
KIRIMKAN INFORMASI / TULISAN / OPINI / UNEK-UNEK ANDA KE:
beritakebumen@gmail.com

=============================================================
Untuk mendapatkan informasi terbaru, dan yang tidak terposting silahkan ikuti di:
| FACEBOOK GRUP | FACEBOOK PROFIL | FACEBOOK FAN PAGE | TWITTER |
=============================================================

No comments

Silahkan Berkomentar yang Baik dan Bermanfaat!